Langsung ke konten utama

Polisi Tangkap Dua Jurnalis Asing di Pelalawan

Jakarta, BERLING, Kepolisian Pelalawan, Riau tak hanya menangkap aktivis Greenpeace yang berada camp pembela iklim (Climate Defender Camp) di Semananjung Kampar, dua jurnalis asing hari ini juga ikut ditangkap, mereka adalah Kumkum Dasgupta, asisten editor Senior pada Hindustan Times India dan Raimondo Bultrini, koresponden L’Espresso, Italia.

Kedua jurnalis tersebut ditangkap bersama aktivis Greenpeace yang sedang membuat film dokumenter mengenai pembalakan iar di lingkungan perusahaan Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), Senin, 16 November 2009 pukul 3 WIB. Polisi tidak memiliki surat penangkapan terhadap mereka. Polisi berdalih “hanya memintai keterangan” kepada dua jurnalis tersebut, tapi melakukannya dengan paksa.

Kepada Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Raimondo dan Kumkum mengaku tindakan tersebut sangat mengganggu, karena pekerjaannya menjadi terbengkali. Kumkum juga mengaku marah atas penangkaoan itu. Sebab, tindakan tersebut menghalang-halangi pekerjaannya. Seharusnya, hari ini Kumkum sudah melakukan peliputan di hutan dan besuk harus menyeleasaikan laporannya.

Kedua jurnalis tersebut juga sudah mendapat visa untuk melakukan liputan di Indonesia, namun polisi tetap memaksa memintai keterangan mereka.

Dalam Alertnya Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia mengingatkan, berdasarkan pasal 4 Undang-undang No. 40 tahun 1999, jurnalis bebas mencari dan menyebarkan informasi. Tidakan menghalang-halangi kebebasan mencari dan menyebarkan informasi, berdasarkan pasal 18 UU Pers, diancam hukuman maksmum 2 tahun penjara dan denda maksimum Rp. 1 miliar.

Sementara Anggota Dewan Pers, Abdullah Alamudi dalam posting di facebooknya menghimbau aparat kepolisian agar segera membebaskan kedua jurnalis tersebut." Saya harap polisi segera membebaskan kedua jurnalis tersebut, apa lagi kalau mereka masuk ke Indonesia dengan visa yang sah. Saya khawatir dan ini kekhawatiran saja mungkin mereka masuk ke wilayah konsesi Riau Andalan Pulp and Paper tanpa izin mereka, seperti halnya dengan wartawan Prancis beberapa bulan lalu. Tapi karena kedua wartawan itu melakukan investigative reporting, mereka tidak memerlukan izin dari siapa pun,"jelasnya.

Menurutnya, polisi hendaknya faham bahwa wartawan-wartawan itu melaksanakan kegiatan jurnalistik untuk kepentingan umum, termasuk kepentingan Indonesia sendiri yang selama ini banyak diberitakan melakukan perusakan lingkungan. "Saya harap polisi segera membebaskan mereka demi kemerdekaan pers dan kemerdekaan masyarakat memperoleh informasi,"harapnya.

Kapolres Pelalawan Bapak Ali Rahman yang dikonfirmasi beritalingkungan.com via telpon malam ini mengatakan, penangkapan kedua jurnalis asing itu karena mereka tidak memiliki dokumen lengkap dalam peliputan di Semanjung Kampar Provinsi Riau.

Menurut Ali Rahman, kedua jurnalis asing itu seharusnya melengkapi diri dengan berbagai dokumen sebelum melakukan peliputan di Indonesia. Dokumen yang dimaksud Ali Rahman antara lain rekomendasi peliputan dari Menteri Komunikasi dan Informatika (Menko Info), surat keterangan jalan dari Mabes Polri dan surat melaporkan diri ke Polres setempat."Seluruh dokumen itu mereka tidak miliki. Yang ada hanya paspor dan visa. Padahal seluruh dokumen tersebut merupakan prosedur standar yang mereka harus penuhi,"jelasnya.

Seraya menambahkan, saat ini Raimondo dan Kumkum masih diperiksa di kantor Polres Pelalawan Riau. "Mereka didampingi aktivis Greenpeace bersama pengacaranya. Mungkin malam ini terpaksa nginap di Aula kantor. Nanti besok baru kita serahkan ke pihak ke kantor Migrasi. Soal mereka dideportasi atau tidak itu bukan wewenang kami,"ujarnya. (Marwan Azis).



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Potensi Tambang Sulawesi Tenggara dalam Kepungan Investor

Gambar kegiatan eksplorasi tambang nikel di Pulau Lemo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. foto: yoshasrul

Sektor pertambangan provinsi Sulawesi Tenggara cukup potensial dan menjadi perhatian investor nasional maupun asing yang bergerak di bidang pertambangan. Sulawesi Tenggara memiliki kandungan tambang yang sangat potensial dan telah banyak perusahaan yang telah melakukan eksplorasi utamanya kabupaten Buton, Konawe, Konawe Utara, dan kabupaten lain di Sulawesi Tenggara. Hal ini membuktikan bahwa Sulawesi Tenggara memilki potensi pertambangan yang dapat diandalkan, namun belum dioptimalkan pemanfaatannya.

Potensi pertambangan yang dimiliki oleh Sulawesi Tenggara diantaranya adalah Tambang aspal di Kabupaten Buton, Tambang nikel di kabupaten Kolaka, Konawe Utara dan Konawe, potensi tambang marmer, batu granit dan krom tersebar di beberapa kabupaten di Sulawesi Tenggara dan untuk potensi tambang minyak di Kabupaten Buton Utara dan Buton. Khusus untuk tambang aspal, beberapa perusahaan …

Otto Soemarwoto, Guru Besar Pro Lingkungan & NKRI

Guru besar emeritus Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, ini seorang tokoh yang pro lingkungan hidup dan pro Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Doktor dalam Plant Physiology, Universitas California, Berkeley, AS, kelahiran Purwokerto, Jawa Tengah, 19 Februari 1926, ini mengatakan setiap proyek harus bertujuan untuk memperkuat NKRI dan lingkungan hidup.


Prof Dr Otto Soemarwoto yang dikenal rendah hati dan sederhana, itu mengatakan selama ini banyak kegiatan pembangunan yang mengabaikannya. Dia memberi contoh, pembangunan transportasi yang lebih banyak diarahkan pada transportasi darat. Padahal Indonesia adalah negara kelautan. Akibatnya, laut belum menjadi penghubung, melainkan pemisah.

Menurut suami dari Idjah Natadipraja MA dan ayah dari Gatot Soemarwoto, Rini Soemarwoto dan Bambang Soemarwoto, itu pembangunan juga masih bersifat Jawa-sentris sehingga menimbulkan iri hati dan berujung kehendak untuk memisahkan diri. Menurutnya, sekitar 80 persen pembangunan jalan tol ada di…

Jurnalistik Lingkungan : Tantangan dan Kiat

Oleh : IGG Maha Adi
___________________________________________

Lingkungan hidup
• Seluruh benda, daya, keadaan dan makhluk hidup, yang memengaruhi perikehidupan dan kesejahteraan makhluk hidup. (UU No.23/1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup)
• Memengaruhi  Berinteraksi

Jurnalistik Lingkungan
• Kegiatan pemberitaan [mengumpulkan, memproses dan menerbitkan informasi yang bernilai berita] masalah-masalah lingkungan hidup.

Berita Lingkungan
Berita lingkungan hidup memiliki beberapa ciri, antara lain:
• menunjukkan interaksi saling memengaruhi antar- komponen lingkungan
• berorientasi dampak lingkungan
• pemberitaan dapat dari level gen hingga level biosfer

Apa Itu Berita Lingkungan ?
• Berita lingkungan hidup sering tidak dapat dibedakan dari berita-berita masalah sosial seperti kesehatan, kemiskinan, bahkan kriminalitas. Masalah dampak lingkungan hampir selalu berkaitan dengan persoalan lain yang kompleks.
• Patokan yang fleksibel diperlukanKisi-kisi: int…