Bupati Datang, Pengolah Kayu Berhenti Sementara

Kolaka, Greenpress-Ada yang menarik dari perjalanan Bupati dan Wakil Bupati Kolaka serta Komandan Kodim 1412 Kolaka ke Desa Awiu Kecamatan Lambandia, Senin (2/3), yakni berhentinya sementara aktifitas pengolahan kayu sepanjang jalan Iwoimenggura-Taore .

Padahal, pekan lalu, saat Bupati Buhari Matta untuk pertama kalinya berkunjung ke Desa Taore dan Awiu, Buhari sempat "geleng-geleng"

kepala menyaksikan perambahan hutan yang tak terkendali, sehingga kepala Dinas Kehutanan mendapat teguran.

Betapa tidak, saat itu, sepanjang perjalanan dari Desa Iwoimenggura ke Desa Taore, Bupati mendapati kawanan pengolah kayu yang tengah beraktivitas. Puluhan tenda-tenda para pengolah kayu berdiri sepanjang jalan, sementara raungan puluhan mesin gergaji bersahut-sahutan terdengar dari dalam hutan.

Sementara beberapa gugusan pegunungan terlihat sudah gundul akibat penebangan kayu yang tak terkendali, apalagi diperparah dengan pembukaan kebun. Belum ada informasi tentang berapa luas potensi kerusakan hutan akibat pengolahan kayu yang tidak terkendali ini. Masalahnya, pihak Dinas Kehutanan tidak pernah mau terbuka soal yang satu ini.

Dua hari setelah kunjungan pertama Bupati Ke Desa Taore pekan lalu dan mendapati maraknya pengolahan kayu yang tanpa terkendali, Tim Jarinkmas dan sejumlah rekan wartawan kembali melakukan monitoring terhadap perkembangan lapangan. Hasilnya, aktivitas pengolahan kayu secara tak terkendali masih merajalela. Raungan puluhan mesin gergaji masih terdengar , puluhan pohon kayu tumbang hanya dalam hitungan menit. Sementara, sepanjang jalan Iwoimenggura -Taore, puluhan kubik kayu siap angkut melintang dipinggir jalan, sebagian ada yang ditutupi daun. Tiga truk pengangkut kayu juga dijumpai sedang memuat kayu.

Puluhan tenda pengolah juga berdiri sepanjang jalan. Dari pembicaraan dengan beberapa pengolah kayu, rupanya informasi tentang lawatan Bupati yang akan kembali berkunjung tanggal 2 Maret sudah diketahui para pengolah kayu. Bahkan, dengan polosnya para pengolah kayu yang tidak mengetahui jika "tamu" yan diajak bercerita
adalah rekan wartawan, mengaku jika sebelum hari H kunjungan kerja Bupati, mereka untuk sementara harus berhenti mengolah kayu.

Menurut cerita pengolah, Perintah berhenti sementara itu datang dari pihak Dinas Kehutanan Kolaka. Namun, hal itu dibantah Kepala Dinas Kehutanan, H Abd Rahim.
Bahkan, agar mengesankan bahwa aktivitas pengolahan kayu diwilayah itu sudah benar-benar "bersih", maka kayu olahan siap angkut yang masih terhampar disepanjang jalan agar dibersihkan.

Begitupun tenda-tenda pengolah yang berdiri disepanjang jalan diminta dibersihkan. Dan terbukti, ketika Bupati dan rombongan Kunker tanggal 2 Maret kemarin, aktivitas pengolah kayu untuk sementara benar-benar tidak lagi terlihat, tenda-tenda pengolah yang berdiri sepanjang jalan juga sementara bersih, kecuali beberapa tenda yang tersembunyi dari jalan masih dijumpai.Tak terlihat satupun truk kayu maupun bunyi mesin gergaji yang terdengar.

Kendati tidak lagi menemukan tumpukan kayu siap angkut disepanjang jalan Taore, namun saat tatap muka dengan warga Desa Taaore di Balai desa, Bupati Buhari Matta kembali mengajak masyarakatnya untuk bersama-sama menjaga hutan agar tidak dirambah.

Menurutnya, jika hutan sudah rusak, maka akan menjadi ancaman bagi keselamatan maupun kesejahteraan warga itu sendiri. Apalagi jika gunung yang dirambah berada pada kemiringan yang tinggi. "Kalau hutan rusak, hujan turun maka banjir tidak bisa dihindari," kata Buhari mengajak masyarakat agar bersama-sama menjaga hutan.

Hal senada dikatakan Komandan Kodim 1412 Kolaka, Letkol (Inf) Edi Suroso. Dandim mengajak warga bersama-sama menjaga hutan agar tidak rusak dengan pendekatan perang.

Menurutnya, dari segi kelengkapan peralatan senjata, Indonesia mungkin masih kalah dengan Negara lain seperti Malaysia, namun demikian kita tidak akan pernah kalah hanya karena kelengkapan peralatan yang kalah. Sebabnya, karena Indonesia
memiliki strategi gerilya perang dan memiliki hutan yang luas. "Yakinlah, walaupun kita kalah peralatan yang canggih,tetapi kita tidak akan pernah kalah taktik dan gerilya, kita punya kemampuan gerilya, kecuali hutan kita sudah habis digunduli, maka dengan mudah kita akan dikalahkan," katanya. (SABAR/Yos)
Share on Google Plus

About Editor

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar: