Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni 29, 2008

RI warned of toxic waste from Japan

Nusa Dua, Bali-Environmental groups have warned that Japan could "dispose waste" in Indonesia under an Economic Partnership Agreement (EPA) the countries signed last year.

"What we see in the agreement is they include lists of toxic waste that are considered goods or commodities. It will justify the influx of hazardous waste from Japan to Indonesia," Basel Action Network (BAN) director for the Asia Pacific region Richard Guitierrez told reporters during the Ninth Meeting of Parties to the Basel Convention here Thursday.

Among the hazardous wastes categorized as goods are residual products, sewage sludge, medical waste, waste from chemical or allied industries, vessels, incinerator ash and uranium enriched in U235.

"They also include other banned substances such as chlorofluorocarbon (CFC), oil-contaminated products and nuclear waste," Guitierrez said.

The EPA was signed by President Susilo Bambang Yudhoyono and then Japanese prime minister Shinzo Abe in 2…

Deklarasi Bali Hasil dari Konferensi Pengelolaan Limbah

Nusa Dua- Konferensi antarbangsa untuk pengelolaan limbah (COP 9) Konvensi Basel di Nusa Dua, Bali, sejak 23 Juni 2008 mengeluarkan Deklarasi Bali pada Jumat.

Deklarasi tersebut tidak memuat masalah penting, yang diperdebatkan, yakni aturan ekspor-impor limbah bahan beracun dan berbahaya (B3) atau BAN Amendment.

Namun, Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar selaku ketua COP 9 Konvensi Basel mengatakan telah menemukan langkah maju dalam BAN Amendment.

Setelah melalui lobi, 40 negara penting akhirnya meyetujui pembentukan kelompok kerja untuk membahas mengenai BAN Amendment itu. Indonesia dan Swiss menjadi dua negara pelopor kelompok kerja tersebut.

"Setelah 15 tahun perdebatan panjang, BAN Amendment tidak maju-maju, akhirnya dari Bali, ditemukan langkah maju. Dengan kelompok kerja itu, hal praktis dalam BAN Amendment akan mulai dibahas," katanya seperti dilansir Antara.

Walau hasil konferensi itu masih kecil, kata Rahmat Witoelar, ia menyatakan puas.
"Saya sang…