Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei 5, 2009

Menhut akan Tuntut Greeenpeace

Gerokgak,Greenpress - Menteri Kehutanan MS Kaban menyatakan akan menuntut Greenpeace, setelah organisasi penyelamat lingkungan internasional ini dianggap mencemarkan nama baiknya.

"Saya sudah menyerahkan kepada kuasa hukum untuk melakukan tuntutan terhadap Greenpeace, karena organisasi ini sudah membuat pernyataan yang mengada-ada. Selain itu, Greenpeace juga telah mencemarkan nama baik saya secara personal, dan sampai kapan pun akan saya kejar." ujar MS Kaban kepada wartawan di Taman Nasional Bali Barat, Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Selasa seperti dilansir Antara.

Usai melepasliaran burung langka curik bali, Menhut menyebutkan, tuntutan atas Greenpeace harus dilakukan karena organisasi lingkungan ini telah membuat pernyataan yang tidak benar.

Sebelumnya, Greenpeace pada Kamis (30/4) lalu mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memeriksa Menteri Kehutanan MS Kaban, yang baru saja memberi izin pada 14 perusahaan untuk membabat lebih dari 100 ribu hektare hutan di Riau…

KLH akan Hitung Cepat Data Sampah

Jakarta,Greenpress - Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KLH) berencana melakukan hitung cepat data sampah di kota dan kabupaten di Indonesia agar tersedia data dan informasi akurat tentang sampah.


Deputi Menteri Lingkungan Hidup Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan Gempur Adnan pada jumpa pers terkait Rapat Kerja Teknis Pengendalian Pencemaran Lingkungan KLH di Jakarta, Selasa, mengatakan, hitung cepat sampah dilakukan karena banyak sekali kota dan kabupaten yang belum mempunyai data dan informasi akurat mengenai produksi sampah di daerah masing-masing.

"Apabila kota-kota tidak mempunyai data sampah, maka perencanaan pengelolaan sampah amburadul. Contoh kota Bandung saat terjadi bencana TPA (tempat pembuangan sampah akhir) Leuwigajah," katanya seperti dikutip Antara.

Pelaksana tugas Asisten Deputi Urusan Pengendalian Pencemaran Limbah Domestik dan Usaha Skala Kecil KLH Tri Bangun Laksono mengatakan, selama ini data mengenai sampah di kabupaten dan kota tidak akurat karen…

Peneliti: Selematkan Terumbu Karang Perlu Kemauan Politik

Jakarta, Greenpress- Penyelamatan terumbu karang memerlukan kemauan politik dari banyak negara, khususnya peserta Konferensi Kelautan Dunia (World Ocean Conference/WOC) 2009 yang akan diadakan di Manado, Sulawesi Utara.

"Penyelamatan terumbu karang ini memerlukan kemauan politik para pengambil keputusan, terutama di tingkat menteri agar segera dapat terlaksana," kata Peneliti Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Kurnaen Sumadiharga seperti dilansir Antara.

Menurut Kurnaen, para penguasa dunia di masa yang akan datang yakni mereka yang mampu menguasai sumber daya alam.

Ia mengatakan, oleh karena itu perlu upaya dari negara-negara dunia untuk turut serta dalam penyelamatan sumber daya alam, sebelum semuanya itu salah urus.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan pemerintah Indonesia, kata dia, yaitu melalui pembentukan pola pikir masyarakat untuk lebih mencintai laut.

"Sebagian besar wilayah Indonesia terdiri dari laut, oleh karena itu bangsa ini harus mencintai…

Pemerintah Prioritaskan Penyelamatan 92 Pulau Terluar

Jakarta,Greenpress - Pemerintah memprioritaskan penyelamatan kemungkinan hilangnya 92 pulau terluar Indonesia dari ancaman naiknya muka air laut akibat pemanasan global.

"Kalau untuk pulau-pulau terluar ada penanganan khusus. Jadi batas perairan kita tidak akan berubah karena perubahan iklim," kata Dirjen Kelautan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (KP3K) Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP), Syamsul Maarif, di Jakarta Senin.

Pemerintah akan berusaha keras mempertahankan 92 pulau terluar tersebut untuk mencegah bergesernya wilayah NKRI serta zona ekonomi eksklusif (ZEE) Indonesia.

"Contohnya kan ada, Pulau Nipah yang dulu hampir hilang karena penambangan pasir, sekarang 60 persen sudah kembali. Sehingga batas perairan kita di Kepulauan Riau tidak berubah," kata Syamsul seperti dikutip Antara.

Pemerintah, kata dia, telah mengeluarkan dana Rp400 miliar untuk mereklamasi Pulau Nipah yang dimulai sejak 2005 lalu.

Sementara itu, terkait upaya mitigasi bagi 17.480 pulau milik I…

Panitia WOC Belum Terima Pembatalan Peserta

Jakarta, Greenpress- Ketua Bidang Substansi Konferensi Kelautan Dunia (World Ocean Conference/WOC) Syamsul Maarif mengatakan belum ada negara peserta yang membatalkan kehadirannya di konferensi itu terkait merebaknya virus flu babi di sejumlah negara.


"Kalau membatalkan belum ada, tapi sudah ada beberapa peserta yang menanyakan soal kesiapan kita dalam menangani penyebaran flu babi tersebut," kata Syamsul yang juga merupakan Ketua Sekertariat Sementara KTT Prakarsa Segitiga Terumbu Karang Regional (Coral Triangle Initiative Summit).

Ia mengatakan, panitia telah membahas tentang kekhawatiran terganggunya Konfrensi Kelautan Dunia dan KTT Prakarsa Segitiga Terumbu Karang akibat merebaknya virus flu babi.

Pemerintah telah menyiapkan detektor panas tubuh di Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi, Ngurah Rai, Soekarno-Hatta, dan pelabuhan-pelabuhan laut di Manado.

Menurut dia, kebanyakan peserta konferensi akan datang melalui Bandar Udara Internasional Changi, Singapura, yang penjag…