Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei 29, 2008

"Eco-Design" Bukan Sekadar Kecenderungan

Surabaya - Konsep eco-design bukan sekadar untuk penghematan dan kecenderungan (trend) yang sifatnya sesaat, namun pemikiran mengurangi beban alam akibat ulah atau gaya hidup manusia.

"eco-design adalah penerimaan kepada alam tanpa jarak untuk saling melengkapi seperti halnya budaya dan tradisi yang hidup berdampingan dengan alam," kata pakar eco-design dari Yogyakarta, Eko Prawoto, di Surabaya seperti dilansir Antara.

Ia mengemukakan hal itu dalam seminar nasional eco-design yang digagas Jurusan Desain Interior Fakultas Seni dan Desain (FSD) Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya dengan beberapa pakar eco-design, diantara Adi Purnomo dan Baskoro Tedjo.

Menurut Eko Prawoto yang juga Dekan Fakultas Teknik Sipil di Univesitas Kristen (UK) Duta Wacana, Yogyakarta itu, tritisan (emper atap) dan pagar adalah contoh menarik.

"Bangunan yang terbuat dari kayu akan rawan terhadap air, karena itu detail sambungan tritisan perlu dijaga tetap kering agar tak membusuk. Hukum alam itu p…

Ribuan Burung Paruh Bengkok Diselundupkan ke Philipina

Setiap tahunnya sekitar 10.000 ekor burung paruh bengkok (burung jenis Nuri dan Kakatua) ditangkap dari kawasan Halmahera Utara, Propinsi Maluku Utara, untuk diperdagangkan. Burung paruh bengkok tersebut bukan hanya diperdagangkan di tingkat domestik, namun juga diselundupkan ke Philipina.

Temuan tersebut terungkap dalam laporan investigasi terbaru ProFauna Indonesia yang berjudul ‘Pirated Parrot’ yang merupakan laporan hasil investigasi ProFauna tentang perdagangan burung paruh bengkok di Sulawesi dan Halmahera Utara.Investigasi yang didukung oleh Royal Society for the Prevention of Cruelty to Animals (RSPCA) yang dilakukan pada tahun 2007 itu membuktikan bahwa penyelundupan burung paruh bengkok asal Indonesia ke Philipina masih berlangsung.

Burung paruh bengkok yang ditangkap dari Halmahera Utara tersebut terdiri dari jenis Kakatua Putih (Cacatua alba), Kesturi Ternate (Lorius garrulus), Bayan (Eclectus roratus) dan Nuri Kalung Ungu (Eos squamata). Bayan adalah jenis burung yang tel…