Langsung ke konten utama

Video WWF Rekam Harimau Sumatera



Ketgam : Harimau Sumatera yang berhasil direkam video jebak WWF Indonesia.

Jakarta,Greenpress–Video jebak (video trap) yang di pasang oleh tim riset WWF-Indonesia di Sumatera Bagian Tengah tepatnya diantara dua wilayah konservasi Suaka Margasatwa Rimbang Baling dan Taman Nasional Bukit Tigapuluh di Propinsi Riau dan Jambi berhasil merekam gambar harimau betina dan dua anaknya.

Menurut Karmila Parakkasi, Koordinator Tim Riset Harimau Sumatera WWF-Indonesia dalam siaran persnya (7/1), temuan ini memberikan informasi ilmiah dan unik mengenai tingkah laku satwa dilindungi tersebut.

Setelah lima tahun penelitian harimau menggunakan kamera jebak (camera trap) yang menghasilkan gambar tak bergerak, pada September 2009 WWF mulai menggunakan video jebak (video trap) untuk melengkapi temuan-temuan sebelumnya. Hasilnya, pada Oktober 2009 untuk pertama kalinya di kawasan tersebut induk harimau beserta anaknya dapat didokumentasikan dengan video jebak saat berada di alam.

“Memperoleh cuplikan video tersebut hanya dalam jangka waktu satu bulan setelah pemasangan kamera video merupakan suntikan moral yang sangat berarti bagi tim kami di lapangan,”kata Karmila.

“Walaupun demikian, kami merasa khawatir karena hutan di kawasan tempat kami memperoleh video serta foto harimau tersebut terancam oleh pembukaan lahan oleh dua perusahaan pulp dan kertas raksasa, perkebunan kelapa sawit, serta perambahan dan penebangan liar. Yang menjadi pertanyaan, bisakah anak-anak harimau tersebut tumbuh besar di lingkungan seperti ini?,” tambahnya.

Selain mendapatkan gambar harimau betina dan dua anaknya, video jebak yang dipasang tersebut juga mendapatkan gambar harimau jantan dan satwa burunya yaitu babi hutan dan rusa, dan satwa lainnya seperti tapir, monyet ekor panjang, landak, dan luwak.

Video jebak bekerja dengan sensor infra merah yang otomatis teraktifasi saat sensor tersebut mengidentifikasi panas tubuh yang melintasinya. Piranti ini menjadi alat yang sangat penting dalam upaya mengidentifikasi individu harimau guna memonitor populasi serta habitat dan wilayah jelajahnya.

“Ada tantangan tersendiri dalam mengoperasikan kamera-kamera ini, di satu sisi kita harus memasangnya di lokasi yang biasanya dilewati satwa, namun di sisi lain kita juga harus melindungi kamera tersebut dari kemungkinan dicuri oleh pembalak dan pemburu liar.” lanjut Karmila.

Karmila dan tim risetnya pertamakali memperoleh foto induk dan kedua anak harimau tersebut pada Juli 2009 dengan menggunakan kamera jebak biasa (tidak bergerak). Sayangnya gambar yang didapat tidak terlalu baik kualitasnya. “Kami tidak terlalu yakin dengan jumlah anak harimau yang terdokumentasi dalam foto-foto tersebut,”ujarnya. Untuk mengkonfirmasi hasil awal yang diperoleh, video jebak dipasang pada bulan September di lokasi yang sama.

Tim Riset Harimau WWF telah memasang empat kamera video jebak di kawasan jelajah harimau yaitu di antara dua wilayah konservasi Suaka Margasatwa Rimbang Baling dan Taman Nasional Bukit Tigapuluh.

Saat ini diperkirakan hanya terdapat sekitar 400 individu Harimau Sumatera di alam liar dengan status kritis terancam punah (critically endangered) dimana keberadaan mereka terus terancam oleh rusaknya habitat, dan perdagangan serta perburuan ilegal.

Sementara spesies harimau diseluruh dunia saat ini hanya tersisa 3200 ekor yang meliputi enam sub-spesies yaitu harimau Sumatera, Bengal, Amur, Indochina, Cina Selatan, dan Malaya. (Marwan Azis).

Komentar

alam hijau mengatakan…
Selamat buat WWF Indonesia yang telah berhasil mendokumentasikan 'buruannya', sehingga bisa melangkah lebih jauh lagi dalam upaya melestarikan satwa-satwa langka yang ada di Indonesia, khususnya harimau sumatera.

Upaya konservasi tanpa lelah tersebut cukup membanggakan kita semua, yang punya komitmen untuk melestarikan lingkungan.

Seruan untuk mencegah dan menghentikan explorasi hutan dan upaya untuk memperjuangkan konservasinya, harus terus kita sampaikan kepada pihak-pihak yang memiliki kuasa dan juga masyarakat baik dalam negeri maupun internasional, demi keberhasilan perjuangan yang berat tersebut.

Saat ini adalah momen yang cukup tepat untuk melakukan hal tersebut, mengingat wacana soal penyelamatan bumi lewat isu global warming semakin dipahami dan diterima oleh masyarakat kembanyakan, bahkan gaungnya semakin menggema di seantero pernjuru dunia. Terlihat dari semakin populernya isu lingkungan di raung-ruang publik. Semakin banyaknya gerakan-gerakan lingkungan dan semakin berkembangnya aktivis yang mengusung isu-isu lingkungan.

Semoga sinyal-sinyal positif tersebut bukan sekedar tren yang artificial, tapi sungguh-sungguh gerakan bijak untuk menyelamatkan bumi dan kita semua. Amien!

Oiya, salam kenal Mas dan Mbak, saya sebagai pemula yang sedang belajar lingkungan sungguh sangat tertarik dengan wacana yang dipublish via blog istimewa ini. Terima kasih!
redaksi mengatakan…
Makasih Mbak alam hijau udah mampir dan komentar ke blog Greenpress, mari berbagi informasi lingkungan hidup untuk lingkungan hidup yang lebih baik.......

Postingan populer dari blog ini

Potensi Tambang Sulawesi Tenggara dalam Kepungan Investor

Gambar kegiatan eksplorasi tambang nikel di Pulau Lemo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. foto: yoshasrul

Sektor pertambangan provinsi Sulawesi Tenggara cukup potensial dan menjadi perhatian investor nasional maupun asing yang bergerak di bidang pertambangan. Sulawesi Tenggara memiliki kandungan tambang yang sangat potensial dan telah banyak perusahaan yang telah melakukan eksplorasi utamanya kabupaten Buton, Konawe, Konawe Utara, dan kabupaten lain di Sulawesi Tenggara. Hal ini membuktikan bahwa Sulawesi Tenggara memilki potensi pertambangan yang dapat diandalkan, namun belum dioptimalkan pemanfaatannya.

Potensi pertambangan yang dimiliki oleh Sulawesi Tenggara diantaranya adalah Tambang aspal di Kabupaten Buton, Tambang nikel di kabupaten Kolaka, Konawe Utara dan Konawe, potensi tambang marmer, batu granit dan krom tersebar di beberapa kabupaten di Sulawesi Tenggara dan untuk potensi tambang minyak di Kabupaten Buton Utara dan Buton. Khusus untuk tambang aspal, beberapa perusahaan …

Jurnalistik Lingkungan : Tantangan dan Kiat

Oleh : IGG Maha Adi
___________________________________________

Lingkungan hidup
• Seluruh benda, daya, keadaan dan makhluk hidup, yang memengaruhi perikehidupan dan kesejahteraan makhluk hidup. (UU No.23/1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup)
• Memengaruhi  Berinteraksi

Jurnalistik Lingkungan
• Kegiatan pemberitaan [mengumpulkan, memproses dan menerbitkan informasi yang bernilai berita] masalah-masalah lingkungan hidup.

Berita Lingkungan
Berita lingkungan hidup memiliki beberapa ciri, antara lain:
• menunjukkan interaksi saling memengaruhi antar- komponen lingkungan
• berorientasi dampak lingkungan
• pemberitaan dapat dari level gen hingga level biosfer

Apa Itu Berita Lingkungan ?
• Berita lingkungan hidup sering tidak dapat dibedakan dari berita-berita masalah sosial seperti kesehatan, kemiskinan, bahkan kriminalitas. Masalah dampak lingkungan hampir selalu berkaitan dengan persoalan lain yang kompleks.
• Patokan yang fleksibel diperlukanKisi-kisi: int…

Kenapa Masih Menjadi Aktivis dan Kenapa Masih Bekerja di NGO

Oleh : Jack Rimbawan

Setiap orangtua pasti menginginkan anaknya untuk sukses dalam bekerja di mana kategori sukses menurut orangtua adalah menjadi PNS atau pegawai kantoran. Bahkan, yang bapaknya tentara pasti ingin putranya jadi penerus untuk jadi tentara. Namun pernahkah ada orangtua yang menyarankan anak atau menantunya untuk bekerja menjadi aktivis, atau menjadi sang demonstran?

Kata aktivis dalam penyerapan Bahasa Indonesia adalah seorang yang aktif dalam berkegiatan atau orang yang dalam kehidupannya total memperjuangkan tujuan atau cita-citanya.

Sejarah Pergerakan Bangsa dan Aktivitas

Bila kita masih dapat mengingat pelajaran sejarah dari zaman masih duduk di bangku sekolah sampai kuliah, maka kita tak bisa pungkiri bahwa kemerdekaan bangsa ini karena adanya aktivis-aktivis yang lahir dari para pemuda Bangsa Indoneisa. Di jaman sebelum kemerdekaan atau tepatnya jaman era kebangkitan bangsa para pemuda di Indonesia menyatakan satu visi, satu ideologi dalam sebuah kesamaan, yaitu sam…