Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September 4, 2008

Beting Es Kutub Utara Berukuran 55 KM Terlepas

Ottawa- Greenpress-Satu beting atau bongkahan es berukuran 55 kilometer persegi di bagian utara Kutub Utara terlepas dari induknya dan mengambang di samudera, tanda terbaru mengenai perubahan iklim secara cepat di wilayah terpencil itu.

Satu tim ilmuwan mengatakan Selasa, beting es Markham, satu dari hanya lima beting es yang tersisa di Kutub Utara, terpisah dari Pulau Ellesmere di Kanada awal Agustus.

Mereka juga menyebut, dua bongkahan besar dengan jumlah total 122 kilometer persegi telah terlepas dari beting es Serson, yang berdekatan, sehingga mengurangi ukuran sebesar 60 persen.

"Peristiwa pemecahan mendasar ini menggaris-bawahi cepatnya perubahan yang terjadi di Kutub Utara," kata Derek Mueller, seorang spesialis beting es Kutub Utara di Trent University di Ontario, dikutip Reuters dan Antara.

"Perubahan ini tak terelakkan di bawah cuaca saat ini dan menunjukkan bahwa kondisi lingkungan hidup yang telah menjaga keseimbangan semua beting es ini selama ribuan tahun suda…

70 Persen Terumbu Karang Sulsel Rusak

Makassar - Sekitar 70 persen terumbu karang di perairan Sulawesi Selatan rusak akibat ulah manusia yang melakukan penangkapan ikan dengan menggunakan bom.


Seorang pejabat Dinas Kelautan Sulsel, Andi Husbawaty, menyatakan bahwa nelayan-nelayan setempat yang menggunakan bom dan bius saat menangkap ikan adalah penyebab utama rusaknya ekosistem laut Sulsel terutama terumbu karang.

Data Pusat Penelitian Terumbu Karang Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Rabu, menunjukkan, dari sekitar 5.000 km2 luas terumbu karang Sulsel, 70 persennya rusak dan 30 persen sisanya dalam kondisi kritis.

Kerusakan terparah terjadi di Kabupaten Bulukumba yang sudah 100 persen rusak, Kabupaten Pangkep 97 persen rusak, Sinjai 86 persen, dan Kabupaten Selayar yang memiliki taman nasional bawah laut "Takka Bonerate" pun 70 persen terumbu karangnya juga rusak. (ant)