Langsung ke konten utama

Greenpeace dan Muria Institute Luncurkan Komik Anti Nuklir

Jepara, Greenpress- Greenpeace dan Muria Institute meluncurkan komik anti-nuklir “Nuclear Meltdown – A Message From the Darkness”, bertepatan dengan hari peringatan Tragedi Chernobyl, bencana nuklir terburuk sepanjang sejarah yang terjadi pada 1986 .

Sebelum dilakukan peluncuran komik antinukir, yang bertempat di Gedung PCNU Jepara di Jalan Pemuda (25/4), dilakukan diskusi yang mengupas tentang bahaya nuklir, termasuk tragedi Chernobyl 26 April 1986. Setelah diskusi, seluruh peserta diskusi ditantang untuk menjawab sejumlah pertanyaan tentang nuklir.

Lima pertanyaan tentang nuklir, yakni tentang kapan tragedi Chernobyl terjadi, sejumlah daerah di Indonesia yang akan menjadi rencana pemerintah membangun PLTN, jumlah korban Chernobyl, hingga penemu energi atom berhasil terjawab.

Peserta diskusi yang berhasil menjawab masing-masing pertanyaan mendapatkan hadiah kaus anti nuklir. Kemudian dilakukan pemutaran film tentang dampak radiasi nuklir di Kazakstan selama 10 menit.

Film berdurasi pendek itu memprelihatkan sejumlah warga yang mengalami dampak radiasi nuklir, seperti kondisi tubuh yang menyusut, menderita tumor otak, pertumbuhan melambat, sakit jiwa, menderita leukemia, dan penyakit ginjal, serta sejumlah penyakit yang membahayakan lain.

Menurut Findi, media kampanye Greenpeace, peluncuran ini merupakan satu dari serangkaian acara yang diselenggarakan oleh kelompok-kelompok lokal Jepara yang menentang rencana pemerintah Indonesia untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Jawa Tengah.
“Komik ini sendiri membidik kaum muda di kawasan Asia Tenggara, dan beberapa waktu sebelumnya sudah diluncurkan di Filipina.,”katanya.

Pada 2007, para ulama dan tokoh agama Islam di Jepara telah medeklarasikan bahwa pembangunan PLTN di wilayah itu adalah haram hukumnya. Greenpeace terus mendukung komunitas setempat dalam melakukan perlawanan terhadap rencana pembangunan PLTN, karena membahayakan kesehatan masyarakat, lingkungan dan tingginya biaya yang harus dikeluarkan. Apalagi daerah ini rentan terhadap gempa bumi, letusan vulkanis, serta dekat dengan Gunung Merapi yang berstatus aktif.

Acara hari ini yang digalang oleh Muria Institute dan komunitas-komunitas lokal, serta dihadiri Kelompok anak muda Greenpeace “Solar Generation”, juga menyajikan orasi serta pertunjukan seni yang menegaskan bahaya tenaga nuklir.

“Greenpeace dan Muria Institute merasa bahwa kaum muda perlu disadarkan akan bahaya dari penggunaan tenaga nuklir, karena merekalah yang akan paling merasakan dampak buruk dari penggunaan teknologi kotor dan berbahaya ini. Jika pemerintah Indonesia bersikeras membawa negara ini ke jalan nuklir, artinya mereka akan mewariskan bahaya, ketidakamanan dan hutang pada generasi muda,” tegas Tessa de Ryck, Jurukampanye Nuklir Greenpeace Asia Tenggara.

Saat ini tenaga nuklir telah dipublikasikan secara salah sebagai salah satu solusi untuk perubahan iklim, dan sebagai cara untuk memenuhi kebutuhan energi dunia yang makin meningkat. Ini dilakukan terutama oleh para konsultan yang didanai oleh industri nuklir.

Secara global, industri ini mencoba untuk mempengaruhi generasi muda agar melihat image tenaga nuklir lebih positif, setelah lebih dari dua dekade ini terus ditolak. Tetapi masalah dari tenaga nuklir ini tak pernah berubah, yakni masalah keamanan dan hingga saat ini belum ada cara aman untuk menyimpan limbah nuklir. Dengan biaya tinggi serta waktu perencanaan dan pembangunan, reaktor nuklir bukan solusi untuk memecahkan masalah perubahan iklim.

Greenpeace tergugah oleh pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono baru-baru ini di Magelang, bahwa dia tidak setuju pembangunan reaktor nuklir selama masih ada alternatif yang lebih baik. Indonesia adalah negara yang mempunyai sumber daya energi panas bumi terbesar di dunia dan sudah punya rencana memproduksi 5 gigawatts energi dari tenaga panas bumi ini pada 2014.

Selain itu, Greenpeace juga mendesak pemerintah untuk meningkatkan energi yang bersumber dari angin, sinar matahari dan mikro hidro, serta memperbaiki sistem hukum dan regulasi, yang selama ini jadi ganjalan pada investasi energi terbarukan. Peningkatan besar produksi energi terbarukan, penghentian penggunaan batu bara, penghapusan rencana pembangunan reaktor nuklir, harus dipadukan dan diimplementasikan dalam satu program efisiensi energi berskala besar.

“Solusi terbaik mengurangi emisi gas rumah kaca sebagai penyebab perubahan iklim, adalah dengan mengalihkan investasi dari teknologi kotor berbahaya seperti batu bara, minyak dan nuklir, menjadi energi terbarukan yang bersih seperti panas bumi dan tenaga angin, demi memberikan generasi muda masa depan yang lebih bersih dan aman,” Tandasnya.(Marwan Azis)



Komentar

Pos populer dari blog ini

ACARA GREEN FESTIVAL 2008

Jalan Masuk

Acara Green Festival 2008 sendiri akan mengambil tempat di Parkir Timur Senayan. Dari layout gambar yang dirilis panitia, pintu masuk Greenfest berada di sisi utara Parkir Timur Senayan, sedangkan panggung utama berada di ujung selatannya (membelakangi jalan raya Sudirman).


Untuk mempermudah akses masuk ke Green Festival, Anda disarankan masuk ke komplek Senayan melalui Century Atlit (Jl Pintu 1) atau TVRI (Jl Gerbang Pemuda) untuk selanjutnya langsung menuju Parkir Timur Senayan.

Pentas Musik
- T ai ko Jepang (alat tabuh): Jumat 16.10
- Choir Kid Purwacaraka: Jumat 16.25
- Capoeira: Jumat 19.05
- Nugie: Jumat 20.10
- Letto: Jumat 20.45
- SD Citra Indonesia : Sabtu 10.30
- Dwiki & The Next Gen: Sabtu 13.25
- SD & SMA Harapan Bangsa: Sabtu 14.25
- Nabila & Smart: Sabtu 15.45
- Ulli Sigar Rusady & Super Bintang: Sabtu 19.05
- Maliq & d'Essentials: Sabtu 19.25
- Marcell: Sabtu 20.15
- Ta ta loe: Minggu 10.30 & 17.00
- Bina Vokalia: Minggu 1…

Mencumbu Wisata Air Terjun Moramo

Pepohonan rimbun tumbuh subur disepanjang jalan. Sebagain telah berumur dan berukuran besar.  Batu dan pohon-pohon berbalur lumut begitu mudah dijumpai.

Potensi Tambang Sulawesi Tenggara dalam Kepungan Investor

Gambar kegiatan eksplorasi tambang nikel di Pulau Lemo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. foto: yoshasrul

Sektor pertambangan provinsi Sulawesi Tenggara cukup potensial dan menjadi perhatian investor nasional maupun asing yang bergerak di bidang pertambangan. Sulawesi Tenggara memiliki kandungan tambang yang sangat potensial dan telah banyak perusahaan yang telah melakukan eksplorasi utamanya kabupaten Buton, Konawe, Konawe Utara, dan kabupaten lain di Sulawesi Tenggara. Hal ini membuktikan bahwa Sulawesi Tenggara memilki potensi pertambangan yang dapat diandalkan, namun belum dioptimalkan pemanfaatannya.

Potensi pertambangan yang dimiliki oleh Sulawesi Tenggara diantaranya adalah Tambang aspal di Kabupaten Buton, Tambang nikel di kabupaten Kolaka, Konawe Utara dan Konawe, potensi tambang marmer, batu granit dan krom tersebar di beberapa kabupaten di Sulawesi Tenggara dan untuk potensi tambang minyak di Kabupaten Buton Utara dan Buton. Khusus untuk tambang aspal, beberapa perusahaan …