Langsung ke konten utama

WALHI Seruhkan Pemulihan DAS Citarum


Das Citarum, foto : rismayadie.wordpress.com

Jakarta, GreenPress-Proyek tahap pertama Program Investasi Pengelolaan Sumber Daya Air Citarum secara terpadu ternyata tidak untuk memperbaiki DAS Citarum secara komprehensip. Namun tidak lebih untuk menjamin pasokan dua perusahaan penyedia Air minum di Jakarta, PT. Palyja perusahaan Prancis dan PT. Aetra perusahaan Singapura.

Hal tersebut disampaikan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) dalam siaran persnya(14/4). Pemulihan DAS Citarum sudah di desakan sejak sepuluh tahun terakhir. Data LPPM Unpad menyebutkan bahwa 12 tahun terakhir sejak 1990, telah terjadi penyusutan luas area hutan dari 21,4 persen menjadi 14,2 persen.

Sementara lahan pertanian berkurang dari 56 persen menjadi 27,5 persen. Pun demikian dalam sepuluh tahun terakhir pemerintah tidak melakukan hal berarti karena sibuk membuat proyek utang, menunggu dan mengharap cairnya dana utang.

Pemerintah Pusat, sejak tahun 2003 sebenarnya telah mengusung Program Investasi Pengelolaan Sumber Daya Air Citarum secara Terpadu (Integrated Citarum Water Resources Management Investment Program; ICWRMIP) yang diusung Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Namun dana utang tahap pertama baru cair sebesar 50 juta dolar AS kepada pemerintah Indonesia untuk perbaikan Citarum. Utang itu merupakan utang tahap pertama dari kerangka paket pinjaman multitahap senilai 500 juta dolar AS untuk program selama lima belas tahun.

Seperti diketahui, bahwa perbaikan sebuah Daerah Aliran Sungai (DAS) selayaknya dilakukan dari hulu. Namun, dalam program tahap pertama ini (2009), malah digunakan untuk memperbaiki Kanal Tarum Barat, sepanjang 54,2 kilometer. Mulai dari Karawang sampai Bekasi. Lalu, akan dilanjutkan untuk membangun siphon (saluran bawah tanah) di bawah sungai Bekasi untuk menjamin kualitas dan kuantitas pasokan air bersih ke Jakarta.

Menurut M. Islah, Pengkampanye Air dan Pangan WALHI, jika pemulihan DAS Citarum dilakukan dari hulu dan dari dulu, maka dampak bencana yang menimpa Jawa Barat bulan lalu dapat diminimalisir.

Selain itu, pemulihan DAS tidak dapat mengandalkan proyek-proyek jutaan dolar yang berasal dari utang luar negeri. Selain cenderung didompleng kepentingan-kepentingan privatisasi, juga memperbesar beban utang indonesia”.

Jika untuk melakukan restorasi DAS Citarum saja Indonesia menghutang sebesar $ 500 Juta atau sebesar 5 trilyun rupiah dari Asian Devolepment Bank (ADB). Bayangkan berapa utang yang harus ditanggung rakyat untuk memperbaiki 64 DAS yang rusak di seluruh Indonesia. Belum lagi proyek-proyek besar sering di korupsi.

Masih menurut WALHI, memulihkan Indonesia dari ketidakadilan dan bencana ekologis yang datang setiap hari harus di lakukan oleh kekuatan bangsa Indonesia sendiri. Mengharapkan pendanaan asing dari skema pasar maupun utang luar negeri hanya akan menambah masalah dikemudian hari. “Keikut-sertaan masyarakat ini dapat dilakukan jika pemerintah konsisten ingin memulihkan Indonesia, tidak mengeluarkan kebijakan yang justru mengancam kelestarian lingkungan hidup dan menghentikan konversi hutan, pertambangan dan pembangunan yang merusak lingkungan,”tandasnya.

Menurut Teguh Surya, Kepala Departemen Kampanye WALHI, Peraturan Pemerintah (PP) No.24 tahun 2010, tentang Penggunaan Kawasan Hutan, justru mengancam kehancuran hutan tersisia. Karena dalam PP tersebut pemerintah juga mengizinkan pemakaian kawasan hutan untuk pertambangan dan kepentingan diluar kegiatan kehutanan lainnya. (WAN).


Komentar

Pos populer dari blog ini

ACARA GREEN FESTIVAL 2008

Jalan Masuk

Acara Green Festival 2008 sendiri akan mengambil tempat di Parkir Timur Senayan. Dari layout gambar yang dirilis panitia, pintu masuk Greenfest berada di sisi utara Parkir Timur Senayan, sedangkan panggung utama berada di ujung selatannya (membelakangi jalan raya Sudirman).


Untuk mempermudah akses masuk ke Green Festival, Anda disarankan masuk ke komplek Senayan melalui Century Atlit (Jl Pintu 1) atau TVRI (Jl Gerbang Pemuda) untuk selanjutnya langsung menuju Parkir Timur Senayan.

Pentas Musik
- T ai ko Jepang (alat tabuh): Jumat 16.10
- Choir Kid Purwacaraka: Jumat 16.25
- Capoeira: Jumat 19.05
- Nugie: Jumat 20.10
- Letto: Jumat 20.45
- SD Citra Indonesia : Sabtu 10.30
- Dwiki & The Next Gen: Sabtu 13.25
- SD & SMA Harapan Bangsa: Sabtu 14.25
- Nabila & Smart: Sabtu 15.45
- Ulli Sigar Rusady & Super Bintang: Sabtu 19.05
- Maliq & d'Essentials: Sabtu 19.25
- Marcell: Sabtu 20.15
- Ta ta loe: Minggu 10.30 & 17.00
- Bina Vokalia: Minggu 1…

Mencumbu Wisata Air Terjun Moramo

Pepohonan rimbun tumbuh subur disepanjang jalan. Sebagain telah berumur dan berukuran besar.  Batu dan pohon-pohon berbalur lumut begitu mudah dijumpai.

Potensi Tambang Sulawesi Tenggara dalam Kepungan Investor

Gambar kegiatan eksplorasi tambang nikel di Pulau Lemo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. foto: yoshasrul

Sektor pertambangan provinsi Sulawesi Tenggara cukup potensial dan menjadi perhatian investor nasional maupun asing yang bergerak di bidang pertambangan. Sulawesi Tenggara memiliki kandungan tambang yang sangat potensial dan telah banyak perusahaan yang telah melakukan eksplorasi utamanya kabupaten Buton, Konawe, Konawe Utara, dan kabupaten lain di Sulawesi Tenggara. Hal ini membuktikan bahwa Sulawesi Tenggara memilki potensi pertambangan yang dapat diandalkan, namun belum dioptimalkan pemanfaatannya.

Potensi pertambangan yang dimiliki oleh Sulawesi Tenggara diantaranya adalah Tambang aspal di Kabupaten Buton, Tambang nikel di kabupaten Kolaka, Konawe Utara dan Konawe, potensi tambang marmer, batu granit dan krom tersebar di beberapa kabupaten di Sulawesi Tenggara dan untuk potensi tambang minyak di Kabupaten Buton Utara dan Buton. Khusus untuk tambang aspal, beberapa perusahaan …