Langsung ke konten utama

Timur Tengah Dilanda Krisis Air


Foto : Greenprophet.com

AMMAN, Dampak pemanasan global kini mulai terasa di negara-negara semanjung Arab, sebuah laporan terbaru menyebutkan lebih dari 17 negara-negara Arab mengalami air sebanyak 500 meter kubik per tahun.

Dalam pertemuan regional yang membahas krisis air pekan lalu di Yordani, Jordan Times melaporkan, para pejabat negara di Timur Tengah mengakui krisis air yang dialami banyak negara di Timur Tengah merupakan dampak dari adanya perubahan iklim yang membahayakan kehidupan manusia. 75% dari air permukaan di dunia Arab, berasal dari luar perbatasannya.

Yordania merupakan salah satu negara Arab yang paling rentan mengalami krisis air. Sumber air penduduk Yordania berasal dari distribusi air yang dikirim pemerintah setiap dua minggu sekali. Selain itu mereka juga mengandalkan tangki yang terletak di atap atau air sumur bawa tanah.

Dalam pertemuan negara-negara yang membahas masalah air di Timur Tengah yang bertempat di Yordania dan diselenggarakan oleh Organisasi Pembangunan Administrasi Arab, para ahli merekomendasikan agar pemimpin negara-negara Arab segera mengambil upaya startegis pengelolaan air di kawasan Timur Tengah untuk menghindari dampak buruk dari perubahan iklim.

Sementara itu, Menteri urusan Air dan Irigasi Jordania, Mohammad Najjar mengatakan bahwa negara-negara Arab harus bersatu untuk melindungi sumber air di semanjung Arab.“Yang tak kalah pentingnya adalah meningkatkan kesadaran masyarakat untuk masalah ini,”tandasnya. (Marwan Azis/Jordan Times/ENN).

Artikel detailnya silakan akses di http://www.greenprophet.com/2010/01/05/15665/arab-world-water-protection/


Komentar

paoyin mengatakan…
Memang betul kalau apa yang dirisaukan semua orang akan terjadi bahwa kini kekurangan air bersih melanda dimana-mana, oleh karena itu tanggungjawab kita semualah untuk mengembalikan alam ini sebagaimana mestinya. Artinya negara yang punya uang ya pakai uangnya, negara yang hanya punya tenaga ya pakai tenaganya. Yang jelas bagaimana komitmen kita aja
paoyin mengatakan…
Ini yang paling jelas adalah disamping membuka lapangan kerja juga masyarakat ikut berpartisipasi dalam penyelamatan lingkungan adalah dengan menambah wilayah kegiatan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Lingkungan Mandiri Perdesaan termasuk dananya. Sebab untuk menyelesaikan masalah lingkungan butuh dana yang besar tenaga yang unggul dan banyak.
redaksi mengatakan…
Makasih atas komentarnya bro.... Mari bersama-2 berkontribusi dalam penyelamatan lingkungan sesui profesi dan kemampuan kita masing-2.

Salam

Postingan populer dari blog ini

Potensi Tambang Sulawesi Tenggara dalam Kepungan Investor

Gambar kegiatan eksplorasi tambang nikel di Pulau Lemo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. foto: yoshasrul

Sektor pertambangan provinsi Sulawesi Tenggara cukup potensial dan menjadi perhatian investor nasional maupun asing yang bergerak di bidang pertambangan. Sulawesi Tenggara memiliki kandungan tambang yang sangat potensial dan telah banyak perusahaan yang telah melakukan eksplorasi utamanya kabupaten Buton, Konawe, Konawe Utara, dan kabupaten lain di Sulawesi Tenggara. Hal ini membuktikan bahwa Sulawesi Tenggara memilki potensi pertambangan yang dapat diandalkan, namun belum dioptimalkan pemanfaatannya.

Potensi pertambangan yang dimiliki oleh Sulawesi Tenggara diantaranya adalah Tambang aspal di Kabupaten Buton, Tambang nikel di kabupaten Kolaka, Konawe Utara dan Konawe, potensi tambang marmer, batu granit dan krom tersebar di beberapa kabupaten di Sulawesi Tenggara dan untuk potensi tambang minyak di Kabupaten Buton Utara dan Buton. Khusus untuk tambang aspal, beberapa perusahaan …

Otto Soemarwoto, Guru Besar Pro Lingkungan & NKRI

Guru besar emeritus Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, ini seorang tokoh yang pro lingkungan hidup dan pro Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Doktor dalam Plant Physiology, Universitas California, Berkeley, AS, kelahiran Purwokerto, Jawa Tengah, 19 Februari 1926, ini mengatakan setiap proyek harus bertujuan untuk memperkuat NKRI dan lingkungan hidup.


Prof Dr Otto Soemarwoto yang dikenal rendah hati dan sederhana, itu mengatakan selama ini banyak kegiatan pembangunan yang mengabaikannya. Dia memberi contoh, pembangunan transportasi yang lebih banyak diarahkan pada transportasi darat. Padahal Indonesia adalah negara kelautan. Akibatnya, laut belum menjadi penghubung, melainkan pemisah.

Menurut suami dari Idjah Natadipraja MA dan ayah dari Gatot Soemarwoto, Rini Soemarwoto dan Bambang Soemarwoto, itu pembangunan juga masih bersifat Jawa-sentris sehingga menimbulkan iri hati dan berujung kehendak untuk memisahkan diri. Menurutnya, sekitar 80 persen pembangunan jalan tol ada di…

Jurnalistik Lingkungan : Tantangan dan Kiat

Oleh : IGG Maha Adi
___________________________________________

Lingkungan hidup
• Seluruh benda, daya, keadaan dan makhluk hidup, yang memengaruhi perikehidupan dan kesejahteraan makhluk hidup. (UU No.23/1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup)
• Memengaruhi  Berinteraksi

Jurnalistik Lingkungan
• Kegiatan pemberitaan [mengumpulkan, memproses dan menerbitkan informasi yang bernilai berita] masalah-masalah lingkungan hidup.

Berita Lingkungan
Berita lingkungan hidup memiliki beberapa ciri, antara lain:
• menunjukkan interaksi saling memengaruhi antar- komponen lingkungan
• berorientasi dampak lingkungan
• pemberitaan dapat dari level gen hingga level biosfer

Apa Itu Berita Lingkungan ?
• Berita lingkungan hidup sering tidak dapat dibedakan dari berita-berita masalah sosial seperti kesehatan, kemiskinan, bahkan kriminalitas. Masalah dampak lingkungan hampir selalu berkaitan dengan persoalan lain yang kompleks.
• Patokan yang fleksibel diperlukanKisi-kisi: int…