Langsung ke konten utama

Pemerintah Diminta Mendukung Pelestarian Kampar

.
Senyum bocah menyambut pelestarian hutan Kampar. Foto : Greenpeace.

Jakarta, Greenpress-Sejumlah organisasi lingkungan hidup meminta Pemerintah segera menindak perusahaan yang selama ini melakukan penghancuran hutan dan lahan gambut yang berada di Semanjung Kampar, Provinsi Riau.

Menurut Greenpeace, RAPP tak hanya melakukan penghancuran hutan dan gambut di Kampar, tapi juga di sepanjang Sumatera di Kerumutan, Bukit Tigapuluh, Jambi dan Sumatera Selatan.“Penting bagi pemerintah Indonesia yang baru saja mengumumkan moratorium untuk menerapkannya pada seluruh konsesi yang ada di lahan gambut dan pihak berwenang harus mencabut seluruh izin yang sudah ada dan secepatnya menghentikan perusakan hutan di sini dan sekarang,” kata Zulfahmi, Jurukampanye Hutan Greenpeace Asia Tenggara melalu siaran persnya.

Organisasi lingkungan berbasis relawan ini, terus melakukan advokasi bagi perusahaan yang melakukan penghancuran hutan dan lahan di Kampar. Diantaranya dengan membangun Kamp Pelindung Iklim untuk menyoroti peran penghancuran hutan dalam mendorong perubahan iklim dibangun sejak tahun lalu.

Aktivis Greenpeace dari berbagai belahan dunia bekerja bersama masyarakat Teluk Meranti dan LSM lokal melakukan aksi langsung tanpa kekerasan untuk menghentikan aktifitas penghancuran oleh RAPP dan hasilnya, Menteri Kehutanan menghentikan izin penghancuran hutan milik perusahaan.

Kamp yang sebelumnya dikenal sebagai Kamp Pelindung Iklim yang telah dibakar oleh orang tidak dikenal pada Maret lalu sudah dibangun kembali oleh masyarakat Teluk Meranti untuk melanjutkan kampanye penghentian penghancuran hutan gambut kaya karbon di Semenanjung Kampar.

Hari ini (21/6) Greenpeace, Jikalahari dan Forum Masyarakat untuk Penyelamatan Semenanjung Kampar (FMPSK) membuka pembibitan tanaman dan tumbuhan hutan asli saat peresmian kembali kamp itu. Bibit tersebut akan digunakan untuk menghutankan kembali, memperbarui dan memulihkan kembali ekosistem yang rentan.“Pembukaan kembali kamp adalah bukti bahwa kami berkomitmen untuk melindungi hutan kami yang saat ini secara cepat dihancurkan oleh perusahaan, dan itu menghalangi tradisi mencari kehidupan dan menyebabkan karbon emisi secara menyeluruh karena penghancuran lahan gambut. Hari ini kami meminta pemerintah untuk menghormati komitmen mereka untuk membantu kami melindungi dan memulihkan kembali hutan ini demi kelangsungan hidup anak-anak kami dan generasi masa depan,” kata Deli Saputra, Ketua FMPSK.

Aktivitas RAPP itu, selain dipersoalan oleh Greenpeace, Jikalahari dan Masyarakat Kampar. Lembaga sertifikasi internasional, FSC Smartwood juga menundah memberikan sertifikasi kepada RAPP, karena mereka tidak memenuhi persyaratan standar lingkungan dan sosial. Namun pemerintah belum mengambil tindakan.

“Jika pemerintah Presiden Yudhoyono mengambil tindakan tegas di Semenanjung Kampar dalam penerapan moratorium, ini akan menjadi sinyal yang jelas bagi Norwegia, yang sudah berkomitmen memberikan dana perlindungan hutan sebesar 1 miliar dolar Amerika, serta kepada negara pendonor potensial lainnya, dimana Indonesia serius menghentikan deforestasi, menurunkan emisi karbon dan menjamin sumber kehidupan masyarakat dan kekayaan keanekaragamana hayati,” kata Zulfahmi. (Marwan).



Komentar

bentanio mengatakan…
titip lapak ya.
saya bloger pemula pro lingkungan
bentanio.blogspot.com

Postingan populer dari blog ini

Potensi Tambang Sulawesi Tenggara dalam Kepungan Investor

Gambar kegiatan eksplorasi tambang nikel di Pulau Lemo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. foto: yoshasrul

Sektor pertambangan provinsi Sulawesi Tenggara cukup potensial dan menjadi perhatian investor nasional maupun asing yang bergerak di bidang pertambangan. Sulawesi Tenggara memiliki kandungan tambang yang sangat potensial dan telah banyak perusahaan yang telah melakukan eksplorasi utamanya kabupaten Buton, Konawe, Konawe Utara, dan kabupaten lain di Sulawesi Tenggara. Hal ini membuktikan bahwa Sulawesi Tenggara memilki potensi pertambangan yang dapat diandalkan, namun belum dioptimalkan pemanfaatannya.

Potensi pertambangan yang dimiliki oleh Sulawesi Tenggara diantaranya adalah Tambang aspal di Kabupaten Buton, Tambang nikel di kabupaten Kolaka, Konawe Utara dan Konawe, potensi tambang marmer, batu granit dan krom tersebar di beberapa kabupaten di Sulawesi Tenggara dan untuk potensi tambang minyak di Kabupaten Buton Utara dan Buton. Khusus untuk tambang aspal, beberapa perusahaan …

Jurnalistik Lingkungan : Tantangan dan Kiat

Oleh : IGG Maha Adi
___________________________________________

Lingkungan hidup
• Seluruh benda, daya, keadaan dan makhluk hidup, yang memengaruhi perikehidupan dan kesejahteraan makhluk hidup. (UU No.23/1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup)
• Memengaruhi  Berinteraksi

Jurnalistik Lingkungan
• Kegiatan pemberitaan [mengumpulkan, memproses dan menerbitkan informasi yang bernilai berita] masalah-masalah lingkungan hidup.

Berita Lingkungan
Berita lingkungan hidup memiliki beberapa ciri, antara lain:
• menunjukkan interaksi saling memengaruhi antar- komponen lingkungan
• berorientasi dampak lingkungan
• pemberitaan dapat dari level gen hingga level biosfer

Apa Itu Berita Lingkungan ?
• Berita lingkungan hidup sering tidak dapat dibedakan dari berita-berita masalah sosial seperti kesehatan, kemiskinan, bahkan kriminalitas. Masalah dampak lingkungan hampir selalu berkaitan dengan persoalan lain yang kompleks.
• Patokan yang fleksibel diperlukanKisi-kisi: int…

Bakau di Teluk Kendari Terus Menyusut

Masa kejayaan hutan bakau di sepanjang TelukKendari perlahan mulai redup, seiring maraknya pembangunan pemukiman di sekitarnya.