Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April 17, 2008

Green Festival, 5 Perusahaan Gelar Edukasi Pemanasan Global

Jakarta,- Lima perusahaan besar akan menggelar festivaledukasi tentang pemanasan global yang terkait dengan keseharian warga kota. Festival bertajuk Green Festival tersebut akan diselenggarakan di Parkir Timur Senayan, Jakarta, pada 18-20 April 2008.

Kelima perusahaan tersebut adalah Pertamina, PT Unilever Indonesia Tbk, MetroTV, radio FeMale, dan harian Kompas. ”Kami berkolaborasi karena kami merasa bertanggung jawab secara moral untuk turut membantu soal lingkungan,” kata Ketua Panitia Green Festival General Manager Public Relations Kompas Gramedia Nugroho Ferry Yudho dalam jumpa pers, Rabu (16/4) di Jakarta.

”Kali ini kami ingin menyentuh langsung masyarakat, bukan berwacana,” ujar Wakil Pemimpin Redaksi Kompas Taufik H Mihardja. Dalam acara tersebut masyarakat akan diberi sajian informasi mengenai apa itu pemanasan global dan apa yang bisa mereka lakukan di lingkungan sehari-hari, mulai hari ini juga.

Human Resources and Corporate Director PT Unilever Indonesia Tbk Josef Bataona mene…

Pejabat PBB Sebut Bahan Bakar Nabati "Kejahatan Atas Kemanusiaan"

Berlin- Produksi besar-besaran bahan bakar nabati adalah "kejahatan terhadap kemanusiaan", karena berdampak pada persediaan makanan global, kata pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kepada radio Jerman, Senin, layaknya dikutip AFP.

"Pembuatan bahan bakar nabati saat ini adalah kejahatan atas kemanusiaan," kata pelapor khusus PBB untuk hak atas makanan, Jean Ziegler, kepada radio Bayerischer Runfunk.

Dengan mengalih-gunakan lahan, yang dapat ditanami untuk bahan makanan, menjadi lahan tanaman bahan bakar nabati, jumlah lahan untuk menanam bahan pangan akan berkurang, kata pengamat memperingatkan.

Ziegler menyeru Dana Moneter Internasional (IMF) mengubah kebijakannya dalam subsidi pertanian dan berhenti hanya mendukung program bertujuan mengurangi utang.

Pertanian juga harus disubsidi di wilayahnya memastikan kelangsungan hidup penduduk setempat, katanya.

Ziegler juga menuduh Uni Eropa (UE) melakukan "dumping" (menjual produknya di luar negeri lebih murah da…