Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember 26, 2008

Kebijakan Lingkungan Tidak Pro Rakyat

Jakarta – Berbagai kebijakan mengenai lingkungan masih dianggap belum mendukung kebutuhan rakyat, sehingga mengakibatkan terjadinya penurunan kualitas sumber daya manusia, dan menimbulkan banyak konflik. Sebagai contoh, setidaknya ada 500 pekerja seks komersial (PSK) muncul setiap tahun lantaran pembukaan pertambangan atau makin buruknya kondisi lingkungan di daerah.

Demikian benang merah yang ditarik dari acara “Environment Outlook 2008” yang digelar Wahana Lingkungan Hidup (Walhi), di Jakarta, pekan lalu.

Rieke Dyah Pitaloka, aktivis masalah anak dan perempuan, pada acara tersebut mensinyalir kerusakan lingkungan menjadi salah satu penyebab tingginya angka penjualan anak dan perempuan. “Ada korelasi yang jelas antara kerusakan lingkungan hidup dan penjualan anak dan wanita,” ujarnya.

Selama ini perempuan dan anak-anak dianggap paling rentan terhadap dampak kerusakan lingkungan, karena kerusakan lingkungan membuat pendapatan makin menurun. Kondisi ini mengakibatkan munculnya prostitusi…