Langsung ke konten utama

Paus Raksasa Terdampar di Pantai Batubelig

Denpasar, - Satu ikan paus dengan panjang tubuh 12 meter bergaris tengah sekitar 1,5 meter, terdampar di Pantai Batubelig, Kerobokan, Kabupaten Badung.

Ikan yang sudah dalam kondisi menebarkan bau busuk itu, terdampar di pantai setelah digiring ombak cukup besar pada Rabu (14/1) siang sekitar pukul 12.00 wita.

Wartawan ANTARA dari pantai sekitar 12 kilometer baratdaya Kota Denpasar, Kamis melaporkan, bangkai mamalia perairan laut yang sudah tergolong langka itu, tampak dikerubuti puluhan warga yang ingin menyaksikannya.

Tidak hanya warga lokal, tetapi sejumlah turis asing yang tengah berlibur di Pulau Dewata pun, terkesan kagum menyaksikan satwa yang berbaring kaku di hamparan pasir putih.

Beberapa "bule" tersebut tampak berusaha mengabadikan ikan paus dari beberapa sisi dengan kamera foto video yang dibawanya.

Kabid Kelautan Dinas Perikanan dan Kelautan Badung I Made Suarta menyebutkan bahwa pihaknya belum tahu persis jenis atau identitas ikan paus yang terdampar di siang berderang itu.

Meski demikian, lanjut dia, pihaknya tidak bermaksud melakukan uji laboratorium terhadap binatang yang sudah menebar bau busuk ke sekelilingnya.

"Kondisinya sudah sangat busuk, sehingga tidak mungkin untuk dilakukan uji lab guna mengetahui jenisnya," katanya.

Mengenai penyebab matinya satwa raksasa itu, Suarta belum dapat memastikan. Namun dugaan sementara ikan telah mati di tengah laut sejak beberapa hari lalu.

"Begitu mati, ikan tidak langsung `mendarat` melainkan baru menepi ke pantai setelah digiring ombak besar," katanya.

Selain menjadi tontonan, ikan yang biasa diambil minyaknya untuk berbagai keperluan itu, tampak rampai diperebutkan dagingnya oleh warga setempat.

Paus malang terlihat ramia disisit atau dipotong-potong menggunakan pisau dan kampak oleh warga setempat untuk diambil daging dan tulangnya.

Peristiwa terdamparnya ikan maut mati kali ini, merupakan yang kedua kalinya setelah kasus serupa muncul di Pantai Tabanan pekan lalu. (Ant)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jurnalistik Lingkungan : Tantangan dan Kiat

Oleh : IGG Maha Adi
___________________________________________

Lingkungan hidup
• Seluruh benda, daya, keadaan dan makhluk hidup, yang memengaruhi perikehidupan dan kesejahteraan makhluk hidup. (UU No.23/1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup)
• Memengaruhi  Berinteraksi

Jurnalistik Lingkungan
• Kegiatan pemberitaan [mengumpulkan, memproses dan menerbitkan informasi yang bernilai berita] masalah-masalah lingkungan hidup.

Berita Lingkungan
Berita lingkungan hidup memiliki beberapa ciri, antara lain:
• menunjukkan interaksi saling memengaruhi antar- komponen lingkungan
• berorientasi dampak lingkungan
• pemberitaan dapat dari level gen hingga level biosfer

Apa Itu Berita Lingkungan ?
• Berita lingkungan hidup sering tidak dapat dibedakan dari berita-berita masalah sosial seperti kesehatan, kemiskinan, bahkan kriminalitas. Masalah dampak lingkungan hampir selalu berkaitan dengan persoalan lain yang kompleks.
• Patokan yang fleksibel diperlukanKisi-kisi: int…

Potensi Tambang Sulawesi Tenggara dalam Kepungan Investor

Gambar kegiatan eksplorasi tambang nikel di Pulau Lemo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. foto: yoshasrul

Sektor pertambangan provinsi Sulawesi Tenggara cukup potensial dan menjadi perhatian investor nasional maupun asing yang bergerak di bidang pertambangan. Sulawesi Tenggara memiliki kandungan tambang yang sangat potensial dan telah banyak perusahaan yang telah melakukan eksplorasi utamanya kabupaten Buton, Konawe, Konawe Utara, dan kabupaten lain di Sulawesi Tenggara. Hal ini membuktikan bahwa Sulawesi Tenggara memilki potensi pertambangan yang dapat diandalkan, namun belum dioptimalkan pemanfaatannya.

Potensi pertambangan yang dimiliki oleh Sulawesi Tenggara diantaranya adalah Tambang aspal di Kabupaten Buton, Tambang nikel di kabupaten Kolaka, Konawe Utara dan Konawe, potensi tambang marmer, batu granit dan krom tersebar di beberapa kabupaten di Sulawesi Tenggara dan untuk potensi tambang minyak di Kabupaten Buton Utara dan Buton. Khusus untuk tambang aspal, beberapa perusahaan …

Pengerukan Pasir Sungai Pohara Kabupaten Konawe

Tampak pada gambar, bantaran sungai setiap harinya terkikis, akibat ulah perusahaan penambang pasir yang menggunakan mesin pompa air. Mesin tersebut sangatlah mempengaruhi bantaran sungai. foto: yoshasrul

Konawe, Greenpress-Aktifitas penambangan pasir ilegal di sungai pohara oleh warga setempat telah menyebabkan terjadinya degradasi lingkungan yang luar biasa. Sungai yang kian dalam menyebabkan badan tanah disepanjang sungai mengalami erosi yang hebat.

Warga yang bermukim di pinggiran Sungai Pohara, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara pun terancam bencana. Satu rumah masyarakat bahkan telah ambruk dan terbawah arus. Tubir sungai kian jauh masuk ke lahan pemukiman masyarakat. "Dalam tiga bulan tanah ini telah ambrol sejauh lima belas meter,"kata Dareman warga Desa Pohara, Kecamatan Sampara.


“Dengan adanya penambangan pasir yang menggunakan Pompa Pengisap Pasir di Ke 3 desa ini yaitu, desa Polua, Desa Amoare, Desa Andadowi, Kabupaten Konawe membawa dampak yang besar. Seperti yang…