Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei 14, 2008

Pejuang Amazon Letakkan Jabatan

Brasilia, - Menteri lingkungan hidup Brazil, yang disebut sebagai pejuang gerakan lingkungan di kawasan Amazon, meletakkan jabatan Selasa, setelah mengalami kekalahan dalam perjuangan melindungi hutan tadah hujan di Amazon.

Pengunduran diri Marina Silva tampaknya akan menguatkan pendapat bahwa Presiden Luiz Inacio Lula da Silva lebih mendahulukan pertumbuhan ekonomi ketimbang melakukan pelestarian lingkungan di Brazil, demikian diwartakan Reuters.

Kejadian itu juga dapat dikatakan sebagai kemunduran bagi ambisi Brazil untuk memiliki suara mayoritas dalam perdebatan lingkungan hidup global.

"Pengunduran dirinya adalah bencana bagi pemerintah Lula. Seandainya pemerintah memiliki kredibilitas global dalam masalah lingkungan hidup, itu terjadi karena menteri Marina," kata Jose Maria Cardoso da Silva, Wakil Presiden kelompok lingkungan hidup Conservation International bagi Amerika Selatan.

"Ia berusaha memperlihatkan bahwa lingkungan hidup adalah bagian dari persamaan pembanguna…

Dianggap Hama Sawit, Orangutan Kian Terancam

JAKARTA,- Perluasan lahan perkebunan sawit di Kalimantan Tengah telah menjadi ancaman serius bagi populasi orangutan di Tanah Air. Tak hanya habitat asli primata itu yang makin tergusur, orangutan pun dianggap hama sehingga kematiannya bukan hanya karena kelaparan, tapi juga akibat diburu dan dibunuh karyawan perkebunan.

Meski tak mengungkapkan jumlah orangutan yang mati akibat dibunuh, namun data sejak tahun 2004-2008 memperlihatkan tak kurang dari 11.000 orangutan telah mati. Bahkan, sebuah investigasi lapangan yang dilakukan Center for Orang Utan Protection (COP) menemukan fakta yang mencengangkan. Seluruh orangutan di Sampit tewas setelah PT Globalindo Alam Perkasa menggunduli hutan di kawasan yang merupakan areal konsesi PT Agro Bukit tersebut.

Kejadian yang sama memilukannya pun terjadi di areal konsesi PT Bumitama Guna Karya Agro, anak perusahaan IOI Group Malaysia, yang beroperasi di Kecamatan Antang Kalang, Kabupaten Kota Waringin Timur. "Padahal, orangutan dilindungi oleh…

60 Panda Selamat dari Gempa di China

BEIJING,- Sebanyak 60 panda raksasa di pusat penelitian Chengdu di dekat daerah yang paling parah diguncang gempa kuat di China barat-daya, dilaporkan selamat. Demikian laporan kantor berita resmi China, Xinhua seperti dikutip Kompas.

Namun belum ada keterangan mengenai nasib panda di pusat penelitian lain di Wolong, dekat pusat gempa berkekuatan 7,8 pada skala Richter, yang mengguncang China, Senin (12/5). Sedikitnya 10.000 telah tewas dan jumlah korban jiwa diduga akan bertambah menyusul gempa kuat di Provinsi Sichua.

Panda raksasa adalah salah satu spesies paling langka di dunia dan hanya ditemukan di China. Hewan tersebut telah menjadi lambang suaka margasatwa internasional dan menjadi ikon negara Tirai Bambu tersebut. Sebanyak 1.600 panda hidup di berbagai suaka alam di Provinsi Sichuan dan tetangganya, Gansu serta Shanxi.(Kompas)