Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September 14, 2008

Efisiensi, Satu Pilar Ketahanan Energi

Jakarta,Upaya mewujudkan ketahanan energi diharapkan dapat dicapai dengan implementasi tiga langkah, yakni kebijakan harga energi sesuai mekanisme pasar, efisiensi energi, dan pengembangan energi alternatif. Hal itu ditegaskan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Evita Legowo dalam paparannya di depan peserta Seminar Nasional di Kampus Universitas Indonesia Depok, Rabu (10/9) siang.

Efisiensi dalam hal ini dilakukan dengan penghematan penggunaan energi. Akan tetapi, selain itu juga melalui kewajiban audit energi dan penerapan standar peralatan pemanfaat energi, tambah Dirjen.

Urgensi bagi efisiensi, menurut Evita, didasarkan pada fakta bahwa Indonesia—dilihat dari pencapaian PDB-nya—merupakan negara yang sangat boros dalam pemakaian energi, mengalahkan Thailand dan Malaysia.

Rektor Universitas Indonesia (UI) Gumilar R Somantri ketika membuka Seminar yang diselenggarakan guna memperingati ”25 Tahun Program Studi Pengkajian Ketahanan Nasional” menggarisbawahi pentingnya program konservasi…

Gunung Dukono di Malut Kembali Semburkan Pasir

Ternate- Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara (Halut), Maluku Utara (Malut), kembali menyemburkan pasir dan debu, namun semburan itu dinilai tidak berbahaya, sehingga warga disekitar gunung itu tidak perlu diungsikan.

"Gunung Dukono menyemburkan pasir dan debu, bahkan pasir dan debu itu mengalir sampai ke pemukiman warga, tapi tidak ada perintah dari instansi terkait kepada warga untuk mengungsi," kata Salim, warga Halut di Tobelo yang dihubungi dari Ternate, Sabtu.

Gunung Dukono pada akhir Juli lalu telah menyemburkan material pasir dan debu, bahkan saat itu pasir dan debunya sampai ke Tobelo, ibukota Kabupaten Halut, sehingga sempat mengganggu aktivitas warga setempat.

Ketika dikonfirmasi hal itu, Kepala Pos Pengamatan Gunung Dukono, Iwan Amat mengatakan, semburan pasir dan debu itu menunjukkan bahwa aktivitas vulkaniknya meningkat, namun secara umum masih dianggap wajar sehingga status gunung itu belum dinaikkan (siaga).

Oleh karena itu, masyarakat di sekitar Gunung Duk…

Limbah Minyak Perusahaan Batu Bara Cemari Kutai

Samarinda,- Limbah minyak dari penambangan batu bara milik PT. Lana Harita Indonesia (LHI) mencemari sebagian lahan warga di Desa Tanah Datar, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Manager Keselamatan Kerja dan Lingkungan Hidup PT. LHI, Medan Rante Tanu, saat ditanya oleh wartawan di Samarinda, mengakui bahwa pencemaran itu akibat meluapnya hulu Sungai Karang Mumus sehingga minyak yang ditampung di dalam tanggul tumpah ke sungai.

"Kami mengakui, memang ada pencemaran yang terjadi akibat luapan sungai sehingga minyak yang ada di tanggul tercampur air," ujar Medan Rante Tanu, Sabtu.

Menurut dia, PT. LHI telah melakukan upaya termasuk memberi ganti rugi pada lahan warga yang rusak akibat pencemaran itu. Pihak manajemen telah mengupayakan mengganti lahan yang diduga tercemar serta menyemprot minyak yang masih menempel di rumput agar mencair.

Luapan minyak dari tanggul milik PT. LHI itu terjadi pada pit (lokasi tambang) 59 Tanah Datar, 21 Agustus 2008.

Pihak LHI mengemukakan …