Langsung ke konten utama

TN Bogani Nani Wartabone Terancam Dialih Fungsikan


Panorama sungai Bone yang membentang sepanjang Taman Nasional Bogani Nani Wartabone, Foto : Marwan Azis.

Jakarta, Greenpress-Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TN BNW) terancam aktivitas pertambangan, rencana perubahan alih fungsi kawasan taman nasional untuk kepentingan pertambangan menuai protes dari sejumlah kalangan.

Di Gorontalo sendiri sudah muncul gerakan penolakan yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Tolak Alih Fungsi Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TN BNW), Gorontalo. Sementara di Jakarta, ada JATAM (Jaringan Advokasi Tambang) yang menolak rencana tersebut.

Luluk Uliyah, aktivis JATAM dalam siaran persnya mengatakan, rencana Gubernur Gorontalo itu berlawanan dengan semangat dan upaya pemerintah pusat dalam menjaga hutan sebagai bagian dari strategi mengurangi dampak perubahan iklim. “Ini menunjukkan tidak sinkronnya komitmen dan pelaksanaannya baik antar pemerintah pusat maupun daerah,”ujarnya.

JATAM telah melayangkan surat kepada Gubernur Gorontalo, Ir Gusnar Ismail, M.M untuk dukungan Aliansi Rakyat Tolak Alih Fungsi Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TN BNW), terhadap rencana perubahan tata ruang Kabupaten Gorontalo dan Kabupaten Bone Bolango untuk alih fungsi kawasan 15.190 hektar menjadi Area Penggunaan Lain (APL).

Menurutnya, rencana perubahan itu sama sekali tidak memperhatikan fungsi TN BNW selama ini. Kawasan tempat tinggal satwa langka dan khas Sulawesi seperti Monyet Hitam/Yaki, Monyet Dumoga Bone, Musang Sulawesi, Anoa Besar atau Babirusa serta sejumlah tanaman khas dan langka macam Kayu Hitam dan Bunga Bangkai akan terancam kelestarian apa areal TNBNW di alih fungsikan menjadi kawasan tambang.

Selain itu, yang terpenting TN BNW adalah kawasan serapan air, dimana DAS Bone dimanfaatkan oleh PDAM Gorontalo yang disalurkan kepada pelanggan sebanyak 15.811 rumah tangga di Kabupaten Gorontalo dan Bone.

Ironisnya lagi lanjut Luluk, pemicu rencana perubahan fungsi akibat konflik penambangan emas oleh rakyat yang disebut sebagai penambang tanpa izin (PETI). Dan berharap pertambangan menjadi salah strategi komitmen pemerintah mensenjaterahkan rakyat.

JATAM menyebut setidaknya ada 4 perusahaan tambang yang telah mengantongi izin konsesi berada di sekitar kawasan TN BNW. Diantaranya adalah PT. Gorontalo Mineral seluas 36.070 hektar. 80% saham perusahaan ini dimiliki oleh Bakrie Group melalui Bumi Resources. “Nyatanya, perusahaan ini tercatat sebagai penunggak royalti sebesar Rp6 triliun dan diduga oleh Ditjen Pajak melakukan manipulasi pajak sebesar Rp2,1 triliun,”ujarnya.

“Gubernur juga harus menolak izin operasional perusahaan tambang yang akan beroperasi dan meminta Menteri ESDM dan Bupati Gorontalo serta Bupati Bone Bolango membantalkan izin Kontrak Karya dan Kuasa Pertambangan,”tambahnya. (Marwan Azis).


Komentar

Pos populer dari blog ini

ACARA GREEN FESTIVAL 2008

Jalan Masuk

Acara Green Festival 2008 sendiri akan mengambil tempat di Parkir Timur Senayan. Dari layout gambar yang dirilis panitia, pintu masuk Greenfest berada di sisi utara Parkir Timur Senayan, sedangkan panggung utama berada di ujung selatannya (membelakangi jalan raya Sudirman).


Untuk mempermudah akses masuk ke Green Festival, Anda disarankan masuk ke komplek Senayan melalui Century Atlit (Jl Pintu 1) atau TVRI (Jl Gerbang Pemuda) untuk selanjutnya langsung menuju Parkir Timur Senayan.

Pentas Musik
- T ai ko Jepang (alat tabuh): Jumat 16.10
- Choir Kid Purwacaraka: Jumat 16.25
- Capoeira: Jumat 19.05
- Nugie: Jumat 20.10
- Letto: Jumat 20.45
- SD Citra Indonesia : Sabtu 10.30
- Dwiki & The Next Gen: Sabtu 13.25
- SD & SMA Harapan Bangsa: Sabtu 14.25
- Nabila & Smart: Sabtu 15.45
- Ulli Sigar Rusady & Super Bintang: Sabtu 19.05
- Maliq & d'Essentials: Sabtu 19.25
- Marcell: Sabtu 20.15
- Ta ta loe: Minggu 10.30 & 17.00
- Bina Vokalia: Minggu 1…

Mencumbu Wisata Air Terjun Moramo

Pepohonan rimbun tumbuh subur disepanjang jalan. Sebagain telah berumur dan berukuran besar.  Batu dan pohon-pohon berbalur lumut begitu mudah dijumpai.

Potensi Tambang Sulawesi Tenggara dalam Kepungan Investor

Gambar kegiatan eksplorasi tambang nikel di Pulau Lemo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. foto: yoshasrul

Sektor pertambangan provinsi Sulawesi Tenggara cukup potensial dan menjadi perhatian investor nasional maupun asing yang bergerak di bidang pertambangan. Sulawesi Tenggara memiliki kandungan tambang yang sangat potensial dan telah banyak perusahaan yang telah melakukan eksplorasi utamanya kabupaten Buton, Konawe, Konawe Utara, dan kabupaten lain di Sulawesi Tenggara. Hal ini membuktikan bahwa Sulawesi Tenggara memilki potensi pertambangan yang dapat diandalkan, namun belum dioptimalkan pemanfaatannya.

Potensi pertambangan yang dimiliki oleh Sulawesi Tenggara diantaranya adalah Tambang aspal di Kabupaten Buton, Tambang nikel di kabupaten Kolaka, Konawe Utara dan Konawe, potensi tambang marmer, batu granit dan krom tersebar di beberapa kabupaten di Sulawesi Tenggara dan untuk potensi tambang minyak di Kabupaten Buton Utara dan Buton. Khusus untuk tambang aspal, beberapa perusahaan …