Langsung ke konten utama

Warga Korban Banjir Mulai Berbenah



Warga korban banjir Rawa Jati Jakarta Selatan mulai membersihkan halaman rumahnya dari tumpukan sampah yang terbawa oleh arus banjir Kali Ciliwung. Foto : Marwan Azis/Greenpress.

Jakarta,-Setelah tergenang luapan air Sungai Ciliwung sejak Sabtu siang (13/2), warga di sepanjang kali Ciliwung, Kelurahan Rawa Jati, Kalibata, Minggu siang warga mulai membersihkan kotoran lumpur yang tergenang.

Dari pantauan Blogger Greenpress, beberapa warga membersihkan genangan lumpur dengan menggunakan mesin pompa air milik warga.

Menurut Musria, warga Rawa Jati, akibat genangan banjir, mereka harus mengungsi ke rumah tetangga atau kerabat yang berada di dataran tinggi. Banjir kali ini sudah diantisipasi warga yang sudah terbiasa dengan keadaan seperti ini.

Warga juga mengaku merasa cukup terhibur dengan janji Nova, salah seorang anggota DPR RI asal Partai Demokrat yang berkunjung dan berjanji akan membahas dan menangani masalah banjir ini dalam rapat paripurna.

Kondisi kesehatan warga cukup memprihatinkan, banyak warga yang terdiri sekitar 60 kepala keluarga ini, mengalami gatal-gatal dan rematik akibat terendam air. Mereka berharap masalah banjir ini dapat segera diatasi pemerintah.

Selain itu, keadaan setelah banjir ini, membuat warga harus sabar menunggu untuk melakukan rutinitas mereka, termasuk menjemur perabot dan pakaian mereka yang tidak kunjung kering akibat tidak adanya sinar matahari sepanjang hari Minggu ini.

Masalah banjir di Jakarta, memang bukan masalah baru dan masalah ini merupakan masalah bersama warga Jakarta. Salah satu jalannya yang mesti dilakukan warga Jakarta adalah mengubah pola hidup sehari-hari, dengan menjaga lingkungan sekitar dan tidak membuang sampah sembarangan.( Bastian Walters)



Komentar

Pos populer dari blog ini

Potensi Tambang Sulawesi Tenggara dalam Kepungan Investor

Gambar kegiatan eksplorasi tambang nikel di Pulau Lemo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. foto: yoshasrul

Sektor pertambangan provinsi Sulawesi Tenggara cukup potensial dan menjadi perhatian investor nasional maupun asing yang bergerak di bidang pertambangan. Sulawesi Tenggara memiliki kandungan tambang yang sangat potensial dan telah banyak perusahaan yang telah melakukan eksplorasi utamanya kabupaten Buton, Konawe, Konawe Utara, dan kabupaten lain di Sulawesi Tenggara. Hal ini membuktikan bahwa Sulawesi Tenggara memilki potensi pertambangan yang dapat diandalkan, namun belum dioptimalkan pemanfaatannya.

Potensi pertambangan yang dimiliki oleh Sulawesi Tenggara diantaranya adalah Tambang aspal di Kabupaten Buton, Tambang nikel di kabupaten Kolaka, Konawe Utara dan Konawe, potensi tambang marmer, batu granit dan krom tersebar di beberapa kabupaten di Sulawesi Tenggara dan untuk potensi tambang minyak di Kabupaten Buton Utara dan Buton. Khusus untuk tambang aspal, beberapa perusahaan …

ACARA GREEN FESTIVAL 2008

Jalan Masuk

Acara Green Festival 2008 sendiri akan mengambil tempat di Parkir Timur Senayan. Dari layout gambar yang dirilis panitia, pintu masuk Greenfest berada di sisi utara Parkir Timur Senayan, sedangkan panggung utama berada di ujung selatannya (membelakangi jalan raya Sudirman).


Untuk mempermudah akses masuk ke Green Festival, Anda disarankan masuk ke komplek Senayan melalui Century Atlit (Jl Pintu 1) atau TVRI (Jl Gerbang Pemuda) untuk selanjutnya langsung menuju Parkir Timur Senayan.

Pentas Musik
- T ai ko Jepang (alat tabuh): Jumat 16.10
- Choir Kid Purwacaraka: Jumat 16.25
- Capoeira: Jumat 19.05
- Nugie: Jumat 20.10
- Letto: Jumat 20.45
- SD Citra Indonesia : Sabtu 10.30
- Dwiki & The Next Gen: Sabtu 13.25
- SD & SMA Harapan Bangsa: Sabtu 14.25
- Nabila & Smart: Sabtu 15.45
- Ulli Sigar Rusady & Super Bintang: Sabtu 19.05
- Maliq & d'Essentials: Sabtu 19.25
- Marcell: Sabtu 20.15
- Ta ta loe: Minggu 10.30 & 17.00
- Bina Vokalia: Minggu 1…

Negara Kepulauan Tuntut Amandemen Protokol Kyoto

Tuvalu, salah satu negara kepulauan yang rentan terhadap dampak perubahan iklim. Foto : Google.

Kopenhagen, BL-Di tengah negosiasi yang alot COP 15 UNFCCC di Kopenhagen, Tuvalu dan sejumlah negara kepulauan menuntut Amandemen Protokol Kyoto dalam pertemuan Conference of the Parties serving as the Meeting of the Parties to the Kyoto Protocol (CMP) di Bella Center kemarin.

Pertemuan itu membahas amandemen annex B, sebagai bagian dari periode kedua dari komitmen Protokol Kyoto. Tuvalu, salah satu negara kepulauan Pacific yang mendukung pelaksanaan mengusulkan amandemen target menjaga tingkat kenaikan suhu bumi di bawah atau tak lebih dari 1,5 derajat selsius dan konsentrasi gas rumah kaca tak lebih dari 350 ppm. Lebih tinggi dari kesepakatan sebelumnya, yang hanya 2 derajat celcius.

Hal tersebut dilaporkan Siti Maemunah dari Jatam yang juga turut hadir dalam COP 15 UNFCCC. Menurut Maemuna, Tuvalu adalah salah satu negara kepulauan di Asia pasifik yang harus lintang pukang bertahan hidup aki…