Langsung ke konten utama

KLH Luncurkan Sistem Elektronik Pengelolaan B3 Online

Jakarta, Greenpress - Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KLH) secara resmi meluncurkan sistem elektronik pengelolaan B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) dan limbah B3 sebagai rangkaian acara Pekan Lingkungan Indonesia di Jakarta.

Menteri Negara Lingkungan Hidup (MenLH) Rachmat Witoelar yang diwakili oleh Deputi IV MenLH Bidang Pengelolaan B3 dan Limbah B3, Imam Hendargo yang membuka secara resmi sistem elektronik pengurusan B3 tersebut mengatakan saat ini ada peningkatan jumlah izin pengelolaan limbah B3.

"Hal tersebut dimaknai positif. Untuk itu diperlukan adanya suatu bentuk pelayanan publik yang sangat prima, sehingga birokrasi kepengurusan izin yang merupakan suatu proses penting yang harus selalu disempurnakan," kata MenLH dalam sambutannya yang dibacakan oleh Deputi IV MenLH Imam Hendargo.

Proses pelayanan publik yang transparan dan peningkatan akuntabilitas pemerintah merupakan wujud dari e-government yang dilakukan oleh KLH.

Dengan diluncurkannya sistem elektronik ini, diharapkan para pemangku kepentingan pengelolaan B3 dan limbah B3 akan semakin cepat dalam mengakses semua data dan informasi terutama dalam pengurusan perizinan, dokumen perpindahan limbah B3 dan pengawasan.

MenLH menjelaskan pengajuan jumlah izin pengelolaan B3 terdiri atas 38 persen untuk izin penyimpanan limbah B3, 11 persen untuk pengumpulan limbah B3, 14 persen untuk pemanfaatan limbah B3 dan 14 untuk pengolahan dan pengumpulan limbah B3.

"Sedangkan 22 persen untuk rekomendasi pengangkutan limbah B3, karena yang memberikan ijin pengangkutan limbah B3 itu dari Dephub," kata Imam.

Sistem elektronik pengelolaan B3 ini merupakan sistem online yang dikembangkan untuk memudahkan pengelolaan limbah B3 di Indonesia.

Sistem tersebut terdiri dari e-Manifest dokumen limbah B3 online, Data Base pengawasan dan penaatan industri, database perizinan dan registrasi B3 online dalam satu laman (situs) pengelolaan limbah B3.

Pemerintah juga melakukan pengawasan terhadap pengelolaan B3 dan limbah B3, salah satunya dengan program pengawasan kinerja perusahaan yang ramah lingkungan yaitu PROPER (Program Penilaian Kinerja Pengelolaan Lingkungan oleh Industri).

"Pada tahun 2008, industri yang diawasi melalui Proper berjumlah 525 industri, sedangkan pada tahun 2009 diharapkan mencapai 750 industri," kata MenLh seperti dilansir Antara.

Pemerintah melalui KLH juga mendorong pengelolaan B3 dan limbah B3 untuk menjadikan limbah B3 tidak hanya dipandang sebagai limbah, tetapi sesuatu yang bernilai ekonomi yang mengedepankan ikon 3R yaitu Re-use, Re-cycle dan Re-covery. (Ant)

Komentar

Anonim mengatakan…
...Sistem tersebut terdiri dari e-Manifest dokumen limbah B3 online, Data Base pengawasan dan penaatan industri, database perizinan dan registrasi B3 online dalam satu laman (situs) pengelolaan limbah B3....

Sampe hari ini aku cari2 situsnya ga ketemu. Bisa kasih tau ngga dimana...
Anonim mengatakan…
Lagu lama ! Mana situsnya??????

Postingan populer dari blog ini

Potensi Tambang Sulawesi Tenggara dalam Kepungan Investor

Gambar kegiatan eksplorasi tambang nikel di Pulau Lemo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. foto: yoshasrul

Sektor pertambangan provinsi Sulawesi Tenggara cukup potensial dan menjadi perhatian investor nasional maupun asing yang bergerak di bidang pertambangan. Sulawesi Tenggara memiliki kandungan tambang yang sangat potensial dan telah banyak perusahaan yang telah melakukan eksplorasi utamanya kabupaten Buton, Konawe, Konawe Utara, dan kabupaten lain di Sulawesi Tenggara. Hal ini membuktikan bahwa Sulawesi Tenggara memilki potensi pertambangan yang dapat diandalkan, namun belum dioptimalkan pemanfaatannya.

Potensi pertambangan yang dimiliki oleh Sulawesi Tenggara diantaranya adalah Tambang aspal di Kabupaten Buton, Tambang nikel di kabupaten Kolaka, Konawe Utara dan Konawe, potensi tambang marmer, batu granit dan krom tersebar di beberapa kabupaten di Sulawesi Tenggara dan untuk potensi tambang minyak di Kabupaten Buton Utara dan Buton. Khusus untuk tambang aspal, beberapa perusahaan …

Jurnalistik Lingkungan : Tantangan dan Kiat

Oleh : IGG Maha Adi
___________________________________________

Lingkungan hidup
• Seluruh benda, daya, keadaan dan makhluk hidup, yang memengaruhi perikehidupan dan kesejahteraan makhluk hidup. (UU No.23/1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup)
• Memengaruhi  Berinteraksi

Jurnalistik Lingkungan
• Kegiatan pemberitaan [mengumpulkan, memproses dan menerbitkan informasi yang bernilai berita] masalah-masalah lingkungan hidup.

Berita Lingkungan
Berita lingkungan hidup memiliki beberapa ciri, antara lain:
• menunjukkan interaksi saling memengaruhi antar- komponen lingkungan
• berorientasi dampak lingkungan
• pemberitaan dapat dari level gen hingga level biosfer

Apa Itu Berita Lingkungan ?
• Berita lingkungan hidup sering tidak dapat dibedakan dari berita-berita masalah sosial seperti kesehatan, kemiskinan, bahkan kriminalitas. Masalah dampak lingkungan hampir selalu berkaitan dengan persoalan lain yang kompleks.
• Patokan yang fleksibel diperlukanKisi-kisi: int…

RoFA, Melihat Indonesia yang Sesungguhnya

Perjalanan tim ROFA. Foto: RoFA.

Tak banyak anak negeri yang rela menghabiskan waktu, pikiran, dan energinya menjejalahi kepulauan Nusantara. Adalah Youk Tanzil bersama anaknya beriniasif melakukan perjalanan panjang menjelajahi Nusantara sebagai bentuk dedikasi dan kepedulian mereka pada Indonesia. Ini merupakan cita-cita besar yang memang telah mereka idamkan sejak lama.