Belasan Aktivis Filipina Dideportasi Terkait WOC

Manado, Greenpress - Sejumlah 16 orang aktivis asal Filipina yang juga anggota Aliansi Manado dideportasi Selasa dini hari (12/5) karena dianggap menghadiri kegiatan ilegal meski beberapa dari mereka adalah peserta resmi Konferensi Kelautan Dunia (WOC) dan KTT CTI.

Aliansi Manado melalui siaran persnya yang diterima ANTARA di Manado, Selasa, menyebutkan para aktivis tersebut tergabung dalam SEAFISH, jaringan utama masyarakat sipil yang paling kencang menyuarakan ketidakadilan yang dirasakan nelayan tradisional Asia Tenggara.

Aliansi Manado mengatakan pendeportasian aktivis merupakan bukti dibungkamnya suara nelayan tradisional oleh penyelenggara WOC-CTI.

Para aktivis Filipina ini didampingi Konjen Philipina pada jam 17.00 pada Senin dan dibawa ke kantor Imigrasi Sulut (11/05) setelah mengikuti kegiatan Aliansi Manado di pantai Malalang.

Di kantor imigrasi, para aktivis ini dipaksa mengakui bahwa mereka telah mengikuti forum illegal, dan mereka menolak tuduhan tersebut.

"Kami bingung, karena petugas imigrasi ini tak bisa menyebutkan apa kesalahan kami dan mengapa kami dideportasi. Kami juga tak jelas nasibnya karena tak ada surat deportasi resmi yang dikeluarkan pemerintah Indonesia. Mereka malah mengambil tiket dan menjadwalkan ulang tiket kepulangan kami. Deportasi ini tak punya alasan kuat. Kami menyatakan protes terhadap sikap pemerintah Indonesia," kataTed Jasinto dari SEAFISH usai diperiksa seperti dilansir Antara.

Enam belas aktivis Philipina yang akan dideportasi adalah Jun Germise,Pepe Tanchuling, Magda, Roming Dinna Umengan, Bebeb, Mercy Cepe, Pablo Rogales, K. Bal, Ted Jasinto, Glenn, K Noli. Nasser Halipa, Daniel,Vay Vibal, Doned Canada. Para aktivis ini tergabung dalam SEAFISH.

Mereka memperjuangkan hak-hak nelayan tradisional dalam akses dankontrol terhadap sumber daya laut dan pesisir.

SEAFISH beranggotakan organisasi non pemerintah dan organisasi nelayan di wilayah Asia tenggara, khususnya Kamboja, Indonesia, Philipina dan Vietnam.(Ant)


Share on Google Plus

About Editor

    Blogger Comment
    Facebook Comment

1 komentar:

andreas iswinarto mengatakan...

Selamatkan Nelayan dan Taman Bermain Anak-anak Laut

samar-samar
kerang laut masih gaungkan nyanyi lamat=lamat

nenek moyangku orang pelaut……

ya,
kelak anak-anak kami
yang kini masih bahagia bermain di pekarangan laut kami...

memang harus diakui
tidak leluasa lagi
ada ceceran limbah minyak bumi, sampah-sampah dan limbah industri
juga dari dapur dan kakus penduduk kota
juga abrasi air laut

bisa berpenghidupan, di ladang ikan ini
bangga mengarungi seribu lautan
untuk mengangkut dan memperdagangkan hasil bumi
mengibarkan harga diri kami

menjadi manusia sejati

atau

naga

api

laut, O! ikan, O! asin itu asin, api itu amarah