Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember 11, 2009

Greenpeace Desak Menhut Cabut Izin Sinar Mas Group

Jakarta, BERLING-Aktivis Greenpeace menyerahkan bukti kegiatan ilegal pembabatan hutan oleh Sinar Mas kepada Menteri Kehutanan. Para aktivis Greenpeace, termasuk dua orang utan, membentangkan banner bertuliskan “Pak Zulkifli Hasan – Hentikan Penjahat Hutan” di pintu masuk kantor Departemen Kehutanan untuk mendesak Menteri Zulkifli segera menghentikan semua izin pembabatan hutan Sinar Mas.

Aksi Greenpeace ini berlangsung sesaat setelah Unilever – pembeli terbesar minyak kelapa sawit di dunia – mengumumkan penghentian semua pembelian minyak kelapa sawit dari Sinar Mas.
Langkah Unilever ini terjadi sehari setelah Greenpeace meluncurkan laporan “Kegiatan Pembabatan Hutan Ilegal dan Greenwash RSPO. Laporan ini membeberkan bagaimana perusahaan-perusahaan milik Sinar Mas terlibat dalam pembabatan hutan alam besar-besaran di Indonesia, juga perusakan lahan gambut dalam dan kegiatan ilegal lainnya.

Bulan November lalu, perusahaan raksasa asal Finlandia, UPM, juga menghentikan kontrak senilai 30 j…

Pembahasan Dana Perubahan Iklim Berjalan Alot

Aksi aktivis lingkungan di Kopenhagen Menuntut Keadilan Iklim. Foto : DELRI

Kopenhagen,Perundingan pendanaan perubahan iklim di COP 15 Kopenhagen hingga kini masih berjalan alot. Delegasi Republik Indonesia (DELRI) melaporkan pandangan negara maju masih berbeda secara prinsipil dengan negara berkembang yang diwakili oleh kelompok G77 dan China.

Amanda Katili Niode, PhD. Koordinator Divisi Komunikasi, Informasi dan Edukasi, Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI) dalam siaran persnya yang diterima BeritaLingkungan.Com mengatakan, pendanaan merupakan topik yang sangat penting karena berbagai pelaksanaan kegiatan untuk penanggulangan perubahan iklim akan sangat tergantung pada pendanaan yang tersedia.

Menurutnya, pendanaan bersifat lintas isu dan akan menentukan seberapa jauh negara-negara Pihak Konvensi Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa Mengenai Perubahan Iklim (UNFCCC), terutama negara berkembang, akan mampu melakukan berbagai upaya untuk beradaptasi dengan dampak-dampak negatif per…

Draf Kopenhagen Agreement Menuai Protes

Suasana di Bella Center Kopenhagen. Foto © Greenpeace/Buus

Kopenhagen, - Dokumen konsep Copenhagen Agreement atau Kesepakatan Kopenhagen beredar di kalangan delegasi COP 15 dan media kemarin. Dokumen ini membuat marah sebagian delegasi negara berkembang.

Selusin lebih delegasi negara-negara Afrika terlihat emosi dan melakukan aksi spontan di Bella Centre. Bocornya dokumen ini membuat UNFCC kelabakan. Tepat jam 01.22 Rabu pagi waktu Kopenhagen, humas UNFCCC mengeluarkan seruan media menanggapi berbagai informasi yang beredar dan kekhawatiran terhadap hasil COP 15.

Surat elektronik ini hanya memuat satu paragraf pernyataan Sekretaris Eksekutif UNFCCC Yvo de Boer terhadap dokumen informal yang disampaikan Perdana Menteri Denmark, "Adoption of the Copenhagen Agreement”.

Menurutnya, ini hanyalah dokumen informal yang dikeluarkan sebelum konferensi untuk diberikan pada beberapa orang dalam rangka proses konsultasi. Sementara dokumen formal dalam proses UN hanya akan dikeluarkan oleh presid…

Sinar Mas Group Dituding Membabat Hutan di Kalimatan

Jakarta, – Greenpeace beberkan bukti-bukti baru kegiatan pembabatan hutan ilegal Sinar Mas Grup di Kalimantan Barat tepatnya di Kabupaten Kapuas Hulu dan Kabupaten Ketapan Hulu dengan luas hutan yang dibabat rentang waktu tahun 2005 hingga 2009 mencapai 170 ribu hektar.

Menurut Joko Arif, Juru Kampanye Hutan Greenpeace Asia Tenggara yang dihubungi via telpon (10/12) mengatakan, aktivitas pembatatan hutan yang dilakukan Sinar Mas Group tersebut tidak dilengkapi dengan IPK (Ijin Pemanfaatan Kayu) sesuai dengan Undang-Undang Kehutanan tahun 1999.

Selain itu, kegiatannya juga tidak dilengkapi dengan dokumen Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) yang menyeluruh serta izin yang benar. Ia menyebut, perusahaan Sinar Mas di Ketapang, PT Agro Lestari Mandiri (ALM), ijin AMDAL-nya baru disetujui bulan Desember 2007 namun sudah membuka lahan sejak 2005."Pembukaan hutan pertama yang dilakukan tahun 2005 bahkan diresmikan Bupati Ketapang ketika itu dan terdokumentasi pada koran setempat," ujar…