Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei 31, 2009

LIPI: Gunung Api Tidak Muncul Tiba-tiba

Bengkulu, Greenpress - Direktur Pusat Penelitian Geologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Dr Iskandar Zulkarnain, mengatakan, kemunculan gunung api tidak mungkin secara tiba-tiba.


"Ada proses panjang yang membentuk gunung api muncul, tidak mungkin tiba-tiba," katanya saat dikonfirmasi tentang penemuan gunung api raksasa setinggi 4.600 meter dengan diameter 50 km di 330 km arah barat Kota Bengkulu.

Iskandar mengatakan, pihaknya belum mendapat laporan resmi terkait temuan gabungan para pakar geologi Indonesia dan sejumlah negara asing tersebut.

Terlepas dari itu, menurut dia, selain tidak mungkin terbentuk secara tiba-tiba, keberadaan gunung api di perairan barat Sumatra ini juga tidak pernah terdeteksi oleh satelit.

"Seharusnya ada deteksi ya kan, tapi sejauh ini saya belum pernah mendapat informasi tentang keberadaan gunung api di perairan barat Sumatra khususnya di laut Bengkulu ini," katanya seperti dikutip Antara.

Ia mencontohkan pembentukan kembali gunung …

KLH Luncurkan Sistem Elektronik Pengelolaan B3 Online

Jakarta, Greenpress - Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KLH) secara resmi meluncurkan sistem elektronik pengelolaan B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) dan limbah B3 sebagai rangkaian acara Pekan Lingkungan Indonesia di Jakarta.

Menteri Negara Lingkungan Hidup (MenLH) Rachmat Witoelar yang diwakili oleh Deputi IV MenLH Bidang Pengelolaan B3 dan Limbah B3, Imam Hendargo yang membuka secara resmi sistem elektronik pengurusan B3 tersebut mengatakan saat ini ada peningkatan jumlah izin pengelolaan limbah B3.

"Hal tersebut dimaknai positif. Untuk itu diperlukan adanya suatu bentuk pelayanan publik yang sangat prima, sehingga birokrasi kepengurusan izin yang merupakan suatu proses penting yang harus selalu disempurnakan," kata MenLH dalam sambutannya yang dibacakan oleh Deputi IV MenLH Imam Hendargo.

Proses pelayanan publik yang transparan dan peningkatan akuntabilitas pemerintah merupakan wujud dari e-government yang dilakukan oleh KLH.

Dengan diluncurkannya sistem elektronik ini, di…

Penanganan Orangutan di Indonesia Dinilai Buruk

Jakarta,Greenpress-Centre for Orangutan Protection (COP) mendesak Departemen Kehutanan untuk serius mengawasi pemeliharaan orangutan di kebun binatang. Desakan ini didasarkan pada hasil riset COP yang menunjukkan bahwa hampir seluruh orangutan yang berada di kebun binatang di Indonesia, saat ini berada dalam kondisi yang buruk.

Menurut Captivity Researcher COP Drh. Luki Wardhani, para pengelola orangutan cenderung mengabaikan prinsip -prinsip kesejahteraan binatang (animal welfare) yang disepakati oleh berbagai asosiasi kebun binatang seperti World Association of Zoos and Aquariums (WAZA) dan Perhimpunan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI). Adapun prinsip dalam penanganan orangutan yaitu bebas dari rasa lapar dan haus, bebas dari ketidaknyamanan secara fisik, bebas dari luka, sakit dan penyakit, bebas mengekspresikan perilaku secara normal serta bebas dari stress dan tekanan.

COP melakukan penilaian pada 28 orangutan di kebun binatang Surabaya, Solo, Yogya, Bandung dan Jakarta…