Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September 12, 2008

RSPO: Ancaman Utama Bagi Orangutan

Penolakan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) atas seruan moratorium penggundulan hutan merupakan ancaman serius bagi kelangsungan hidup orangutan (Pongo Pygmaeus) di Kalimantan. Argumentasi yang disampaikan mengenai sudah adanya kriteria-kriteria lingkungan dalam Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), sama sekali bukan jaminan bahwa perusahaan kelapa sawit tidak membahayakan orangutan dan habitatnya.

“Fakta menunjukkan bahwa tidak ada relevansi yang nyata antara RSPO dan pembabatan hutan untuk perkebunan kelapa sawit. Kriteria - kriteria dan prinsip - prinsip mengenai perkebunan kelapa sawit yang ramah lingkungan terus dibahas dan disempurnakan dalam Rapat Tahunan RSPO setiap tahunnya, namun hutan dan orangutan terus terbantai setiap tahunnya oleh anggota - anggota RSPO. Ini ironis,” kata Novi Hardianto, Manajer Program Habitat dari Centre for Orangutan Protection (COP)

Investigasi COP di areal konsesi Agro Group dan IOI Group di Kabupaten Kotawaringin Timur - Kalima…

Kenapa Masih Menjadi Aktivis dan Kenapa Masih Bekerja di NGO

Oleh : Jack Rimbawan

Setiap orangtua pasti menginginkan anaknya untuk sukses dalam bekerja di mana kategori sukses menurut orangtua adalah menjadi PNS atau pegawai kantoran. Bahkan, yang bapaknya tentara pasti ingin putranya jadi penerus untuk jadi tentara. Namun pernahkah ada orangtua yang menyarankan anak atau menantunya untuk bekerja menjadi aktivis, atau menjadi sang demonstran?

Kata aktivis dalam penyerapan Bahasa Indonesia adalah seorang yang aktif dalam berkegiatan atau orang yang dalam kehidupannya total memperjuangkan tujuan atau cita-citanya.

Sejarah Pergerakan Bangsa dan Aktivitas

Bila kita masih dapat mengingat pelajaran sejarah dari zaman masih duduk di bangku sekolah sampai kuliah, maka kita tak bisa pungkiri bahwa kemerdekaan bangsa ini karena adanya aktivis-aktivis yang lahir dari para pemuda Bangsa Indoneisa. Di jaman sebelum kemerdekaan atau tepatnya jaman era kebangkitan bangsa para pemuda di Indonesia menyatakan satu visi, satu ideologi dalam sebuah kesamaan, yaitu sam…

Timor Leste "Diserbu" Kodok Bawaan Australia

Canberra, - Militer Australia diduga menjadi "jembatan" bagi serangan kodok yang biasa disebut "cane toad" ke Timor Leste.

Sebagaimana diberitakan Reuters, seorang aktivis lembaga bantuan mengemukakan bahwa pasukan Australia saat masuk Dili secara tidak sengaja menjadi pembawa sejumlah kodok beracun itu.

"Sangat banyak kodok di Timor Leste. Kami tidak tahu cara untuk menyingkirkan atau cara membasminya," kata Simplicio Barbosa dari Care International kepada radio Australia.

Beberapa puluh tahun lalu, para ilmuwan mendatangkan kodok dari Hawaii ke Australia untuk mengendalikan hama kumbang yang ada di tanaman tebu.

Kodok yang aslinya dari Amerika Tengah itu bisa tumbuh hingga beratnya 2,6 kilogram. kelenjar berbisa di kulit mereka beracun bagi para predator seperti buaya.

Sebanyak tiga ribu kodok pada tahun 1935 dilepas ke alam bebas di Australia dan sekarang sudah berkembang biak menjadi lebih dari 200 juta.

Barbosa mengatakan kodok-kodok itu menjadi penumpang …

Presiden Godok Tim Renegosiasi LNG Tangguh

Jakarta- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono masih menggodok nama-nama pejabat yang masuk dalam tim renegosiasi kontrak penjualan gas alam cair atau LNG Tangguh ke China.


Susunan tim segera diumumkan kepada publik setelah Presiden setuju dengan nama-nama yang diserahkan Menteri Keuangan, kata Menkeu Sri Mulyani di Kantor Kepresidenan, Jakarta seperti dikutip Antara.

Menkeu menolak menyebutkan nama-nama yang akan masuk dalam tim renegosiasi yang saat ini telah berada di tangan Presiden Yudhoyono.

"Nanti biar Presiden saja yang menetapkan. Nanti diumumkan setelah Presiden setuju dengan nama yang diusulkan," ujar Menkeu.

Pemerintah telah memutuskan untuk melakukan negosiasi ulang kontrak penjualan LNG dari lapangan Tangguh ke China karena kontrak yang dibuat pada 2004 dengan kenaikan harga minyak dunia saat ini merugikan pemerintah.

Pemerintah akan memfokuskan negosiasi ulang pada penghilangan batas atas harga penjualan gas alam tersebut.

Namun Menkeu menolak membeberkan peluang keberh…

Indonesia Negara Paling Boros Energi

Jakarta - Indonesia negara paling boros energi dibanding banyak negara di dunia seperti Perancis, AS, Kanada, Jepang, Inggris, Jerman, bahkan dibanding Malaysia dan Thailand.

"Jargon kita biar miskin asal sombong harus diubah," kata Dirjen Minyak dan Gas Bumi Departemen ESDM, Evita Legowo, pada Seminar Membangun Strategi Ketahanan Energi yang Berkelanjutan di UI Depok seperti dilansir Antara.

Ia menerangkan, konsumsi energi per kapita Indonesia memang kecil yakni 0,467 toe per kapita dibanding misalnya Jepang 4,14 toe per kapita, namun demikian, intensitas energi Indonesia sampai 470 toe per juta dolar AS PDB sementara Jepang hanya 92,3 toe per juta dolar AS PDB.

Sehingga perbandingan elastisitas, pemakaian energi Indonesia menjadi sangat tinggi yakni 1,84, sementara Jepang hanya 0,1, sedangkan Malaysia 1,69, Thailand 1,16, Perancis 0,47, AS 0,26, Kanada 0,17, Inggris -0,03 dan Jerman -0,12, ujarnya.

Karena itu, sebagai negara boros dan yang 51,66 persen kebutuhan energinya dipa…