300 Hektar Hutan Kampar Beralih Fungsi


Foto : Dok Greenpeace

Jakarta, BERLING-Hutan rawa gambut Semanjung Kampar memiliki luas sekitar 700 ribu hektar berada di dua wilayah yakni Kabupaten Pelalawan dan Meranti mengalami penyusutan yang cukup dratis.

Berdasarkan data Greenpeace, Semanjung Kampar berkarakteristik gambut dengan kedalaman berkisar satu meter hingga 11 meter, dan setiap meter gambut mampu menyimpan karbon sekitar 823 ton. Jumlah karbon tersebut belum termasuk vegetasi tumbuhan yang ada di atas tanah karena potensi tegakan kayu di lokasi tersebut diperkirakan mencapai 77 hingga 200 meter kubit per hektar.

Menurut aktivis Greenpeace Asia Tenggara, Nurhidayati, Semanjung Kampar sangat penting sebagai habitat alam bagi harimau Sumatera yang kini diambang kepunahan dan keberlangsungan hidup masyarakat setempat di sembilan desa di Kecamatan Teluk Meranti dan sebagai penyangga iklim Sumatera.

Namun kelestarian Semanjung Kampar kini makin terancam dan diperkirakan sekitar 300 hektar hutan di kawasan itu telah beralih fungsi menjadi perkebunan akasia dan kelapa sawit. Akibatnya, karbon di dalam gambut banyak lepas ke udara dan memperparah emisi gas rumah kaca terhadap pemanasan global.

Inilah yang membuat Greenpeace menerjunkan aktivisnya untuk menekan laju perusakan lahan gambut di Kampar. Menurut Nurhidayati, Greenpeace telah menurunkan sekitar 50 aktivis Greenpeace bersama dengan masyarakat Kampar membendung kanal yang menguras dan mengeringkan lahan gambut.

Greenpeacea juga membangun "Pos Pembela Iklim" di jantung hutan tropis Indonesia dan berencana akan terus membangun bendungan di area Semenanjung Kampar.”Aksi ini berusaha menunjukkan kegentingan kerusakan hutan yang terjadi di Kampar,”ujarnya.

Pemilihan lokasi Semanjung Kampar sebagai Pos Pembela Iklim untuk menekan perusahaan Riau Andalan Pulp and Paper dan Sinarmas menghentikan ekspansi bisnis yang mengkonversi hutan di areal tersebut.

Kampanye penyelamatan hutan gambut Kampar tak dilakukan di Riau. Di Jakarta juga dilakukan aksi sosial dimeriahkan Iwan Fals yang tampil membawakan lagu-lagu bertema lingkungan, bertempat di Komunitas Salihara Jakarta Selatan. Kegiatan tersebut terselenggara atas kerjasama Greenpeace-JIKALAHARI dan Tiga Bambu (Perusahaan Manajemen Iwan Fals.“Kegiatan ini bertujuan membangun awareness bagi masyarakat dan pemerintah dalam memerangi pengrusakan hutan,”kata Yayat, panggilan akrab Nurhiyati.

Acara ini dimulai dengan penampilan video dan art performance dari Greenpeace. Acara yang dipandu oleh Riani Jangkaru (mantan presenter Jejak Petuang Trans 7) dilanjutkan dengan penyampaian kata Sambutan Creatuve Director PT Tiga Rambu Kresnowati dan perwakilan Greenpeace, Nurhidayati serta JIKALAHARI, Muslim. Sedangkan pihak Greenpeace memberikan cenderamata berupa potongan kayu meranti dari hutan Kampar kepada Iwan Fals.

Dalam kesempatan tersebut PT Direktur PT Tiga Rambu, Rosana Listanto memberikan dukungan berupa uang tunai secara simbolis oleh kepada perwakilan JIKALAHARI, sumbangan tersebut untuk membantu program penyelamatan hutan gambut di Semanjung Kampar, Riau.

Sementara Iwan Fals tampil mempersembahkan 4 lagu pada acara tersebut, yaitu Ini Bukan Mimpi, Robot Bernyawa, Pohon Kehidupan, dan Siram Tanam. (Marwan Azis)


Share on Google Plus

About Editor

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar: