Langsung ke konten utama

Perubahan Iklim Munculkan Penyakit Tanaman Baru

Bengkulu, Greenpress- Perubahan iklim telah memunculkan penyakit baru pada tanaman Kakao di Pulau Enggano yang disebut petani dengan `hitam buah`, kata Koordinator Program Yayasan Kanopi Supintri Yohar, yang melakukan pendokumentasian perubahan iklim di pulau terluar itu belum lama ini.


"Karena menurut pengakuan masyarakat penyakit ini belum pernah muncul sama sekali dan terori yang ada juga menyebutkan bahwa dampak perubahan iklim salah satunya memunculkan penyakit baru baik bagi tanaman maupun manusia," katanya seperti dilansir Antara.

Dari hasil dokumentasi Yayasan Kanopi tanaman Kakao petani di Pulau Enggano mulai terserang `hitam buah` dalam satu bulan terakhir.

Menurut petani setempat, kata dia, penyakit ini muncul setelah daerah tersebut dilanda hujan dengan intensitas tinggi.

"Belum bisa dipastikan apakah penyakit ini muncul akibat curah hujan yang terlalu tinggi karena yang pasti petani di sana mengaku baru kali ini menemui penyakit seperti ini," katanya.

Penyakit `buah hitam`, kata Supintri, menyerang buah kakao mulai dari buah muda hingga buah yang sudah bisa dipanen.

Dia mengatakan, yang menjadi keresahan petani setempat adalah serangan penyakit terhadap buah yang masih muda karena otomatis tidak akan bisa dipanen.

"Untuk sementara petani menanggulangi dengan memangkas buah yang terkena penyakit dengan harapan tidak menular ke buah yang lain," katanya.

Selain munculnya penyakit baru, perubahan iklim di Pulau Enggano yang berhasil didokumentasikan pihaknya adalah perubahan cuaca yang tidak teratur.

"Petani dan nelayan di Enggano tidak bisa lagi memperkirakan musim, sebagaimana selama ini bisa diperkirakan dan ini berpengaruh dengan kegiatan pertanian dan nelayan, bahkan tidak sedikit yang gagal panen karena esktrimnya cuaca," tambahnya.

Tujuan dokumentasi ini, kata dia, untuk memunculkan kesadaran masyarakat tentang aktivitas yang bisa memicu laju perubahan iklim, diantaranya penebangan hutan dan eksploitasi terumbu karang.

"Yang paling penting adalah kesiapan masyarakat menghadapi perubahan iklim karena merekalah yang merasakan dampaknya dan berhubungan langsung dengan aktivitasnya sehari-hari," terangnya.(Ant)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Potensi Tambang Sulawesi Tenggara dalam Kepungan Investor

Gambar kegiatan eksplorasi tambang nikel di Pulau Lemo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. foto: yoshasrul

Sektor pertambangan provinsi Sulawesi Tenggara cukup potensial dan menjadi perhatian investor nasional maupun asing yang bergerak di bidang pertambangan. Sulawesi Tenggara memiliki kandungan tambang yang sangat potensial dan telah banyak perusahaan yang telah melakukan eksplorasi utamanya kabupaten Buton, Konawe, Konawe Utara, dan kabupaten lain di Sulawesi Tenggara. Hal ini membuktikan bahwa Sulawesi Tenggara memilki potensi pertambangan yang dapat diandalkan, namun belum dioptimalkan pemanfaatannya.

Potensi pertambangan yang dimiliki oleh Sulawesi Tenggara diantaranya adalah Tambang aspal di Kabupaten Buton, Tambang nikel di kabupaten Kolaka, Konawe Utara dan Konawe, potensi tambang marmer, batu granit dan krom tersebar di beberapa kabupaten di Sulawesi Tenggara dan untuk potensi tambang minyak di Kabupaten Buton Utara dan Buton. Khusus untuk tambang aspal, beberapa perusahaan …

Otto Soemarwoto, Guru Besar Pro Lingkungan & NKRI

Guru besar emeritus Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, ini seorang tokoh yang pro lingkungan hidup dan pro Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Doktor dalam Plant Physiology, Universitas California, Berkeley, AS, kelahiran Purwokerto, Jawa Tengah, 19 Februari 1926, ini mengatakan setiap proyek harus bertujuan untuk memperkuat NKRI dan lingkungan hidup.


Prof Dr Otto Soemarwoto yang dikenal rendah hati dan sederhana, itu mengatakan selama ini banyak kegiatan pembangunan yang mengabaikannya. Dia memberi contoh, pembangunan transportasi yang lebih banyak diarahkan pada transportasi darat. Padahal Indonesia adalah negara kelautan. Akibatnya, laut belum menjadi penghubung, melainkan pemisah.

Menurut suami dari Idjah Natadipraja MA dan ayah dari Gatot Soemarwoto, Rini Soemarwoto dan Bambang Soemarwoto, itu pembangunan juga masih bersifat Jawa-sentris sehingga menimbulkan iri hati dan berujung kehendak untuk memisahkan diri. Menurutnya, sekitar 80 persen pembangunan jalan tol ada di…

Jurnalistik Lingkungan : Tantangan dan Kiat

Oleh : IGG Maha Adi
___________________________________________

Lingkungan hidup
• Seluruh benda, daya, keadaan dan makhluk hidup, yang memengaruhi perikehidupan dan kesejahteraan makhluk hidup. (UU No.23/1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup)
• Memengaruhi  Berinteraksi

Jurnalistik Lingkungan
• Kegiatan pemberitaan [mengumpulkan, memproses dan menerbitkan informasi yang bernilai berita] masalah-masalah lingkungan hidup.

Berita Lingkungan
Berita lingkungan hidup memiliki beberapa ciri, antara lain:
• menunjukkan interaksi saling memengaruhi antar- komponen lingkungan
• berorientasi dampak lingkungan
• pemberitaan dapat dari level gen hingga level biosfer

Apa Itu Berita Lingkungan ?
• Berita lingkungan hidup sering tidak dapat dibedakan dari berita-berita masalah sosial seperti kesehatan, kemiskinan, bahkan kriminalitas. Masalah dampak lingkungan hampir selalu berkaitan dengan persoalan lain yang kompleks.
• Patokan yang fleksibel diperlukanKisi-kisi: int…