Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September 15, 2008

KLH Akan Bangun Kanal Lumpur

Jakarta-,Kementerian Negara Lingkungan Hidup bekerja sama dengan Institut Teknologi Surabaya merencanakan untuk membangun kanal guna menyalurkan lumpur panas di Sidoarjo, Jawa Timur.

Selama ini, lumpur dialirkan ke sungai Porong dan dikawatirkan dapat mengganggu kapasitas sungai sebagai penahan banjir.

Rasio Ridho Sani, Asisten Deputy Menteri KLH bidang urusan pengelolaan bahan berbahaya dan beracun, mengatakan apabila kondisi sekarang ini tidak bisa ditangani terus menerus, maka salah satu cara yang akan ditempuh adalah membuat saluran ke arah muara.

"Kemudian lumpur akan kita lakukan proses untuk menjadikan daerah tersebut lebih terkendali dan langkah yang kami ambil ini dalam jangka panjang sebenarnya lebih murah," kata Rasio Ridho Sani seperti dikutip BBC.

Hal itu bisa terwujud, tambah Rasio, dengan mengurangi penggunaan peralatan mekanik.

Anggota tim kajian dari ITS, Indrasurya Mochtar, mengatakan secara teknis penggunaan kanal untuk menyalurkan lumpur dilakukan dengan cara …

Perusak Lingkungan Terindikasi Main "Akal-akalan"

Bandarlampung, - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) mengingatkan indikasi upaya "akal-akalan" sejumlah perusahaan pelaku pencemaran lingkungan.

Menurut WALHI, perusahaan yang selama ini membuang limbah tanpa proses pengolahan yang benar, berupaya terlihat menerapkan Mekanisme Pembangunan Bersih (Clean Development Mechanism (CDM) untuk mengubah citra dan mendapatkan dana donor.

Menurut aktivis WALHI, Mukri Friatna, di Bandarlampung, Minggu, indikasi "akal-akalan" itu paling tidak nampak dari upaya beberapa perusahaan pelaku pencemaran yang tiba-tiba berusaha "membersihkan" diri dengan seolah-olah menjadi perusahaan yang paling peduli pada kelestarian alam dan lingkungan hidup.

"Kami punya data dan bukti indikasi semacam itu, termasuk adanya beberapa perusahaan pencemar lingkungan di Provinsi Lampung ini," ujar Mukri yang baru saja melepaskan jabatannya sebagai Direktur Eksekutif WALHI Lampung itu.

Menurut dia, sejumlah perusahaan itu antara la…

Selamatkan Bumi Dengan Daur Ulang Ponsel

Ponsel bekas (Ist.)

Jakarta - Seiring kian membanjirnya ponsel baru di pasaran, ratusan juta ponsel diyakini menjadi tak terpakai penggunanya. Padahal, jika ponsel-ponsel tersebut didaur ulang, justru bisa menyelamatkan bumi.

Para pelaku industri pun mulai menyadari hal tersebut. Digagas oleh Enviromental Protection Agency (EPA), para produsen ponsel, operator hingga retailer tengah menggalakkan kampanye daur ulang ponsel ini.

Program besutan EPA ini bertajuk 'Recycle Your Cell Phone. It's An Easy Call'. Pendukung program ini diantaranya AT&T Wireless, Best Buy, LG Electronics, Motorola, Nokia, Office Depot, Samsung, Sony Ericsson, Sprint, Staples dan T-Mobile.

EPA mengatakan, latar belakang kenapa program ini dibuat adalah karena masih banyak konsumen yang tidak menyadari bahwa ponsel-ponsel mereka yang tidak lagi digunakan dapat didaur ulang. Sebagiannya lagi, tidak tahu dimana tempat untuk mendaur ulang ponsel.

Menurut catatan EPA, diperkirakan hanya dibawah 20% dari pon…