Langsung ke konten utama

Perlunya Pengelolaan Sumber Daya Terumbu Karang Berbasis Masyarakat

Coremap II Sulsel Adakan Workshop Journalist Writing Competition


Makassar, Greenpress-Program Coremap II merupakan salah satu program nasional yang bertujuan merehabilitasi, melindungi dan memanfaatkan ekosistem terumbu karang secara lestari dan berkelanjutan guna menunjang kesejahteraan masyarakat pesisir, terumbu.berdasarkan data kondisi terumbu karang di Indonesia yang dikemukakan oleh Suharsono 2000 menyebutkan bahwa terumbu karang di Indonesia dibagi dalam empat kondisi yaitu : kondisi sangat baik 6,04 persen, kondisi baik 22,95 persen,kondisi buruk 31,16 persen dan kondisi buruk 32,11 persen. Berdasarkan data tersebut secara mikro kondisi terumbu karang Indonesia cukup mengkwatirkan.Akan rusaknya ekosistem

“ adapun program tahap II akan mendanai pembuatan dan penyediaan mataeri tentang penyadaraan public dan bantuan teknis, dan dukungan operasional bagi penyadaran publik dan dukungan/advokasi,” kata Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Sulsel, Iskandar pada pembukaan Workshop Jurnalis untuk terumbu karang di Hotel Losari Beach Makassar, (29/5).
Menurut Iskandar kegiatan ini akan mendorong pengelolaan secara bertanggung jawab terhadap terumbu karang dan ekosistem terkait, memperkecil jumlah kemiskinan diwilayah program dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan dalam jangka panjang perlu dilakukan re-orientasi kebijksanaan terhadap pola pengelolaan dan pemamfaatan sumber daya terumbu karang melalui upaya penguatan kapasitas kelembagaan, pengelolaan sumberdaya terumbu karang yang berbasis masyarakat dan penyadaran masyarakat melalui kampanye dan pendidikan, jelasnya.

Pada Workshop Jurnalist Wraiting Competition yang dilaksanakan Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Sulsel dan RCU Coremap II diikuti oleh sejumlah wartawan dari berbagai media di Makassar yang berlansung selama dua hari dan pada pelaksanaan Workshop ini akan juga diadakan lomba tulis oleh peserta .(A.Umar/Andi A.Effendy)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Potensi Tambang Sulawesi Tenggara dalam Kepungan Investor

Gambar kegiatan eksplorasi tambang nikel di Pulau Lemo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. foto: yoshasrul

Sektor pertambangan provinsi Sulawesi Tenggara cukup potensial dan menjadi perhatian investor nasional maupun asing yang bergerak di bidang pertambangan. Sulawesi Tenggara memiliki kandungan tambang yang sangat potensial dan telah banyak perusahaan yang telah melakukan eksplorasi utamanya kabupaten Buton, Konawe, Konawe Utara, dan kabupaten lain di Sulawesi Tenggara. Hal ini membuktikan bahwa Sulawesi Tenggara memilki potensi pertambangan yang dapat diandalkan, namun belum dioptimalkan pemanfaatannya.

Potensi pertambangan yang dimiliki oleh Sulawesi Tenggara diantaranya adalah Tambang aspal di Kabupaten Buton, Tambang nikel di kabupaten Kolaka, Konawe Utara dan Konawe, potensi tambang marmer, batu granit dan krom tersebar di beberapa kabupaten di Sulawesi Tenggara dan untuk potensi tambang minyak di Kabupaten Buton Utara dan Buton. Khusus untuk tambang aspal, beberapa perusahaan …

Jurnalistik Lingkungan : Tantangan dan Kiat

Oleh : IGG Maha Adi
___________________________________________

Lingkungan hidup
• Seluruh benda, daya, keadaan dan makhluk hidup, yang memengaruhi perikehidupan dan kesejahteraan makhluk hidup. (UU No.23/1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup)
• Memengaruhi  Berinteraksi

Jurnalistik Lingkungan
• Kegiatan pemberitaan [mengumpulkan, memproses dan menerbitkan informasi yang bernilai berita] masalah-masalah lingkungan hidup.

Berita Lingkungan
Berita lingkungan hidup memiliki beberapa ciri, antara lain:
• menunjukkan interaksi saling memengaruhi antar- komponen lingkungan
• berorientasi dampak lingkungan
• pemberitaan dapat dari level gen hingga level biosfer

Apa Itu Berita Lingkungan ?
• Berita lingkungan hidup sering tidak dapat dibedakan dari berita-berita masalah sosial seperti kesehatan, kemiskinan, bahkan kriminalitas. Masalah dampak lingkungan hampir selalu berkaitan dengan persoalan lain yang kompleks.
• Patokan yang fleksibel diperlukanKisi-kisi: int…

Otto Soemarwoto, Guru Besar Pro Lingkungan & NKRI

Guru besar emeritus Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, ini seorang tokoh yang pro lingkungan hidup dan pro Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Doktor dalam Plant Physiology, Universitas California, Berkeley, AS, kelahiran Purwokerto, Jawa Tengah, 19 Februari 1926, ini mengatakan setiap proyek harus bertujuan untuk memperkuat NKRI dan lingkungan hidup.


Prof Dr Otto Soemarwoto yang dikenal rendah hati dan sederhana, itu mengatakan selama ini banyak kegiatan pembangunan yang mengabaikannya. Dia memberi contoh, pembangunan transportasi yang lebih banyak diarahkan pada transportasi darat. Padahal Indonesia adalah negara kelautan. Akibatnya, laut belum menjadi penghubung, melainkan pemisah.

Menurut suami dari Idjah Natadipraja MA dan ayah dari Gatot Soemarwoto, Rini Soemarwoto dan Bambang Soemarwoto, itu pembangunan juga masih bersifat Jawa-sentris sehingga menimbulkan iri hati dan berujung kehendak untuk memisahkan diri. Menurutnya, sekitar 80 persen pembangunan jalan tol ada di…