Langsung ke konten utama

53 Negara Pastikan Hadiri WOC

Manado, Greenpress - Sudah 53 negara memastikan diri mengirim delegasi untuk menghadiri konferensi kelautan dunia (World Ocean Conference/WOC) yang akan digelar di Manado, 11 sampai 15 Mei 2009.

"Sampai hari ini, sudah 172 peserta dari 53 negara yang mengkonfirmasikan kehadirannya dalam konferensi ini," kata Dr. Deisy Mantiri, Kepala Sekretariat Panitia Nasional WOC di Manado seperti dilansir Antara.

Selain delegasi resmi dari berbagai negara, kata Deisy, yang didampingi Koordinator Media Panitia Daerah WOC Roy Tumiwa, sejumlah badan PBB dan LSM internasional juga telah memastikan mengirim 10 orang delegasinya.

Deisy belum bisa merinci negara-negara serta LSM dan badan PBB yang telah mengkonfirmasikan kehadirannya itu, namun mengatakan bahwa jumlah delegasi masih akan terus bertambah.

Sebagian kecil delegasi baik yang akan mengikuti WOC maupun CTI (Coral Triangle Initiative) sudah berada di Manado, namun sebagian besar delegasi akan tiba pada hari Minggu (10/5).

"Pada hari itu (Minggu), Garuda Indonesia akan membuka penerbangan khusus (special flight) dari Singapura ke Bandara Internasional Sam Ratulangi untuk mengangkut delegasi dari berbagai Negara," ujarnya.

Menurut dia, panitia nasional WOC mengundang 121 negara namun tidak semua akan hadir.

"Kami perkirakan sekitar 65 persen Negara akan hadir dan itu sudah cukup menggembirakan," ujarnya.

Khusus mengenai wartawan asing Roy Tumiwa mengemukakan, hingga Selasa malam sudah tercatat 70 orang wartawan dari berbagai negara dan media massa internasional serta 200-an wartawan Indonesia yang akan meliput kegiatan akbar ini.

"Jumlah tersebut masih akan terus bertambah," kata Karo Humas Pemprov Sulut itu.

Hillary Batal Hadir

Menyinggung kehadiran Menlu Amerika Serikat Hillary Clinton, Deisy mengatakan bahwa mantan ibu Negara AS itu sudah memastikan tidak bisa hadir, namun berjanji akan mengirimkan pidato yang akan dipresentasikan di forum tingkat tinggi WOC nanti.

"Beliau tidak bisa hadir namun berjanji akan mengirim DVD rekaman pidato beliau yang akan diputar dalam KTT nanti," ujarnya.

Deisy mengaku bahwa hingga kini Amerika Serikat dan Australia belum memastikan berapa delegasi yang akan dikirim, namun sebuah tim dari kedua negara telah berkunjung ke Manado beberapa hari lalu untuk mengecek situasi Manado terkait rencana mengirim delegasi pada pertemuan ini.

"Kalau Australia sudah memastikan mengirim pejabat setingkat menteri, namun menteri apa yang akan dikirim belum ada konfirmasi, sedangkan dari AS belum ada informasi," ujarnya.

Tim dari Amerika Serikat dan Australia itu bertemu dengan para pejabat keamanan di Manado seperti Kapolda untuk mendapatkan informasi mengenai situasi keamanan di daerah ini.

"Kapolda telah memberikan jaminan keamanan untuk seluruh delegasi dari berbagai Negara, termasuk AS dan Australia," tambahnya.

Ia juga mengatakan bahwa enam kepala pemerintahan dari negara yang tergabung dalam CTI telah memastikan diri hadir dalam pertemuan ini.

Mereka adalah Presiden Philipina Gloria Macapagal Arroyo, Perdana Menteri Kepualauan Salomon (Salomon Island) Derek Sikua, PM Malaysia Najib Tun Razak, Perdana Menteri Timor Leste Mari Alkatiri, Perdana Menteri Papua Nugini Sir Michael Somare dan Preside Susilo Bambang Yudhoyono akan hadir.

"Khusus PM Malaysia Nadjib Tun Razak baru tadi siang kami mendapat konfirmasi bahwa beliau akan hadiri WOC," ujarnya.

Para kepala pemerintahan negara-negara anggota CTI itu akan menggelar Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) CTI dan WOC pada hari Kamis (14/5) yang akan dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.(Ant)


Komentar

Pos populer dari blog ini

Potensi Tambang Sulawesi Tenggara dalam Kepungan Investor

Gambar kegiatan eksplorasi tambang nikel di Pulau Lemo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. foto: yoshasrul

Sektor pertambangan provinsi Sulawesi Tenggara cukup potensial dan menjadi perhatian investor nasional maupun asing yang bergerak di bidang pertambangan. Sulawesi Tenggara memiliki kandungan tambang yang sangat potensial dan telah banyak perusahaan yang telah melakukan eksplorasi utamanya kabupaten Buton, Konawe, Konawe Utara, dan kabupaten lain di Sulawesi Tenggara. Hal ini membuktikan bahwa Sulawesi Tenggara memilki potensi pertambangan yang dapat diandalkan, namun belum dioptimalkan pemanfaatannya.

Potensi pertambangan yang dimiliki oleh Sulawesi Tenggara diantaranya adalah Tambang aspal di Kabupaten Buton, Tambang nikel di kabupaten Kolaka, Konawe Utara dan Konawe, potensi tambang marmer, batu granit dan krom tersebar di beberapa kabupaten di Sulawesi Tenggara dan untuk potensi tambang minyak di Kabupaten Buton Utara dan Buton. Khusus untuk tambang aspal, beberapa perusahaan …

ACARA GREEN FESTIVAL 2008

Jalan Masuk

Acara Green Festival 2008 sendiri akan mengambil tempat di Parkir Timur Senayan. Dari layout gambar yang dirilis panitia, pintu masuk Greenfest berada di sisi utara Parkir Timur Senayan, sedangkan panggung utama berada di ujung selatannya (membelakangi jalan raya Sudirman).


Untuk mempermudah akses masuk ke Green Festival, Anda disarankan masuk ke komplek Senayan melalui Century Atlit (Jl Pintu 1) atau TVRI (Jl Gerbang Pemuda) untuk selanjutnya langsung menuju Parkir Timur Senayan.

Pentas Musik
- T ai ko Jepang (alat tabuh): Jumat 16.10
- Choir Kid Purwacaraka: Jumat 16.25
- Capoeira: Jumat 19.05
- Nugie: Jumat 20.10
- Letto: Jumat 20.45
- SD Citra Indonesia : Sabtu 10.30
- Dwiki & The Next Gen: Sabtu 13.25
- SD & SMA Harapan Bangsa: Sabtu 14.25
- Nabila & Smart: Sabtu 15.45
- Ulli Sigar Rusady & Super Bintang: Sabtu 19.05
- Maliq & d'Essentials: Sabtu 19.25
- Marcell: Sabtu 20.15
- Ta ta loe: Minggu 10.30 & 17.00
- Bina Vokalia: Minggu 1…

Negara Kepulauan Tuntut Amandemen Protokol Kyoto

Tuvalu, salah satu negara kepulauan yang rentan terhadap dampak perubahan iklim. Foto : Google.

Kopenhagen, BL-Di tengah negosiasi yang alot COP 15 UNFCCC di Kopenhagen, Tuvalu dan sejumlah negara kepulauan menuntut Amandemen Protokol Kyoto dalam pertemuan Conference of the Parties serving as the Meeting of the Parties to the Kyoto Protocol (CMP) di Bella Center kemarin.

Pertemuan itu membahas amandemen annex B, sebagai bagian dari periode kedua dari komitmen Protokol Kyoto. Tuvalu, salah satu negara kepulauan Pacific yang mendukung pelaksanaan mengusulkan amandemen target menjaga tingkat kenaikan suhu bumi di bawah atau tak lebih dari 1,5 derajat selsius dan konsentrasi gas rumah kaca tak lebih dari 350 ppm. Lebih tinggi dari kesepakatan sebelumnya, yang hanya 2 derajat celcius.

Hal tersebut dilaporkan Siti Maemunah dari Jatam yang juga turut hadir dalam COP 15 UNFCCC. Menurut Maemuna, Tuvalu adalah salah satu negara kepulauan di Asia pasifik yang harus lintang pukang bertahan hidup aki…