Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April 1, 2008

Aksi Ekstrim Blogger Lingkungan

Inilah aksi ektrim yang dilakukan seorang blogger yang tergabung dalam Organisasi Greenpeace di Jerman, Organisasi pencinta lingkungan yang memiliki kapal Raibow Warrior itu,dalam kampanyenya selalu menyungguhkan aksi ekstrim namun kreatif, tak heran publik tertuju ke mereka. Siapa blogger Indonesia yang berani mencoba??? (Marwan Azis/foto : dok Greenpeace)

Otto Soemarwoto, Guru Besar Pro Lingkungan & NKRI

Guru besar emeritus Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, ini seorang tokoh yang pro lingkungan hidup dan pro Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Doktor dalam Plant Physiology, Universitas California, Berkeley, AS, kelahiran Purwokerto, Jawa Tengah, 19 Februari 1926, ini mengatakan setiap proyek harus bertujuan untuk memperkuat NKRI dan lingkungan hidup.


Prof Dr Otto Soemarwoto yang dikenal rendah hati dan sederhana, itu mengatakan selama ini banyak kegiatan pembangunan yang mengabaikannya. Dia memberi contoh, pembangunan transportasi yang lebih banyak diarahkan pada transportasi darat. Padahal Indonesia adalah negara kelautan. Akibatnya, laut belum menjadi penghubung, melainkan pemisah.

Menurut suami dari Idjah Natadipraja MA dan ayah dari Gatot Soemarwoto, Rini Soemarwoto dan Bambang Soemarwoto, itu pembangunan juga masih bersifat Jawa-sentris sehingga menimbulkan iri hati dan berujung kehendak untuk memisahkan diri. Menurutnya, sekitar 80 persen pembangunan jalan tol ada di…

Otto Soemarwoto, Pakar Lingkungan Indonesia Wafat

Bangsa Indonesia kembali orang terbaiknya, Pakar lingkungan Indonesia Profesor Doktor Otto Soemarwoto tutup usia dalam umur 82 tahun di Rumah Sakit Internasional Santosa, Bandung, pukul 00.05 dini hari tadi (1/4).


Prof Dr Ir Otto Soemarwoto lahir di Purwokerto, 19 Februari 1926, ia seorang yang sangat berjasa dalam pelestarian lingkungan Indonesia, selama hidupnya Otto telah banyak menghasilkan karyanya dalam bentuk buku-buku lingkungan.

Otto menyelesaikankan SI-nya di Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan gelar dalam bidang pertanian (1954) dan Universitas California di Berkeley (1960), ia kemudian menjadi guru besar termuda di UGM saat mulai menjabat pada tahun 1960. Dari 1964-1972, ia menjadi Direktur Lembaga Biologi Nasional. Tahun 1972, ia merintis Pusat Penelitian Sumber Daya Alam dan Lingkungan dan bekerja di lembaga tersebut dari 1972 hingga 1992.

Selain itu, ia juga menjabat sebagai Direktur Lembaga Ekologi Nasional dari tahun 1972 hingga 1991. Pada tahun 1993, ia bergabung deng…