Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April 14, 2008

Seminar Lingkungan Hidup di Makassar, Hadirkan Menteri Kelautan RI

Makassar-Greenpress. Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi dan Manajemen (STIEM) Bongaya,Makassar, akan menghadirkan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Freddy Numbery, Kamis (17/4).

Freddy dijadwalkan akan menjadi narasumber Seminar Nasional Lingkungan Hidup bertema Pemanfaatan Potensi Sumber Daya Alam (SDA) Wilayah Laut dan Pesisir Secara Optimal yang Berwawasan Lingkungan di Hotel Horison, Makassar.

Selain Freddy, juga akan hadir sebagai narasumber Pakar Lingkungan Hidup yang juga mantan Menteri Lingkungan Hidup Emil Salim dan Pemerhati Wilayah Pesisir dan Ekosistem Laut Ir Bachrianto Bachtiar.

Bachrianto juga menjadi salah satu presentator dalam KTT Lingkungan Hidup di Bali beberapa waktu lalu. Ketua Panitia Andi Syamsul Hasbi, mengatakan, pihaknya menargetkan sekitar 200-an peserta dari mahasiswa pecinta alam Se-Indonesia, pelajar sekolah menengah, kelompok pecinta alam, maupun masyarakat umum dan akademisi.

Untuk mengikuti kegiatan ini cukup membayar kontribus…

Bunga Anturium Cobra Harganya Mencapai 30 juta

Makassar-Greenpress. Sebanyak 20 stan bunga dan tanaman hias mengikuti Bazaar Tanaman Hias 2008 di Mal GTC Tanjung Bunga, Makassar, Minggu (13/4). Kegiatan yang digelar sejak 5-14 Mei ini menampilkan ribuan tanaman hias, perlengkapan, obat-obatan, maupun pupuk berbagai jenis, yang berharga murah hingga jenis bunga langka seharga puluhan juta.

Jenis Adenium, misalnya. Bibit bunga yang cukup digemari masyarakat ini hanya dijual seharga Rp 30 ribu-Rp 50 ribu, bandingkan dengan jenis Anturium Cobra yang dihargai mencapai Rp 30 juta.

"Ekosistem bunga jenis ini hidup di hutan Amazone. Meski sudah dibudidayakan di Indonesia, namun, bunga ini masih terbilang langka. Belum tentu orang berduit bisa dapat jenis ini," kata Sekretaris MFS, Ridwan Yogianto.

Ia menjelaskan minat masyarakat Makassar saat ini untuk membudidayakan dan memelihara tanaman hias sudah sangat besar. "Memang tidak mudah memberikan edukasi kepada masyarakat. Tapi melalui pameran seperti ini, apresiasi mereka sud…

MUI : Air Kali Surabaya Mutanajis

Suarabaya,Greenpress– Air Kali Surabaya saat ini dikategorikan mutanajis atau air suci yang terkontaminasi kotoran dan limbah pabrik yang najis. Kesimpulan itu adalah hasil musyawarah bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim dan Universitas Airlangga (Unair) kemarin.

Ketua MUI Jatim KH Abdus Shomat Bukhari menjelaskan, kendati belum dinyatakan sebagai fatwa maupun tausiah resmi MUI,hasil kesimpulan sementara inilah yang akan menjadi bahan kajian lebih jauh pada 24 April mendatang.

Bersama lembaga Bahtsul Masail NU, Lembaga Tarjih Muhammadiyah, PDAM, Dinas Kesehatan (Dinkes), Badan Pengendalian Lingkungan (Bapedal), dan pakar ekologi Unair,mereka akan membuat kepastian hukum status air Kali Surabaya.Termasuk hukum membuang limbah di dalam sungai, hukum pengolahan limbah sebelum dibuang, serta hukum mengonsumsinya.

”Sikap (penentuan hukum air Kali Surabaya) ini perlu kami lakukan agar masyarakat tidak bingung lagi. Apakah air sungai tersebut halal dikonsumsi atau tidak.Untuk sekarang,m…

GEF Kucurkan Hibah 38 Juta Dolar untuk Konservasi Terumbu Karang

JAKARTA, - Global Environmental Facility (GEF) meningkatkan kucuran hibah sebesar 38 juta dolar AS untuk membantu program penyelamatan terumbu karang (Coral Triangle Initative/CTI).

Kepala Pusat Data Statistik dan Informasi (Pusdatin) Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP), Soen’an H Poernomo, di Jakarta, Minggu (13/4), mengatakan, pemimpin GEF Monique Barbut telah menyatakan akan meningkatkan hibah untuk keberlangsungan program CTI dari 25 juta AS dolar menjadi 63 juta AS dolar.

Tidak hanya itu, dia mengatakan, GEF juga telah menyiapkan dana pendamping sebesar 385 juta AS dolar yang diperoleh dari berbagai sumber guna menyukseskan penyelamatan terumbu karang.

Lebih lanjut, dia mengatakan, peluncuran proyek CTI di tiap negara akan dilakukan pada pertemuan para pemimpin negara-negara CTI dalam Konfrensi Kelautan Dunia di Manado tahun 2009.

CTI sendiri merupakan bentuk kerjasama kelautan regional yang dirintis Indonesia melibatkan Malaysia, Filipina, Papua Nugini, Timor Leste, dan Kepulaua…

Donasi Publik Tolak PP No 2 Tahun 2008 Capai Rp 34 M

KALIANDA,Greenpress-Penggalangan kekuatan berupa donasi publik untuk menolak PP No 2 Tahun 2008 yang dilakukan Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) sejak 4 Februari 2008 hingga kini sudah terkumpul sekitar Rp 34 miliar dan akan terus dilakukan hingga enam bulan ke depan.

"Dana itu akan kami sumbangkan kepada Negara melalui Departemen Keuangan. Negara sedang membutuhkan dana sampai-sampai mengizinkan pembukaan hutan lindung untuk pertambangan kepada 13 perusahaan pertambangan dengan tarif sangat murah Rp 300 per meter per tahun," ujar Direktur Eksekutif Walhi Nasional Chalid Muhammad, Minggu (13/4) pada acara peringatan Hari Bumi di Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan.

Chalid mengatakan, upaya penggalangan donasi publik merupakan upaya Walhi mengajak masyarakat menolak upaya pemerintah merusak hutan lindung lebih luas lagi. Walhi menyebutkan, laju kerusakan hutan di Indonesia yang sudah mencapai 2,7 juta hektar per tahun. Sehingga upaya tersebut sekaligus sebagai pe…