Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei 16, 2008

Menneg LH Siap Gugat 70 Pabrik Pencemar Lingkungan

Depok- Menteri Negara Lingkungan Hidup (Menneg LH) Rachmat Witoelar mengaku siap menggugat 70 pabrik yang diduga melakukan pencemaran lingkungan.

"Data yang kita punya sebanyak 70 pabrik yang akan kita gugat," kata Rachmat Witoelar usai memberikan kuliah Umum, di FISIP-UI, Depok, Jumat seperti dilansir Antara.

Menurut dia, saat ini pihaknya memosisikan diri sebagai pengacara negara untuk kepentingan lingkungan.

Hingga saat ini belasan pabrik telah ditutup karena mencemari lingkungan dan banyak diantara pemiliknya yang masuk penjara.

Pencemaran lingkungan oleh pabrik memberi kontribusi sekitar 30 persen dari total kerusakan lingkungan. Pabrik-pabrik tersebut telah melanggar Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 Tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, terutama ketiadaan Analisis mengenai dampak lingkungan hidup (Amdal).

Analisis mengenai dampak lingkungan hidup adalah kajian mengenai dampak besar dan penting suatu usaha dan atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diper…

Jelang Penilaian Adipura, Makassar Masih Jorok

Makassar, Greenpress- Delapan kecamatan masuk dalam kategori wilayah yang masih jorok, jelang penilaian akhir Adipura Juni mendatang. Kedelapan kecamatan itu antara lain, Panakkukang, Mariso, Makassar, Rappocini, Bontoala, Ujungpandang, Mamajang dan Wajo, kini dalam pengawasan Satuan Polisi Pamong Praja.

Satpol menurunkan sekitar 120 personel untuk ditempatkan di beberapa titik yang dianggap titik-titik sampah.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Hakim Syahrani, mengatakan, 120 personel itu diturunkan untuk melakukan patroli kebersihan di delapan wilayah tersebut.

"120 personel kami kerahkan sejak Rabu (14/5), untuk memberi pembinaan terhadap masyarakat yang suka membuang sampah bukan pada tempatnya. Kita sengaja memfokuskan perhatian pada delapan kecamatan itu karena merupakan pusat kota dan terdapat titik-titik pembuangan sampah," tegas Hakim, Kamis (15/5).

Sementara, wilayah-wilayah jalan utama yang menjadi prioritas, antara lain, Jl AP Pettarani, Jl Penghibur,…

Soal Amdal Karebosi, WALHI Tolak Berikan Data Analisis Dalam Persidangan

Makassar,Greenpress - Sidang gugatan citizen law suit (gugatan warga negara) atas revitalisai lapangan Karebosi, kembali digelar Kamis (15/5) kemarin di PN Makassar.

Dalam sidang kemarin, Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Muhammad Taufik dihadirkan sebagai saksi. Dalam keterangannya dia menegaskan, WALHI sebagai salah satu lembaga yang dimintai memberikan data analisis tentang dampak lingkungan dari revitalisasi Karebosi sejak awal sudah melakukan penolakan. Penolakan itu dilakukan lantaran prosedurnya tidak sesuai dengan mekanisme.
''Untuk membahas Amdal Karebosi, kami hanya diberikan waktu tiga hari. Padahal dalam PP No 27 tentang Lingkungan Hidup, tenggang waktu yang diberikan selama 90 hari sebelum memasukkan analisis lingkungan ke pemerintah. Jadi mekanisme awalnya saja sudah salah, makanya kami menolak memberikan data analisis itu,''ungkapnya di depan majelis hakim yang dipimpin Ohan Burhanuddin SH.

Kejanggalan lain dalam proyek revitalisasi terka…