Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei 12, 2008

Majelis Hakim Diminta Tolak Gugatan Asian Agri

Jakarta,-Komite Anti Pengrusakan Hutan mengelar aksi demonstrasi di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Para penggiat lingkungan ini mendukung Majalah Berita Mingguan Tempo yang digugat perdata perusahaan Sukanto Tanoto, Asian Agri Group. Mereka meminta majelis hakim menolak gugatan perdata tersebut.

"Gugatan Asian Agri harus dilihat sebagai bentuk serangan balik pengelap pajak pada jurnalis," kata Koordinator aksi Erwin Usman, Senin(12/5) disela-sela aksi.

Erwin, yang juga Deputi Direktur Wahana Lingkungan Hidup, meminta pemerintah lebih memperhatikan kejahatan pemilik Asian Agri Sukanto Tanoto. Dia diduga mengelapkan pajak senilai Rp 1,3 triliun. "Kejaksaan sudah menetapkan 12 tersangka dari Asian Agri," ujar dia.

Selain manipulasi pajak, Erwin mengatakan Sukanto Tanoto juga diduga mengemplang BLBI. "Yang paling utama dia penghancur hutan Indonesia," kata dia. Lewat perusahaannya, dia diduga ikut menyumbang kerusakan hutan Indonesia.

Selain Walhi, ikut…

KAPHI Desak Sukanto Tanoto Ditangkap

Jakarta - Komite Anti Penghancuran Hutan Indonesia mendesak pengadilan memeriksa dan menjadikan Sukanto Tanoto, bos PT Asian Agri, sebagai tersangka pelaku kejahatan lingkungan. Sukanto layak dijadikan tersangka kejahatan lingkungan karena perusahaannya menyebabkan kerusakan ekologi.

Hal itu di katakan Koordinator Komite Anti Penghancuran Hutan Indonesia (KAPHI) M Erwin Usman saat berdemonstrasi di depan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (12/5). Dia mengatakan, untuk memenuhi pasokan industri bubur kertas, PT Riau Andalan Pulp and Paper (anak perusahaan PT Asian Agri) membuka wilayah hutan tanaman industri dan membabat kayu hutan konservasi.

Menurut Erwin, berdasarkan data KAPHI selama ini modus kejahatan lingkungan yang dilakukan Sukanto Tanoto biasanya dengan cara mencatat biaya pengeluaran fiktif berikut dokumen palsu untuk menyembunyikan keuntungan perusahaan. Selain itu, perusahaan milik Sukanto Tanoto juga melakukan transfer pricing, dengan cara menjual minyak sawit mentah ke…