Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni 24, 2008

Konvensi Basel COP ke-9 Diharapkan Hasilkan Deklarasi Pengelolaan Limbah

Nusa Dua - Konferensi antar bangsa tentang pengelolaan limbah ke-9 (COP-9) Basel Convention diharapkan akan membentuk kesepakatan mengenai pengelolaan limbah, kata Menteri Lingkungan Hidup (LH), Rachmat Witoelar, saat membuka Konferensi COP-9 di Bali International Convention Centre, Nusa Dua, Bali, Senin (23/6)kemarin.

"Perlu ada kesepakatan dalam bentuk deklarasi atau komitmen yang menggarisbawahi kekuatan organisasi Konvensi Basel," kata Rachmat Witoelar yang juga selaku Presiden COP ke-9 Konvensi Basel.

Menteri Witoelar, yang akan memimpin COP 9 Konvensi Basel, berharap Indonesia akan memiliki posisi yang kuat apabila menjadi negara korban sengketa pembuangan limbah berbahaya dan beracun.

Senada dengan Menteri Witoelar, Sekretaris Eksekutif Konvensi Basel, Katharina Kummer Peiry, juga mengharapkan konferensi ini dapat melahirkan sebuah deklarasi antar negara.

"Minimal hasil dari konferensi ini adalah adanya komitmen antar bangsa untuk lebih memperhatikan masalah pengelol…

Indonesia Jadi Tuan Rumah Konferensi Limbah B3 atau Basel Ke-9

Denpasar - Indonesia setelah sukses menyelenggarakan Konferensi Perubahan Iklim (UNFCCC) Desember 2007 lalu, tahun ini kembali dipercaya menjadi tuan rumah Konferensi Antar Bangsa Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) tingkat Dunia, atau Konvensi Basel ke-9 (Conference of the Parties -COP) yang berlangsung di Nusa Dua, Bali pada tanggal 23 hingga 27 Juni 2008.


Konferensi Basel merupakan perjanjian internasional yang bertujuan mengendalikan pemindahan lintas batas limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).

Konferensi akan dihadiri sekitar 1.000 peserta dari 170 negara, 30 menteri atau pejabat setingkat menteri.

Menteri Lingkungan Hidup Indonesia, Rachmat Witoelar selaku presiden COP, dijadwalkan akan membuka konferensi ini.

Konferensi sendiri akan membahas mengenai lima isu.Pertama, persoalan teknis limbah pembongkaran kapal, limbah elektronik, dan Reuse, Recycle, and Recovery (3R). Kedua, persoalan hukum mengenai larangan impor limbah.Ketiga, peningkatan kerjasama kelembag…