Langsung ke konten utama

Aktivis Greenpeace Diserang Nelayan di Mediterania


Ketgam : Suasana penyerangan aktivis Greenpeace di Laut Tengah, Mediterania. Foto : Greenpeace Internasional.

Aktivis organisasi lingkungan, Greenpeace yang melakukan aksi damai dan berusaha menyelamatkan tuna sirip di Laut Tengah, Mediterania diserang oleh nelayan.

"Kami melakukan aksi damai untuk menyelamatkan ikan terperangkap di dalam jaring purse seine besar. Tapi kami diserang oleh beberapa kapal nelayan penangkap ikan tuna,"kata salah seorang aktivis Greenpeace yang dipublis situs resmi Greenpeace Inteernasional.

Aksi Greenpeace ini dilakukan kemarin (4/5), ketika mereka menemukan sebuah kapal penangkap ikan tuna bernama Jean Marie Kristen 6. "Kami meluncurkan perahu karet dari kapal kami Rainbow Warrior dan Arctic Sunrise dengan tujuan menenggelamkan satu sisi jaring untuk membebaskan tuna terperangkap dalam jaring,"ujarnya.

Namun kapal nelayan balik menyerang aktivis Greenpeace. Akibatnya, satu aktivis Greenpeace terluka parah ketika spike dari pengait ditikam lurus melalui kakinya. Aktivis yang terluka itu kini sedang dievakuasi untuk perawatan darurat. "Dua perahu karet kami juga disayat dengan pisau dan satu tenggelam setelah menabrak dan kemudian jalankan oleh kapal penangkap ikan, sehingga mengalami kerusakan berat dan beberapa aktivis kita harus diselamatkan dari laut,"tuturnya.

Menurut informasi yang diperoleh, Greenpeace berencana menuntut nelayan yang menyerang mereka. (Marwan Azis).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Potensi Tambang Sulawesi Tenggara dalam Kepungan Investor

Gambar kegiatan eksplorasi tambang nikel di Pulau Lemo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. foto: yoshasrul

Sektor pertambangan provinsi Sulawesi Tenggara cukup potensial dan menjadi perhatian investor nasional maupun asing yang bergerak di bidang pertambangan. Sulawesi Tenggara memiliki kandungan tambang yang sangat potensial dan telah banyak perusahaan yang telah melakukan eksplorasi utamanya kabupaten Buton, Konawe, Konawe Utara, dan kabupaten lain di Sulawesi Tenggara. Hal ini membuktikan bahwa Sulawesi Tenggara memilki potensi pertambangan yang dapat diandalkan, namun belum dioptimalkan pemanfaatannya.

Potensi pertambangan yang dimiliki oleh Sulawesi Tenggara diantaranya adalah Tambang aspal di Kabupaten Buton, Tambang nikel di kabupaten Kolaka, Konawe Utara dan Konawe, potensi tambang marmer, batu granit dan krom tersebar di beberapa kabupaten di Sulawesi Tenggara dan untuk potensi tambang minyak di Kabupaten Buton Utara dan Buton. Khusus untuk tambang aspal, beberapa perusahaan …

Otto Soemarwoto, Guru Besar Pro Lingkungan & NKRI

Guru besar emeritus Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, ini seorang tokoh yang pro lingkungan hidup dan pro Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Doktor dalam Plant Physiology, Universitas California, Berkeley, AS, kelahiran Purwokerto, Jawa Tengah, 19 Februari 1926, ini mengatakan setiap proyek harus bertujuan untuk memperkuat NKRI dan lingkungan hidup.


Prof Dr Otto Soemarwoto yang dikenal rendah hati dan sederhana, itu mengatakan selama ini banyak kegiatan pembangunan yang mengabaikannya. Dia memberi contoh, pembangunan transportasi yang lebih banyak diarahkan pada transportasi darat. Padahal Indonesia adalah negara kelautan. Akibatnya, laut belum menjadi penghubung, melainkan pemisah.

Menurut suami dari Idjah Natadipraja MA dan ayah dari Gatot Soemarwoto, Rini Soemarwoto dan Bambang Soemarwoto, itu pembangunan juga masih bersifat Jawa-sentris sehingga menimbulkan iri hati dan berujung kehendak untuk memisahkan diri. Menurutnya, sekitar 80 persen pembangunan jalan tol ada di…

Orang Bajo dan Pohon Bakau yang Tersisa di Soropia

Suasana Desa Bajo Indah.
Foto: Kamaruddin Azis .

Banyak orang menganggap bahwa Sulawesi Tenggara, adalah kampung kedua bagi warga Sulawesi Selatan. Berangkat dari anggapan ini, dilengkapi dengan bacaan sejarah dan fakta mengenai pengaruh kaum pendatang dari Selatan di ujung kaki pulau Sulawesi ini, citizen jurnalist reporter yang selama ini aktif di panyikul.com, Kamaruddin Azis mencoba membaca ulang hubungan-hubungan sosial budaya tersebut dengan mengamati geliat masyarakat Bajo di satu desa pesisir di bagian timur kota ibu kota provinsi Sulawesi Tenggara. Berikut ulasanya

Setelah diguyur hujan semalam, pagi itu Kota Kendari sedang cerah. Kami meninggalkan kota menuju arah pesisir timur. Setelah melewati Kampung Salo dan Kessi Lampe, pandangan kami tertuju pada pohon-pohon bakau yang rindang dan padat. Pohon-pohon yang menghijau di sepanjang teluk Kendari. Pemandangan itu menjadi tak biasa karena vegetasi ini memang teramat langka dijumpai di kota lainnya.

Pohon bakau terlihat tinggi da…