Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei 5, 2008

Afrika Selatan Legalkan Perburuan Gajah

Gajah Afrika, Foto Dok Firstari

Dakar, Senegal - Pemerintah Afrika Selatan, Sabtu (3/5), mencabut larangan pembunuhan gajah yang sudah diberlakukan sejak 13 tahun lalu, sebuah upaya para konservasionis untuk menghambat pengurangan populasi atas hewan itu di bagian lain benua Afrika.


Gajah, salah satu satwa yang mendekati kepunahan di sejumlah tempat di Afrika, namun tidak di Afrika Selatan yang justru populasinya naik lebih dari 5 persen setiap tahunnya dalam tahun-tahun belakangan ini, sebagai akibat dari pengelolaan industri taman konservasi nasional yang berhasil.

Otoritas Afrika Selatan ingin mempertahankan pertumbuhan jumlah gajah pada batas yang diharapkan dan melindungi kelangsungan hidupnya. Pembunuhan terhadap gajah, dalam hal ini bukan untuk memusnahkan, tetapi untuk mengembalikan daerah hutan tetap hijau dan mengurangi masalah dalam beberapa tahun terakhir. Langkah ini adalah cara terbaik untuk mengontrol populasinya, kata pejabat berwenang Afrika Selatan.

Bagaimanapun, deng…

Udang Mini, Spesies Baru dari Halmahera

Udang mantis memperlihatkan anggota badan yang digunakan untuk memangsa. Yang ini seekor penghancur. Foto : Gerry Allen

JAKARTA, - Penemuan spesies-spesies baru menunjukkan kekayaan hayati yang begitu besar di perairan Halmahera, Maluku Utara. Setelah ikan punggung totol bertaring ditemukan beberapa waktu lalu, para peneliti dari Conservation International juga menemukan spesies baru udang mantis yang ukurannya hanya 1 cm.

Spesies baru udang mantis ditemukan Mark Erdmann, ahli udang mantis dari CI, 27 April 2008, saat menyelam di timur laut Pulau Halmahera. Ukurannya tak lebih dari 1 cm dan termasuk jenis udang mantis penghancur. "Dan mengagumkan, Mark bisa menemukannya di antara susunan terumbu karang yang sangat kompleks," tulis Dr Alison Green, ketua tim sains, dalam blog Ekspedisi Halmahera. Udang mantis memang memiliki bentuk dan ukuran berbeda. Beberapa di antaranya cukup besar dengan panjang sekitar 35 cm dan yang lain lebih kurang 1 cm.

Udang mantis adalah jenis krustas…

Kadal Tak Berkaki Ditemukan di Brasil

Kadal tak berkaki ditemukan dari padang sabana di Cerrado, Brazil. Foto : Miguel Rodrigues/USP Universidade de Sao Paulo.

JAKARTA, -Ada saja temuan mengejutkan dalam setiap ekspedisi ilmiah. Kali ini, spesies kadal tak berkaki ditemukan dari padang sabana di Brazil.

Hewan tersebut memiliki bentuk tubuh seperti ular namun kepala dan tekstur kulitnya seperti kadal. Moncongnya yang panjang dengan semacam pengait di bagian bawah membantunya 'berenang' di tanah yang berpasir. Dilihat dari struktur tubuhnya, hewan tersebut merupakan spesies peralihan antara ular dan kadal dalam evolusi reptil.

Spesies yang unik tersebut merupakan salah satu dari 14 spesies baru serta sejumlah spesies langka dan terancam punah yang ditemukan para peneliti Conservation International (CI) dan Universitas Sao Paulo, Brazil di daerah Cerrado. Dalam ekspedisi tersebut, tim peneliti menyusuri kawasan bersemak yang diselingi pepohonan tersebut selama empat minggu.

"Sangat mengejutkan bisa menemukan spe…

Taman Nasional Tak Bisa Dijadikan Hutan Produksi

Jambi,-Menteri Kehutanan (Menhut) MS Ka`ban menegaskan, sampai kapan pun taman nasional tidak bisa dijadikan hutan produksi (HP), karena pengertian HP untuk mengambil kayu atau mengeksploitasi hasil hutan.

"Sampai kapan pun taman nasioanal tidak bisa dijadikan hutan produksi. Itu menyalahi," kata Ka`ban didampingi Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin dihadapan puluhan suku anak dalam atau Orang Rimba (Suku Kubu) di Taman Nasional Bukit Dua Belas (TNBD) Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi, Sabtu.

Kecuali hutan produksi dialihfungsikan menjadi taman
nasional atau kawasan konservasi itu baru bisa untuk menyelamatkan ekosistem, flora dan fauna.

Ka`ban menyampaikan penegasan itu sehubungan adanya permintaan salah seorang tokoh masyarakat Desa Pematang Kabau, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun yang berada di penyangga TNBD itu, untuk menjadikan sebagian kawasan TNBD menjadi HP.

"Dulu TNBD ini sebelumnya Hutan Produksi Terbatas (HPT), namun pada 2003 ditetapkan menjadi taman nasi…