Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus 28, 2008

ASEAN Setuju Indonesia, Thailand, Vietnam Bangun PLTN

Jakarta, - Sepuluh negara anggota ASEAN tidak memiliki keberatan terhadap rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) yang akan dilaksanakan oleh tiga negara anggotanya, yakni, Indonesia, Vietnam dan Thailand, kata Ketua Ad-hoc TWGENPP ASEAN.


"Ke-10 negara ASEAN tidak ada keberatan sama sekali," kata Ketua Ad-hoc Technical Working Group on the Establishment of Nuclear Power Plants (TWGENPP) ASEAN Prof Dr Carunia Firdausy di sela TWGENPP yang diselenggarakan di Jakarta, Rabu dan dihadiri oleh perwakilan dari delapan negara ASEAN.

Perwakilan dari Kamboja dan Myanmar tidak hadir.

PLTN dalam prinsip Indonesia, urai Deputi Menristek bidang Dinamika Masyarakat itu, merupakan langkah untuk meminimalisasi ketergantungan Indonesia terhadap minyak yang semakin mahal dan batubara yang berdampak pada lingkungan dan pemanasan global.

Ia juga mengingatkan bahwa Indonesia hanya akan mengembangkan PLTN sebesar empat persen saja dari rencana bauran energi nasional pada 2025, seda…

Green Foundation : Ada Bukti PT. Inco Merusak Lingkungan

Asap hitam yang sangat tebal yang setiap saat dikeluarkan pada cerobong diarel pertambangan PT. Inco di Soroako ( foto: Green Foundation)

Makassar, Greenpress- Kunjungan Green Foundation ( Yayasan Hijau) Sulawesi selatan ke lokasi tambang PT. Inco yang ada di Malili Kabupaten Luwu Timur yang terdiri dari satu tim yang tujuannya melihat secara langsung kegiatan opersional perusahaan pertambangan nikel tersebut.

Direktur Green Foundation Sulsel, Husniaty AR (foto: Andi Ahmad)

Hasil investigasi yang didapatkan selama ada di wilayah pertambangan itu sangat jauh didapatkan hasilnya dengan fakta yang ada dilapangan, sejumlah area pemukiman dan lahan yang dekat dengan wilayah pertambangan sangat rusak, seperti rumput-rumput tidak didapatkan lagi berwarna hijau, apalagi bila melihat pemandangan kelangit sejumlah asap tebal menyelemuti areal tersebut akibat dari beberapa buah cerobong dari pertambangan yang setiap saat mengeluarkan asap tebal warna hitam, kata Direktur Green Foundation Sulsel, H…

Greenpeace Seruhkan Moratorium Hutan Bagi Industri Kelapa Sawit

Jakarta, Greenpress-Tak seperti biasanya,Greenpeace yang selama ini dikenal aksi kreatifnya dalam menyuarakan berbagai isu lingkungan, kali ini tampil dengan menyediakan wahana bagi pelaku kunci industri kelapa sawit Indonesia guna menggalang mereka dalam mendukung jeda atau moratorium deforestasi.

Bagi Greenpeace, moratorium bagi semua bentuk konversi hutan termasuk penebangan komersil sangat dibutuhkan guna mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) Indonesia, menjaga keanekaragaman hayati yang kaya serta melindungi penghidupaan jutaan orang di seluruh Indonesia yang merupakan bagian dari masyarakat yang bergantung pada hutan.

Dialog bertajuk “Dapatkah Industri Kelapa Sawit Menghentikan Deforestasi di Indonesia” bertempat di Hotel Borobudur,Jakarta (26/8) dihadiri oleh puluhan produsen dan pemasok besar termasuk Unilever, Sinar Mas beserta perwakilan pemerintah dari Departemen Pertanian penasihat senior Program Aceh Hijau dan Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS).

Menurut Bustar Maitar Juru…