Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September 16, 2008

Orang Bajo dan Pohon Bakau yang Tersisa di Soropia

Suasana Desa Bajo Indah.
Foto: Kamaruddin Azis .

Banyak orang menganggap bahwa Sulawesi Tenggara, adalah kampung kedua bagi warga Sulawesi Selatan. Berangkat dari anggapan ini, dilengkapi dengan bacaan sejarah dan fakta mengenai pengaruh kaum pendatang dari Selatan di ujung kaki pulau Sulawesi ini, citizen jurnalist reporter yang selama ini aktif di panyikul.com, Kamaruddin Azis mencoba membaca ulang hubungan-hubungan sosial budaya tersebut dengan mengamati geliat masyarakat Bajo di satu desa pesisir di bagian timur kota ibu kota provinsi Sulawesi Tenggara. Berikut ulasanya

Setelah diguyur hujan semalam, pagi itu Kota Kendari sedang cerah. Kami meninggalkan kota menuju arah pesisir timur. Setelah melewati Kampung Salo dan Kessi Lampe, pandangan kami tertuju pada pohon-pohon bakau yang rindang dan padat. Pohon-pohon yang menghijau di sepanjang teluk Kendari. Pemandangan itu menjadi tak biasa karena vegetasi ini memang teramat langka dijumpai di kota lainnya.

Pohon bakau terlihat tinggi da…

Crew TV ANTARA Ekspose Potensi TNWK Lampung

Bandarlampung - Sebanyak empat orang crew TV ANTARA (ANTARA TV News milik LKBN ANTARA) dari Jakarta, selama beberapa hari sejak Sabtu (13/9) akhir pekan lalu, berada di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), di Kabupaten Lampung Timur (Lamtim), antara lain untuk mengekspose potensi wisata alam dan daya tarik wisata salah satu hutan hujan tropis tersisa dalam taman nasional di Provinsi Lampung itu.

Menurut Kepala Balai TNWK, MZ Hudiyono, di Way Kambas, Senin, pihaknya terbuka untuk kunjungan liputan media massa seperti itu, dan siap membantu kelancaran mereka.

Crew TV ANTARA itu, yang menginap di TNWK, akan merekam flora dan fauna serta potensi hutan seluas 125.621,30 ha yang memiliki sejumlah spesies langka dan dilindungi di dunia.

Di hutan itu, terdapat habitat alami sejumlah mamalia besar langka di dunia, seperti harimau, badak, dan gajah liar.

Dalam beberapa tahun terakhir, menurut beberapa lembaga penelitian dan LSM di TNWK, tingkat populasi badak sumatera bercula dua (Dicerorhinus sumatre…

Kinerja 62 Persen Pemegang HPH Dinilai Buruk

Jakarta- LSM lingkungan hidup Greenomics Indonesia menyatakan 61,54 persen perusahaan pemegang HPH (Hak Pengusahaan Hutan) yang beroperasi di Kalimantan masuk dalam kategori berkinerja buruk dan sangat buruk dalam hal pemanfaatan kayu secara lestari.

Seperti dikutip dari keterangan tertulis Greenomics yang dilansir ANTARA, di Jakarta, Senin, kondisi tersebut tidak terlalu mengejutkan karena lebih dari setengah jumlah pemegang HPH di Kalimantan (51,28 persen) memiliki kinerja buruk dalam melakukan investasi dan re-investasi terhadap pengelolaan hutan lestari.

"Temuan ini merupakan hasil evaluasi terhadap 40 perusahaan HPH di Kalimantan yang mengelola areal konsesi total seluas 3,48 juta hektar," kata Elfian Effendi, Direktur Eksekutif Greenomics Indonesia menyampaikan hasil analisa Greenomics terhadap hasil penilaian kinerja Lembaga Penilai Independen (LPI) Departemen Kehutanan selama periode 2005-2007.

Sebaran HPH ini adalah 19 di Provinsi Kalimantan Timur, 16 di Kalimantan Ten…