Langsung ke konten utama

ACT Bantu Hunian Nyaman


Ketgam : Puing-puing bangunan rumah yang roboh akibat guncangan gempa di Kabupaten Padang Pariaman: Foto BeritaLingkungan/ Marwan Azis

Padang, BERLING-Belum satu bulan berlalu sejak gempa mengguncang tanah Sumatera Barat, ACT Foundation atau yang juga dikenal dengan nama Aksi Cepat Tanggap, meresmikan Integrated Community Shelter (ICS) atau Hunian Nyaman Terpadu yang didisain dan didirikan khusus untuk korban gempa Sumatera Barat.

Peresmian dilaksanakan oleh Bupati Kabupaten Pariaman, Muslim Kasim, SE, Akt, dan turut pula dihadiri oleh Wali Korong Sungai Sariak H. Ismail. Peresmian ini menyusul penyerahan kunci Shelter kepada ratusan kepala keluarga yang akan menghuni Shelter, yang telah dilaksanakan pada Kamis (22/10) sebelumnya.

Bertempat di Sungai Sariak, Padang Pariaman, ICS memiliki 120 unit hunian untuk 120 Kepala Keluarga. Dilengkapi dengan Sekolah, Masjid, unit MCK mandi, cuci, dan kakus yang terpisah-pisah masing-masing 20 unit, area bermain anak-anak, area olah raga, Dapur Umum, Klinik lengkap dengan Dokter, Bidan dan obat-obatan, dan perpustakaan.

Dibangun dalam waktu 2 minggu, ICS melibatkan sedikitnya 200 relawan konstruksi dari berbagai penjuru tanah air yang bekerja siang dan malam agar dapat segera menyelesaikan seluruh unit shelter sehingga dapat digunakan oleh para korban gempa yang masih harus tinggal di tenda-tenda darurat.


Selain di Sungai Sariak,ICS juga dibangun di beberapa titik lokasi lainnya, antara lain di Tandike, Padang Pariaman, telah selesai dibangun Sekolah, dan 50 Hunian untuk 50 Keluarga, lengkap dengan berbagai fasilitas umum lainnya.

Berbagai kegiatan dilaksanakan di area ICS, antara lain trauma healing, pemeriksaan medis, kegiatan hiburan untuk anak-anak seperti permainan, story telling, kegiatan keagamaan dan sebagainya. Segera akan dilaksanakan program-program pemberdayaan masyarakat seperti pemberdayaan ekonomi, pendidikan, pengayaan wawasan kesehatan keluarga, dan lain-lain, yang seluruhnya bertujuan untuk mengembalikan kehidupan masyarakat yang mandiri dan berdaya, setelah mereka mengalami trauma bencana.

Dalam seluruh aktifitasnya di gempa Sumbar, ACT mengorganisir tidak kurang dari 600 relawan dari penjuru tanah air yang meliputi berbagai bidang : rescue/evakuasi, manajemen posko dan logistik, distribusi logistik hingga ke tempat-tempat yang paling terisolir, medis, trauma healing, hingga Dapur Umum yang menyediakan ratusan paket pangan setiap harinya untuk pengungsi dan relawan.

Tidak terkecuali 200-an relawan konstruksi yang berpengalaman dalam membangun konstruksi yang berdampak minimal terhadap gempa dengan biaya relatif ekonomis, sebagaimana yang terwujud dalam kompleks Hunian ICS ini. Tidak hanya itu, organisasi internasional pun tercatat bekerjasama dengan ACT di Sumbar, seperti Medecins Sans Frontieres (MSF) dan International Medical Corps.
"ACT menghimpun amanah dan kepercayaan dari ratusan ribu Sahabat yang peduli, tidak hanya di Indonesia tetapi juga dari penjuru dunia. Bukan hanya dari individu yang peduli tetapi juga korporasi, organisasi-organisasi masyarakat, yang tidak tersekat dalam perbedaan ras, agama, golongan, negara,”ujarnya.

“Ini bukan perkara kecil. Tugas kami adalah siang malam memastikan bahwa amanah ini tersalur SEGERA menjadi segala sesuatu yang ESENSIAL dan memang menjadi kebutuhan para korban bencana. Sejak hari pertama bencana terjadi, hingga kemandirian kembali benar-benar terbentuk dan kembali mengkristal dalam kehidupan saudara-saudara kita yang menjadi korban bencana." tambah Ahyudin, Direktur Eksekutif ACT Foundation.

ICS tidak hanya dibangun untuk korban gempa Sumatera Barat, namun sebelumnya juga telah didirikan di beberapa titik terparah pada gempa Jawa Barat, antara lain di Pangalengan dan Pamempeuk, yang memberi tempat berteduh bagi sedikitnya 200 keluarga atau sekitar 1000 jiwa. Adanya ICS di Jawa Barat menjadi sangat penting terutama karena cuaca yang makin sering hujan dengan angin kencang dan sangat dingin di bulan-bulan ini.

Di Sumatera Barat, sebagaimana juga dilakukan di wilayah gempa Jawa Barat, ACT juga khusus mengadakan pemotongan beberapa ekor sapi untuk memperbaiki gizi para pengungsi yang cenderung makan seadanya. Kegiatan ini mendapat sambutan yang begitu hangat dari para korban bencana. "Terima kasih, kami sangat gembira mendapat makanan yang enak, hangat, sehat.." ujar Ibu Niati, janda dengan dua orang anak, salah seorang penghuni di Shelter ICS Sungai Sariak, Padang Pariaman.

Turut hadir dalam Peresmian ICS Sungai Sariak, Padang Pariaman, beberapa mitra yang ikut berpartisipasi dalam membantu korban gempa Sumbar, seperti Direktur Unilever Josef Bataona dan Ibu Okti Damayanti, Ikhwanul Kiram Mashuri dari Republika, Jerry Justianto dari Masima, Trisno Sugiharto dari PT. Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP), perwakilan manajemen dari Elnusa, Permata Bank Syariah, Tupperware, dan korporasi lainnya, juga beberapa organisasi NGO seperti Medecinse Sans Frontier dan Child Fund.

"Unilever sudah selalu bekerjasama dengan ACT dalam membantu korban berbagai bencana di tanah air. Tidak hanya logistik, puluhan unit Shelter, khusus di Gempa Sumbar ini kami mengirimkan beberapa orang Chef dari Unilever Foodsolutions untuk membantu di Dapur Umum. Kami selalu ingin meningkatkan kiprah kami dalam kerja-kerja kemanusiaan karena ini penting untuk menjadikan Unilever dan setiap orang yang ada dalam lingkungan Unilever menjadi kumpulan dari orang-orang yang peduli terhadap kepentingan dan kehidupan saudara-saudara yang lain" ujar Josef Bataona, Direktur Unilever ketika berada di tengah puluhan anak-anak yang bermain di area bermain anak-anak di ICS di Sungai Sariak.

"Adanya saudara-saudara kita yang menjadi korban bencana adalah ujian bagi kita, apakah akan menggerakkan hati kita untuk peduli dan berbagi, ataukah kita tidak peduli, atau bahkan "memanfaatkan" untuk kepentingan sendiri. Maka kami menghimbau bagi teman-teman dan siapa saja yang juga melaksanakan penggalangan donasi untuk bencana agar senantiasa menyegerakan penyaluran donasi, bila perlu bekerjasama dengan lembaga lain yang memang jelas kiprahnya di daerah-daerah bencana." tegas Ahyudin. (Elizabeth Swanti)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Potensi Tambang Sulawesi Tenggara dalam Kepungan Investor

Gambar kegiatan eksplorasi tambang nikel di Pulau Lemo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. foto: yoshasrul

Sektor pertambangan provinsi Sulawesi Tenggara cukup potensial dan menjadi perhatian investor nasional maupun asing yang bergerak di bidang pertambangan. Sulawesi Tenggara memiliki kandungan tambang yang sangat potensial dan telah banyak perusahaan yang telah melakukan eksplorasi utamanya kabupaten Buton, Konawe, Konawe Utara, dan kabupaten lain di Sulawesi Tenggara. Hal ini membuktikan bahwa Sulawesi Tenggara memilki potensi pertambangan yang dapat diandalkan, namun belum dioptimalkan pemanfaatannya.

Potensi pertambangan yang dimiliki oleh Sulawesi Tenggara diantaranya adalah Tambang aspal di Kabupaten Buton, Tambang nikel di kabupaten Kolaka, Konawe Utara dan Konawe, potensi tambang marmer, batu granit dan krom tersebar di beberapa kabupaten di Sulawesi Tenggara dan untuk potensi tambang minyak di Kabupaten Buton Utara dan Buton. Khusus untuk tambang aspal, beberapa perusahaan …

Jurnalistik Lingkungan : Tantangan dan Kiat

Oleh : IGG Maha Adi
___________________________________________

Lingkungan hidup
• Seluruh benda, daya, keadaan dan makhluk hidup, yang memengaruhi perikehidupan dan kesejahteraan makhluk hidup. (UU No.23/1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup)
• Memengaruhi  Berinteraksi

Jurnalistik Lingkungan
• Kegiatan pemberitaan [mengumpulkan, memproses dan menerbitkan informasi yang bernilai berita] masalah-masalah lingkungan hidup.

Berita Lingkungan
Berita lingkungan hidup memiliki beberapa ciri, antara lain:
• menunjukkan interaksi saling memengaruhi antar- komponen lingkungan
• berorientasi dampak lingkungan
• pemberitaan dapat dari level gen hingga level biosfer

Apa Itu Berita Lingkungan ?
• Berita lingkungan hidup sering tidak dapat dibedakan dari berita-berita masalah sosial seperti kesehatan, kemiskinan, bahkan kriminalitas. Masalah dampak lingkungan hampir selalu berkaitan dengan persoalan lain yang kompleks.
• Patokan yang fleksibel diperlukanKisi-kisi: int…

Otto Soemarwoto, Guru Besar Pro Lingkungan & NKRI

Guru besar emeritus Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, ini seorang tokoh yang pro lingkungan hidup dan pro Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Doktor dalam Plant Physiology, Universitas California, Berkeley, AS, kelahiran Purwokerto, Jawa Tengah, 19 Februari 1926, ini mengatakan setiap proyek harus bertujuan untuk memperkuat NKRI dan lingkungan hidup.


Prof Dr Otto Soemarwoto yang dikenal rendah hati dan sederhana, itu mengatakan selama ini banyak kegiatan pembangunan yang mengabaikannya. Dia memberi contoh, pembangunan transportasi yang lebih banyak diarahkan pada transportasi darat. Padahal Indonesia adalah negara kelautan. Akibatnya, laut belum menjadi penghubung, melainkan pemisah.

Menurut suami dari Idjah Natadipraja MA dan ayah dari Gatot Soemarwoto, Rini Soemarwoto dan Bambang Soemarwoto, itu pembangunan juga masih bersifat Jawa-sentris sehingga menimbulkan iri hati dan berujung kehendak untuk memisahkan diri. Menurutnya, sekitar 80 persen pembangunan jalan tol ada di…