Langsung ke konten utama

Sembarang Buang Sampah Bakal Didenda

Kendari,Greenpress-Kerja keras Pemkot mengejar Adipura 2009 dengan menurunkan PNS, Muspida dan organisasi masyarakat melakukan kerja bakti ternyata belum mengubah perilaku sebagian masyarakat menghargai hidup bersih. Itu terbukti setelah ditangkapnya dua buah mobil pengangkut sampah dari toko bangunan yang hendak membuang sampah sembarang tempat.

Perilaku itu diketahui setelah Wali Kota Kendari, Asrun menginstruksikan agar Satpol PP mengontrol semua titik pantau selama 24 jam. Kedua mobil yang berhasil diamankan Satpol PP adalah milik Toko Bangunan Cahaya Aluminium dan Harapan Wua-Wua. Hanya dalam waktu satu pekan, dua mobil pembuang sampah liar disita saat hendak membuang sampah di sekitar jalan By Pass.

Kedua mobil tersebut dilepas dengan catatan, harus menandatangani surat pernyataan tidak akan mengulang perbuatan yang melanggar perda nomor 4 tahun 1996 tentang Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan (K3). Wali Kota Kendari, Asrun mengatakan dirinya cukup prihatin dengan perilaku masyarakat yang masih tidak sadar akan pentingnya nilai kebersihan. Ia mengimbau agar masyarakat yang hendak membuang sampah dalam kapasitas besar, harus langsung ke TPA, terutama yang memiliki kendaraan dan pertokoan.

"Untuk mengubah dan mengawasi perilaku buruk itu, saya intruksikan Satpol PP agar beberapa titik rawan dijaga. Mereka (Satpol PP) juga akan mendata warga atau pertokoan yang sering membuang sampah sembarangan. Kita nantinya akan terapkan sistem denda apabila terbukti lagi melanggar ketentuan itu," terang Asrun seperti dikutip Kendari Pos.

Pasangan Musadar Mappasomba itu menyadari, untuk menertibkan masyarakat memang mestinya menggunakan sistem denda. Hanya, pada awal penerapannya, mesti memberikan dulu peringatan demi membangun kesadaran yang lebih tinggi. Ketika peringatan yang diberikan tetap dilanggar, maka sistem denda akan berlaku.

"Konsekuensi bagi pembuang sampah secara liar harus dengan denda memang. Tapi tidak boleh langsung didenda, cukup diperingati agar sadar dulu. Denda yang akan diterapkan yakni mereka yang membuang sampah bukan pada tempatnya (dalam kapasitas tertentu, red) akan disanksi dengan timbunan dan meratakan tempatnya membuang sampah sampai sampahnya tidak kelihatan," terangnya. Bahkan sanksi terberat akan mengarah pada pencabutan izin usaha dan izin operasional kendaraan.

Wali Kota juga berjanji akan memberikan surat teguran pada pemilik toko yang suka membuang sampah sembarangan. "Tapi, kita akan data dulu pemilik toko atau masyarakat yang suka membuang sampah sembarang," pungkasnya.

Kukuhkan Kelompok Peduli Sampah

Akhir pekan lalu, Wali Kota juga mengukuhkan kelompok peduli sampah (KPS) di Kelurahan Benu-Benua Kecamatan Kendari Barat. KPS bertugas menangani persoalan sampah di seluruh Kelurahan Benu-Benua yang keanggotaanya terbagi 3, meliputi kelompok Dasa Wisma, LPM, staf kelurahan dan komunitas pemulung.

Koordinator KPS Benu-Benua, M Jayadi mengatakan, inisiatif pembentukan kelompok peduli sampah lahir sebagai upaya mendukung program Pemkot Kendari meraih Adipura. Pemberdayaan kelompok tersebut bukan hanya berorientasi pada kepedulian terhadap lingkungan, namun juga dapat dikelola dalam menghasilkan sumber ekonomi masyarakat.

"Jika kelompok ini terorganisir, itu bisa menghasilkan nilai rupiah. Apalagi dengan keberadaan pemulung, bisa dimanfaatkan. Konsep ini juga bisa mengubah perilaku pemulung yang hanya mengambil sampah yang dibutuhkan dan selebihnya dihamburkan. KPS bisa mengoordinir persoalan sampah, termasuk mengubah image jelek masyarakat pada komunitas pemulung," terang M Jayadi yang juga Ketua BKM Keluarahan Benu-Benua. Wali Kota cukup mengapresiasi ide tersebut. Ia mengharapkan, KPS dapat terbentuk pada semua kelurahan di Kota Kendari. Pasalnya, kesuksesan dalam meraih dan mempertahankan adipura sangat dipengaruhi partisipasi masyarakat. Apalagi, KPS dapat menjadi wadah peningkatan sumber pendapatan keluarga.

Kehadiran Asrun di Kelurahan Benu-Benua tak sekadar mengukuhkan KPS. Namun, agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah peresmian pembangunan masjid Madani Benu-Benua. Selain itu, agenda lain yang adalah penutupan lomba antar dasa wisma baik lomba kebersihan, lomba masakan tradisional dan lomba miron atau keterampilan membuat karya seni dengan menggunakan kain sarung.(Kepos)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Potensi Tambang Sulawesi Tenggara dalam Kepungan Investor

Gambar kegiatan eksplorasi tambang nikel di Pulau Lemo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. foto: yoshasrul

Sektor pertambangan provinsi Sulawesi Tenggara cukup potensial dan menjadi perhatian investor nasional maupun asing yang bergerak di bidang pertambangan. Sulawesi Tenggara memiliki kandungan tambang yang sangat potensial dan telah banyak perusahaan yang telah melakukan eksplorasi utamanya kabupaten Buton, Konawe, Konawe Utara, dan kabupaten lain di Sulawesi Tenggara. Hal ini membuktikan bahwa Sulawesi Tenggara memilki potensi pertambangan yang dapat diandalkan, namun belum dioptimalkan pemanfaatannya.

Potensi pertambangan yang dimiliki oleh Sulawesi Tenggara diantaranya adalah Tambang aspal di Kabupaten Buton, Tambang nikel di kabupaten Kolaka, Konawe Utara dan Konawe, potensi tambang marmer, batu granit dan krom tersebar di beberapa kabupaten di Sulawesi Tenggara dan untuk potensi tambang minyak di Kabupaten Buton Utara dan Buton. Khusus untuk tambang aspal, beberapa perusahaan …

Jurnalistik Lingkungan : Tantangan dan Kiat

Oleh : IGG Maha Adi
___________________________________________

Lingkungan hidup
• Seluruh benda, daya, keadaan dan makhluk hidup, yang memengaruhi perikehidupan dan kesejahteraan makhluk hidup. (UU No.23/1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup)
• Memengaruhi  Berinteraksi

Jurnalistik Lingkungan
• Kegiatan pemberitaan [mengumpulkan, memproses dan menerbitkan informasi yang bernilai berita] masalah-masalah lingkungan hidup.

Berita Lingkungan
Berita lingkungan hidup memiliki beberapa ciri, antara lain:
• menunjukkan interaksi saling memengaruhi antar- komponen lingkungan
• berorientasi dampak lingkungan
• pemberitaan dapat dari level gen hingga level biosfer

Apa Itu Berita Lingkungan ?
• Berita lingkungan hidup sering tidak dapat dibedakan dari berita-berita masalah sosial seperti kesehatan, kemiskinan, bahkan kriminalitas. Masalah dampak lingkungan hampir selalu berkaitan dengan persoalan lain yang kompleks.
• Patokan yang fleksibel diperlukanKisi-kisi: int…

Gerakan Pro Lingkungan Kian Tumpul

Oleh : Yos Hasrul*

Saat perkebunan dan tambang menyerbu . Bentang hutan alam di negeri-negeri ini sebagian besar telah hilang. Coba lihat, gunung-gunung telah gundul. Pohon-pohon tercerabut dari tanah. Tanah desa berubah jadi kubangan raksasa. Jalan raya sebagian besar rusak parah. Kata kesejahteraan masih sangat jauh dari rakyat.

Nasib rakyat tetap sama, meski investor berlomba-lomba mengkavling tanah. Tak ada perubahan.

Dua hari lalu, saya sempat mampir di bumi konawe utara. Menjejal jalan-jalan di ujung desa. Melewati rumah-rumah yang berdebu dan jauh dari sebutan sejahtera. Sepanjang mata memandang hanya terlihat pohon sawit berjejal hingga ke puncak bukit. Seluruh hutan alam telah berganti pohon sawit. Di belakang desa, gunung-gunung mulai bolong-bolong.

Saya mampir di salah satu perkampungan eksodus ambon di Desa Tobi Meita. Nama desa Tobi Meita dalam bahasa setempat berarti gunung tinggi. Nama ini diambil karena di belakang desa gugus pengunung menjulang berderet de…