Langsung ke konten utama

PPLH Sumapua Dinobatkan Sebagai Kantor Ramah Lingkungan


Ilustrasi Green Office : Toyota.co.id

Jakarta,Greenpress-Pusat Pengelolaan Lingkungan Hidup Regional Sulawesi, Maluku dan Papua, Kementerian Lingkungan Hidup (PPLH Sumapapua-KLH) dinobatkan sebagai kantor ramah lingkungan yang dibuktikan dengan penyerahan sertifikat ISO 14001:2004.

Penyerahan itu berlangsung di kantor KLH pada tanggal 3 September lalu. Sertifikat itu merupakan bukti terhadap komitmen penerapan sistem manajemen lingkungan dalam program eco-office yang telah dicanangkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup. “Hasil ini merupakan sebuah pencapaian setelah melalui serangkaian proses yang dipersyarakatkan oleh ISO 14001:2004, yang diadopsi ke dalam SNI 19-14001-2005,”kata Koordinator Program Eco Office Ir.Darhamsyah, M.Si (Kepala Bagian Tata Usaha PPLH Reg Sumapapua).

Menurutnya, perkantoran yang jumlahnya sangat banyak terutama di perkotaan berkontribusi terhadap penurunan kualitas lingkungan cukup signifikan. Kantor sering juga disebut sebagai the greedy giant atau raksasa yang rakus. Setiap harinya, kantor menghabiskan kertas, air, listrik dan menimbulkan limbah domestik yang mencemari lingkungan.

“Hal inilah yang menuntut perlunya segera diterapkan konsep Eco-office di setiap kantor. Penerapan eco office ini sangat sejalan dengan Inpres Nomor 2 tahun 2005 tentang penghematan air dan listrik,”ujarnya

Penerapan Eco-office ini juga merupakan salah satu rekomendasi yang dikeluarkan oleh Asosiasi Pemerintah Kota se Indonesia (APEKSI) pada Rakernas di Bandung beberapa waktu lalu yang mendorong upaya pengelolaan kantor yang peduli lingkungan (eco Office). Kantor berbudaya lingkungan atau Eco Office merupakan refleksi kebijakan kantor yang menerapkan Sistem Manajemen Lingkungan (SML) dalam upaya menciptakan lingkungan bersih, indah, nyaman dan sehat yang melibatkan seluruh aktivitas.

Kantor PPLH Sumapapua berhasil meraih sertifikat ISO 14001:2004 sebagai kantor yang berkomitmen menerapkan Sistem Manajemen Lingkungan yang sesuai dengan standar internasional. Sertifikat ISO 14001:2004 ini diperoleh setelah melalui serangkaian proses audit sertifikasi pada bulan Juli 2010 lalu oleh PT.TUV Internasional Indonesia.

Keberhasilan yang dicapai oleh kantor PPLH Sumapapua menurut Darhamsyah, tidak terlepas dari partisipasi semua pihak yang merupakan hasil kerja kolektif dari seluruh warga kantor sejak tahun 2006.

Kegiatan eco-office ini difokuskan pada efisiensi barang dan peralatan, efisiensi energi (listrik dan BBM), efisiensi air (baku dan minum), penanganan limbah (padat dan cair), pengelolaan gedung dan fasilitas kantor, pengelolaan halaman atau ruang terbuka hijau (RTH), dan pengelolaan kendaraan kantor/karyawan.

Selanjutnya, untuk memberi arah terhadap penerapannya, KLH telah menerbitkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 16 Tahun 2009 tentang Kantor Peduli Lingkungan (Eco-Office). “Saya menginstruksikan semua unit kerja dalam lingkup KLH dapat menerapkan program ini di waktu mendatang. Dengan begitu KLH dapat sepenuhnya menjadi teladan bagi pengelolaan kantor atau gedung lainnnya” kata Menteri Negara Lingkungan Hidup, Prof. Dr. Ir. Gusti Muhammad Hatta sesaat setelah penyerahan sertifikat ISO 14001:2004. (Marwan)

Komentar

Pos populer dari blog ini

Potensi Tambang Sulawesi Tenggara dalam Kepungan Investor

Gambar kegiatan eksplorasi tambang nikel di Pulau Lemo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. foto: yoshasrul

Sektor pertambangan provinsi Sulawesi Tenggara cukup potensial dan menjadi perhatian investor nasional maupun asing yang bergerak di bidang pertambangan. Sulawesi Tenggara memiliki kandungan tambang yang sangat potensial dan telah banyak perusahaan yang telah melakukan eksplorasi utamanya kabupaten Buton, Konawe, Konawe Utara, dan kabupaten lain di Sulawesi Tenggara. Hal ini membuktikan bahwa Sulawesi Tenggara memilki potensi pertambangan yang dapat diandalkan, namun belum dioptimalkan pemanfaatannya.

Potensi pertambangan yang dimiliki oleh Sulawesi Tenggara diantaranya adalah Tambang aspal di Kabupaten Buton, Tambang nikel di kabupaten Kolaka, Konawe Utara dan Konawe, potensi tambang marmer, batu granit dan krom tersebar di beberapa kabupaten di Sulawesi Tenggara dan untuk potensi tambang minyak di Kabupaten Buton Utara dan Buton. Khusus untuk tambang aspal, beberapa perusahaan …

ACARA GREEN FESTIVAL 2008

Jalan Masuk

Acara Green Festival 2008 sendiri akan mengambil tempat di Parkir Timur Senayan. Dari layout gambar yang dirilis panitia, pintu masuk Greenfest berada di sisi utara Parkir Timur Senayan, sedangkan panggung utama berada di ujung selatannya (membelakangi jalan raya Sudirman).


Untuk mempermudah akses masuk ke Green Festival, Anda disarankan masuk ke komplek Senayan melalui Century Atlit (Jl Pintu 1) atau TVRI (Jl Gerbang Pemuda) untuk selanjutnya langsung menuju Parkir Timur Senayan.

Pentas Musik
- T ai ko Jepang (alat tabuh): Jumat 16.10
- Choir Kid Purwacaraka: Jumat 16.25
- Capoeira: Jumat 19.05
- Nugie: Jumat 20.10
- Letto: Jumat 20.45
- SD Citra Indonesia : Sabtu 10.30
- Dwiki & The Next Gen: Sabtu 13.25
- SD & SMA Harapan Bangsa: Sabtu 14.25
- Nabila & Smart: Sabtu 15.45
- Ulli Sigar Rusady & Super Bintang: Sabtu 19.05
- Maliq & d'Essentials: Sabtu 19.25
- Marcell: Sabtu 20.15
- Ta ta loe: Minggu 10.30 & 17.00
- Bina Vokalia: Minggu 1…

Negara Kepulauan Tuntut Amandemen Protokol Kyoto

Tuvalu, salah satu negara kepulauan yang rentan terhadap dampak perubahan iklim. Foto : Google.

Kopenhagen, BL-Di tengah negosiasi yang alot COP 15 UNFCCC di Kopenhagen, Tuvalu dan sejumlah negara kepulauan menuntut Amandemen Protokol Kyoto dalam pertemuan Conference of the Parties serving as the Meeting of the Parties to the Kyoto Protocol (CMP) di Bella Center kemarin.

Pertemuan itu membahas amandemen annex B, sebagai bagian dari periode kedua dari komitmen Protokol Kyoto. Tuvalu, salah satu negara kepulauan Pacific yang mendukung pelaksanaan mengusulkan amandemen target menjaga tingkat kenaikan suhu bumi di bawah atau tak lebih dari 1,5 derajat selsius dan konsentrasi gas rumah kaca tak lebih dari 350 ppm. Lebih tinggi dari kesepakatan sebelumnya, yang hanya 2 derajat celcius.

Hal tersebut dilaporkan Siti Maemunah dari Jatam yang juga turut hadir dalam COP 15 UNFCCC. Menurut Maemuna, Tuvalu adalah salah satu negara kepulauan di Asia pasifik yang harus lintang pukang bertahan hidup aki…