Langsung ke konten utama

EPA Tetapkan Kapal Ramah Lingkungan


Foto : EPA.

Badan Lingkungan Hidup (The Environmental Protection Agency's (EPA) Amerika membuat terobosan baru sebuah peraturan standar emisi bagi mesin dan bahan bakar yang digunakan kapal-kapal besar berbendera Amerika Serikat dan Kanada sebagai upaya memangkas emisi diesel laut yang berbahaya bagi lingkungan.

Peraturan itu selaras dengan standar internasional yang diharapkan pada perbaikan kualitas udara yang signifikan di seluruh dunia. "Standar yang lebih kuat akan membantu kapal-kapal besar lebih bersih dan lebih efisien serta melindungi jutaan orang Amerika dari emisi diesel berbahaya, "kata Sekjen EPA Lisa P. Jackson.

"Sejumlah pelabuhan telah mengidentifikasi emisi diesel sebagai salah satu ancaman kesehatan terbesar yang dihadapi penduduk dunia khususnya anak-anak. Peraturan baru ini menandai langkah maju dalam memotong polusi berbahaya di udara yang kita hirup yang sangat membayakan kesehatan, lingkungan dan perekonomian kita. "jelas Lisa seperti dilansir situs jaringan berita lingkungan ENN.

Menurutnya, polusi udara yang bersumber dari kapal-kapal besar seperti kapal tanker minyak dan kapal kargo, akan tumbuh dengan cepat seiring dengan meningkatnya aktivitas lalu lintas pelabuhan bongkar muat, karenanya diperlukan sebuah peraturan yang mengatur standar emisi bagi kapal-kapal besar.

Pada tahun 2030, strategi domestik dan internasional diharapkan mampu mengurangi dan menekan tingkat emisi dunia. Catatan tahunan EPA melaporkan emisi nitrogen oksida (NOx) yang bersumber dari mesin diesel laut sebesar 1,2 juta ton dan emisi partikel oleh sekitar 143.000 ton. “Ini sangat berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan,” ujar Lisa yang pernah menghadiri pelantikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

”Kalau aturan ini dilaksanakan dengan sepenuhnya ini akan mengurangi emisi NOx dari kapal sekitar 80 persen, dan partikel emisi sebesar 85 persen, dibandingkan dengan emisi saat ini,”ujarnya.

EPA membantu pemerintah AS menetapkan standar mesin diesel kapal yang ramah lingkungan dengan menggunakan generator portabel kecil untuk lokomotif mesin dengan kekuatan 4.000 kilowatt atau lebih untuk mesin standar dengan per-silinder perpindahan hingga 30 liter per silinder, yang sebelumnya menggunakan dua mesin tenaga penggerak yaitu tenaga penggerak utama dan mesin Bantu yang boros energi.

Pengurangan emisi dari strategi ini akan bermanfaat bagi kesehatan masyarakat dan lingkungan. EPA memperkirakan bahwa di tahun 2030, upaya ini akan mencegah antara 12.000 dan 31.000 kematian prematur dan memaksimalkan 1,4 juta jam kerja yang hilang.

Tak hanya itu, badan lingkungan hidup Amerika memperkirakan manfaat kesehatan tahunan di tahun 2030 sebagai akibat dari polusi udara yang menyebabkan kerugian biaya kesehatan senilai $ US 110 dan $ US 270 miliar atau hampir 90 kali lipat, namun kalau mengikuti standar yang ditetapkan EPA hanya membutuhkan biaya kesehatan senilai $ US 3.1 milyar.

Clean Air Act, merupakan peraturan yang dikeluarkan EPA untuk mengontrol emisi kapal laut di wilayah perairan Amerika Serikat dan Kanada. Peraturan ini juga diadopsi oleh Organisasi Maritim Internasional (IMO) PBB.

Kebijakan ini sepatutnya menginspirasi pemerintah Indonesia dalam hal Kementerian Lingkungan Hidup untuk membuat peraturan serupa mengingat luas wilayah laut Indonesia yang mencapai 5,8 juta km persegi dari Sabang hingga Merauke yang merupakan jalur lalu lintas pelayaran niaga dunia, sangat rawan untuk dicemari aktivitas kapal-kapal asing maupun dalam negeri yang masih menggunakan mesin yang tidak ramah lingkungan dan berpotensi merusak ekosistem laut. (Marwan Azis/EPA/ENN).

Informasi detail baca di http://www.epa.gov/otaq/oceanvessels.htm.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Potensi Tambang Sulawesi Tenggara dalam Kepungan Investor

Gambar kegiatan eksplorasi tambang nikel di Pulau Lemo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. foto: yoshasrul

Sektor pertambangan provinsi Sulawesi Tenggara cukup potensial dan menjadi perhatian investor nasional maupun asing yang bergerak di bidang pertambangan. Sulawesi Tenggara memiliki kandungan tambang yang sangat potensial dan telah banyak perusahaan yang telah melakukan eksplorasi utamanya kabupaten Buton, Konawe, Konawe Utara, dan kabupaten lain di Sulawesi Tenggara. Hal ini membuktikan bahwa Sulawesi Tenggara memilki potensi pertambangan yang dapat diandalkan, namun belum dioptimalkan pemanfaatannya.

Potensi pertambangan yang dimiliki oleh Sulawesi Tenggara diantaranya adalah Tambang aspal di Kabupaten Buton, Tambang nikel di kabupaten Kolaka, Konawe Utara dan Konawe, potensi tambang marmer, batu granit dan krom tersebar di beberapa kabupaten di Sulawesi Tenggara dan untuk potensi tambang minyak di Kabupaten Buton Utara dan Buton. Khusus untuk tambang aspal, beberapa perusahaan …

Belajar Konservasi Kima di Toli-Toli

Iwan (34 tahun) menghirup napas dalam-dalam sebelum akhirnya menghilang dari permukaan laut. Gerakan yang lincah membuatnya dengan cepat  menggapai dasar laut yang dalamnya mencapai 15 meter itu.

Jurnalistik Lingkungan : Tantangan dan Kiat

Oleh : IGG Maha Adi
___________________________________________

Lingkungan hidup
• Seluruh benda, daya, keadaan dan makhluk hidup, yang memengaruhi perikehidupan dan kesejahteraan makhluk hidup. (UU No.23/1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup)
• Memengaruhi  Berinteraksi

Jurnalistik Lingkungan
• Kegiatan pemberitaan [mengumpulkan, memproses dan menerbitkan informasi yang bernilai berita] masalah-masalah lingkungan hidup.

Berita Lingkungan
Berita lingkungan hidup memiliki beberapa ciri, antara lain:
• menunjukkan interaksi saling memengaruhi antar- komponen lingkungan
• berorientasi dampak lingkungan
• pemberitaan dapat dari level gen hingga level biosfer

Apa Itu Berita Lingkungan ?
• Berita lingkungan hidup sering tidak dapat dibedakan dari berita-berita masalah sosial seperti kesehatan, kemiskinan, bahkan kriminalitas. Masalah dampak lingkungan hampir selalu berkaitan dengan persoalan lain yang kompleks.
• Patokan yang fleksibel diperlukanKisi-kisi: int…