Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret 28, 2009

Korban Tanggul Jebol Situ Gintung 91 Orang

Jakarta - Korban akibat jebolnya tanggul Situ Gintung terus bertambah. Hingga pukul 20.50 WIB tercatat 91 orang tewas.

"Jumlahnya sudah 91 orang," ujar Riska petugas pusat informasi bencana Situ Gintung di Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) kepada detikcom, Sabtu (28/3/2009).

Menurut Riska data terbaru ini didapat dari tambahan jumlah korban yang dirawat di RS Fatmawati. Saat ini pencarian para korban untuk sementara dihentikan.

"Pencarian akan dilanjutkan besok pagi," pungkasnya. (Ramadhian Fadillah - detikNews)



Meneg LH: Negara Maju Harus Bantu Negara Berkembang

Palembang, Greenpress - Menteri Negara Lingkungan Hidup, Rachmat Witoelar, menyatakan bahwa negara maju harus membantu negara berkembang, termasuk Indonesia, dalam mengatasi persoalan aspek lingkungan global.

Bantuan negara-negara maju itu adalah untuk melawan perubahan iklim, mengurangi emisi di sektor industri, termasuk polusi akibat lalulintas, pertanian dan lingkungan, kata Meneg LH pada kuliah umum di hadapan mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) di Palembang, Jumat.

Dikatakannya, perubahan iklim itu terjadi misalnya timbul hujan es, adanya pembakaran hutan dan lainnya, sehingga perlu dilakukan berbagai upaya antara lain dengan penanaman pohon atau penghijauan serta menggunakan bahan bakar ramah lingkungan.

Sebagai upaya untuk melawan perubahan iklim atau perubahan cuaca akibat pembangunan itu, bantuan dana dari negara-negara maju untuk negara sedang berkembang tersebut diharuskan digunakan biaya menanam pohon penghijauan.

Menurut dia, bantuan dari negara-negara maju untuk negara b…

Pembangunan Kembali Situ Gintung Untuk Konservasi Air

Jakarta, Greenpress - Pemerintah berniat untuk tetap mempertahankan Situ Gintung, Cirendeu, Tangerang, Banten demi kepentingan konservasi air sekalipun lokasi di sekitar bendungan tersebut saat ini telah berubah bentuk menjadi perkampungan padat.

"Bendungan ini untuk keperluan konservasi jadi harus dibangun kembali, untuk melestarikan air," kata Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane Departemen Pekerjaan Umum Pitoyo Subandrio di lokasi bencana Situ Gantung seperti dilansir Antara.

Dia mengatakan bahwa sekalipun kawasan di sekitar lokasi tersebut telah berubah menjadi perkampungan padat bukan berarti bendungan itu kemudian harus ditutup.

Ia menggarisbawahi keperluan untuk melakukan konservasi air yang sejalan dengan tema peringatan Hari Air Internasional pada 22 Maret lalu.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa saat ini pemerintah telah bersiap untuk mengamankan sejumlah daerah di sekitar lokasi bencana dari kemungkinan luapan air dengan memasang pagar-pagar kawat.

Sebelum…

WALHI Menyayangkan Lemahnya Penanganan Situ Gintung

Jakarta (28/3) - Bencana di kawasan situ Gintung Ciputat Tangerang Banten setidaknya telah menelan korban 21 orang meninggal dan 10 orang luka-luka berdasarkan data korban di RS Fatmawati yang dipantau oleh WALHI hingga Jumat (27/3) pukul 20.25 WIB. Sementara sumber lainnya menyebutkan sampai pukul 18.00 WIB, 38 orang meninggal dunia. Sumber lain menyebutkan 65 orang sudah meninggal dunia sampai dengan pukul 22.40 WIB.

Perbedaan data jumlah korban ini bukan hal yang baru ketika sebuah becana terjadi, bahkan sudah berlangsung lebih dari satu dekade. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah tak pernah belajar dan tidak pula melakukan upaya serius untuk melindungi hak-hak warga Negara. Bagaimana mungkin upaya tanggap darurat bisa dilakukan dengan maksimal jika data korban tidak ada yang pasti.

Yang tak kalah menariknya di balik bencana ini, para politisi yang bertarung dalam PEMILU 2009 berbondong-bondong mendatangani lokasi dan menjadikan bencana sebagai ajang kampanye gratis dengan kedok s…

WALHI Soroti Lemahnya Penanganan Situ Gintung

Jakarta, Greenpress- Bencana di kawasan situ Gintung Ciputat Tangerang Banten setidaknya telah menelan korban 21 orang meninggal dan 10 orang luka-luka berdasarkan data korban di RS Fatmawati yang dipantau oleh WALHI hingga Jumat (27/3) pukul 20.25 WIB. Sementara sumber lainnya menyebutkan sampai pukul 18.00 WIB, 38 orang meninggal dunia. Sumber lain menyebutkan 65 orang sudah meninggal dunia sampai dengan pukul 22.40 WIB.

Perbedaan data jumlah korban ini bukan hal yang baru ketika sebuah becana terjadi, bahkan sudah berlangsung lebih dari satu dekade. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah tak pernah belajar dan tidak pula melakukan upaya serius untuk melindungi hak-hak warga Negara. Bagaimana mungkin upaya tanggap darurat bisa dilakukan dengan maksimal jika data korban tidak ada yang pasti.

Yang tak kalah menariknya di balik bencana ini, para politisi yang bertarung dalam PEMILU 2009 berbondong-bondong mendatangani lokasi dan menjadikan bencana sebagai ajang kampanye gratis dengan ke…