Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November 1, 2009

Berebut Lahan di Bumi Dewi Sri

Ketgam : Areal Tambang Bombana : Fotografer: Hasrul Kokoh/BeritaLingkungan.

Dimana ada gula, pasti ada semut. Ibarat gula dan semut, pendulang dan emas adalah pengandaian yang tepat bagi para pencari logam mulia di wilayah kabupaten Bombana menggerubuti lahan-lahan yang dulunya sepi, tak berpenghuni.

Tak sejengkal tanahpun yang mereka langkahi. Ada emas atau tidak sama semakali, tanah jadi target galian. “Untuk dapat emas, ya harus menggali, walau belum tentu tanah itu mengandung emas” kata Sucipto, pendulang asal Tasikmalaya-Jawa Barat.

Tambang emas Bombana di temukan pada pertengahan 2008. Saat itu, ribuan penambang dari pulau Sulawesi dan luar pulau Sulawesi, seperti Jawa, Kalimantan, dan Papua menyemut di Bombana.

Kegiatan tambang rakyat ini dinilai legal setelah Pemerintah kabupaten Bombana mengeluarkan SK Bupati No.10 tahun 2008 tentang kewajiban penambang membayar kartu dulang sebesar Rp 250.000 per orang. Data terakhir menunjukkan, 60 ribu kartu dulang telah dikeluarkan oleh Peme…