Langsung ke konten utama

COP Desak Pemulangan Orangutan Dari Thailand


Foto : Centre for Orangutan Protection (COP).

JAKARTA,GreenPress-Para pegiat konservasi orangutan yang tergabung dalam Centre for Orangutan Protection (COP) hari ini melakukan aksi damai, mendesak pemerintah Thailand untuk memulangkan 11 orangutan yang diselundupkan ke negara mereka 18 bulan yang lalu.

Aksi COP kali ini berlangsung di depan Kedubes Thailand, Jln Imam Bonjol No 78 Jakarta Pusat yang dimulai sekitar pukul 09.00 dan berakhir 10.00 WIB (5/7).

Menurut, Juru bicara COP, Ali Daud, 18 bulan adalah waktu yang terlalu lama bagi orangutan untuk ditelantarkan begitu saja oleh Pemerintah Thailand. ”Tidak ada alasan untuk penundaan dan kami ingin orangutan - orangutan itu kembali ke Indonesia – sekarang,”ujarnya.

11 orangutan tersebut merupakan korban dari perdagangan satwa liar illegal. Mereka direnggut dari tubuh ibunya yang telah dibunuh pada awal 2009 dan kemudian diselundupkan oleh mafia. Diperkirakan 1000 orangutan diperdagangkan dengan cara ini setiap tahunnya. Pada tahun 2006, sebagai hasil dari suatu kampanye internasional, 48 orangutan selundupan berhasil dikembalikan dari Thailand.

Akibat penyuludupan orangutan lanjut Ali, Indonesia telah kehilangan begitu banyak orangutan dalam tahun - tahun belakangan ini. ”Penting untuk membawa kembali mereka pulang, merehabilitasinya dan memulihkan populasi di alam. Orangutan adalah National Treasure Indonesia dan kami tidak bisa kehilangan mereka, apalagi memberikannya kepada Thailand seperti yang disarankan Menteri Kehutanan,”tandasnya.

Di atas kertas, Orangutan dilindungi oleh Undang - Undang di Indonesia. Namun pada kenyataanya, dalam 25 tahun terakhir ini diperkirakan 75.000 orangutan telah terbunuh tanpa ada satupun yang dihukum.

Direktur Nature Alert, Sean Whyte menambahkan, sulit membayangkan Kalimantan tanpa orangutan, tapi inilah yang terjadi. ”Kami menyaksikan pemusnahan dari kerabat dekat manusia yang melibatkan pemerintah Indonesia. Ini membuat janji Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menyelamatkan hutan dan orangutan menjadi janji kosong belaka,”ujarnya. (Marwan Azis).

Komentar

amin mengatakan…
wah kasian banget orang utan nya udah kehilangan habitat, sekarang malah terancam punah

Postingan populer dari blog ini

Potensi Tambang Sulawesi Tenggara dalam Kepungan Investor

Gambar kegiatan eksplorasi tambang nikel di Pulau Lemo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. foto: yoshasrul

Sektor pertambangan provinsi Sulawesi Tenggara cukup potensial dan menjadi perhatian investor nasional maupun asing yang bergerak di bidang pertambangan. Sulawesi Tenggara memiliki kandungan tambang yang sangat potensial dan telah banyak perusahaan yang telah melakukan eksplorasi utamanya kabupaten Buton, Konawe, Konawe Utara, dan kabupaten lain di Sulawesi Tenggara. Hal ini membuktikan bahwa Sulawesi Tenggara memilki potensi pertambangan yang dapat diandalkan, namun belum dioptimalkan pemanfaatannya.

Potensi pertambangan yang dimiliki oleh Sulawesi Tenggara diantaranya adalah Tambang aspal di Kabupaten Buton, Tambang nikel di kabupaten Kolaka, Konawe Utara dan Konawe, potensi tambang marmer, batu granit dan krom tersebar di beberapa kabupaten di Sulawesi Tenggara dan untuk potensi tambang minyak di Kabupaten Buton Utara dan Buton. Khusus untuk tambang aspal, beberapa perusahaan …

Otto Soemarwoto, Guru Besar Pro Lingkungan & NKRI

Guru besar emeritus Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, ini seorang tokoh yang pro lingkungan hidup dan pro Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Doktor dalam Plant Physiology, Universitas California, Berkeley, AS, kelahiran Purwokerto, Jawa Tengah, 19 Februari 1926, ini mengatakan setiap proyek harus bertujuan untuk memperkuat NKRI dan lingkungan hidup.


Prof Dr Otto Soemarwoto yang dikenal rendah hati dan sederhana, itu mengatakan selama ini banyak kegiatan pembangunan yang mengabaikannya. Dia memberi contoh, pembangunan transportasi yang lebih banyak diarahkan pada transportasi darat. Padahal Indonesia adalah negara kelautan. Akibatnya, laut belum menjadi penghubung, melainkan pemisah.

Menurut suami dari Idjah Natadipraja MA dan ayah dari Gatot Soemarwoto, Rini Soemarwoto dan Bambang Soemarwoto, itu pembangunan juga masih bersifat Jawa-sentris sehingga menimbulkan iri hati dan berujung kehendak untuk memisahkan diri. Menurutnya, sekitar 80 persen pembangunan jalan tol ada di…

Jurnalistik Lingkungan : Tantangan dan Kiat

Oleh : IGG Maha Adi
___________________________________________

Lingkungan hidup
• Seluruh benda, daya, keadaan dan makhluk hidup, yang memengaruhi perikehidupan dan kesejahteraan makhluk hidup. (UU No.23/1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup)
• Memengaruhi  Berinteraksi

Jurnalistik Lingkungan
• Kegiatan pemberitaan [mengumpulkan, memproses dan menerbitkan informasi yang bernilai berita] masalah-masalah lingkungan hidup.

Berita Lingkungan
Berita lingkungan hidup memiliki beberapa ciri, antara lain:
• menunjukkan interaksi saling memengaruhi antar- komponen lingkungan
• berorientasi dampak lingkungan
• pemberitaan dapat dari level gen hingga level biosfer

Apa Itu Berita Lingkungan ?
• Berita lingkungan hidup sering tidak dapat dibedakan dari berita-berita masalah sosial seperti kesehatan, kemiskinan, bahkan kriminalitas. Masalah dampak lingkungan hampir selalu berkaitan dengan persoalan lain yang kompleks.
• Patokan yang fleksibel diperlukanKisi-kisi: int…