Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei 23, 2008

DPRD Palopo Tolak Pengoperasian Tambang Emas Siguntu

Palopo, Greenpress - Kisruh mengenai lokasi eksplorasi tambang emas di daerah Siguntu, Kecamatan Mungkajang, Kota Palopo, yang dikantongi PT Seven Energy Group akhirnya terjawab.

Berdasarkan hasil rapat koordinasi anggota Komisi I DPRD Palopo dengan pemerintah setempat yang berlangsung tertutup bagi wartawan, terungkap dari 1.000 hektare lebih lokasi yang akan dikelola, terdapat lima titik yang masuk dalam kawasan hutan lindung.

Ada lima titik lokasi tambang yang masuk dalam kawasan hutan lindung," kata Sekretaris Komisi I DPRD Palopo, A Mappegau Ramly, yang ditemui usai rapat, Kamis (22/5).

Ironisnya, pemerintah setempat telah mengeluarkan izin eksplorasi kepada dua perusahaan asing yaitu PT Frantika bekerja sama dengan PT Seven Energy Group dan PT Aura Celebes Mandiri bekerja sama dengan Avocet Mining PLC.

Berdasarkan Kepres RI Nomor 41 tahun 2004 menyebutkan bahwa pengelolaan tambang yang masuk dalam kawasan hutan lindung harus seizin Menteri Kehutanan RI.

Saat ini, hanya 13 pe…

Ribuan Burung Paruh Bengkok Diselundupkan ke Filipina

Jakarta,- Setiap tahun sekitar 10.000 ekor burung jenis paruh bengkok, antara lain nuri dan kakatua, diduga ditangkap dari kawasan Halmahera Utara dan Sulawesi Utara, Provinsi Maluku Utara, untuk diperdagangkan di tingkat domestik dan dijual ke Filipina, kata lembaga swadaya masyarakat (LSM) lingkungan.

"Sekitar 41 persen burung yang ditangkap dari Halmahera diselundupkan ke Filipina lewat perdagangan di tengah laut, dengan perahu nelayan dan kapal `boat` pribadi," kata R Tri Prayudhi, seorang penggiat ProFauna Indonesia di Jakarta, Kamis siang seperti dikutip Antara.

Data tersebut diungkapkan dalam laporan investigasi terbaru ProFauna Indonesia yang berjudul "Pirated Parrot", yang menginvestigasi perdagangan burung paruh bengkok di Kepulauan Talaud, Halmahera Utara, dan Filipina pada periode Juni-September 2007.

Menurut temuan ProFauna, burung-burung paruh bengkok Indonesia terutama yang berasal dari Pulau Halmahera, Maluku Utara, banyak diselundupkan ke Filipina lew…

Sesjen PBB: Perlindungan Keragaman Hayati Dimulai dari Pertanian

PBB, New York, - Berbagai upaya guna mencegah hilangnya keragaman hayati mesti dimulai dari sektor pertanian, kata Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, Kamis, dalam pesan pada Hari Internasional bagi Keragaman Biologi.

"Hari ini menjadi pengingat mengenai pentingnya keragaman hayati di Bumi, dan sebagai seruan untuk menyadarkan mengenai kerugian yang sangat besar yang kita alami jika banyak spesies tak tergantikan mulai punah dengan sangat cepat," kata Ban seperti dikutip Antara.

"Dalam setiap upaya guna menangani masalah ini, pertanian mesti dipandang sebagai titik permulaan," kata Ban, yang berbicara mengenai keberadaan tanaman dan ternak.

Dari 7.000 spesies tanaman yang telah ditanam selama 10.000 tahun sejarah pertanian, hanya 30 jenis yang menempati posisi mayoritas makanan.

"Mengandalkan begitu sedikit spesies untuk dijadikan makanan adalah strategi untuk kalah," Ban memperingatkan.

Ia juga menyatakan dampak perubahan iklim pada tanaman pangan, yang mung…