Langsung ke konten utama

Pembukaan Lahan dan Hutan Nyumbang Lima Persen Emisi



Kayu Log Papua, Foto : Telapak

Jakarta, Greenpress-Pembukaan lahan gambut dan hutan memberikan kontribusi signifikan terhadap perubahan iklim,mengancam habitat alami spesies langka serta pelanggaran aturan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam sehingga rentan konflik sosial.

Hal tersebut diungkapkan sejumlah aktivis lingkungan dalam sebuah media briefing di Jakarta setelah kapal Greenpeace Rainbow Warrior ditolak masuk oleh pemerintah Indonesia untuk alas an yang jelas.

Berdasarkan catatan Greenpeace, deforestasi berkontribusi sekitar seperlima emisi gas rumah kaca global.

Menurut Bustar Maitar, Jurukampanye Hutan Greenpeace Asia Tenggara, pemerintah RI harus segera mengimplementasikan moratorium. “Mengakhiri deforestasi harus menjadi strategi global untuk mengatasi perubahan iklim, karena mempunyai potensi besar untuk secara cepat mengurangi emisi gas rumah kaca,”jelasnya.

Hal senada juga disampaikan, Berry Nahdian Forqan, Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI). Menururnya, moratorium hutan merupakan salah satu solusi terbaik mengatasi dampak perubahan iklim dan menyelamatkan spesies yang terancam punah akibat dampak perubahan iklim.

"Hari ini kami menyediakan kriteria minimum dan indikator untuk moratorium yang efektif yang diakui organisasi masyarakat sipil kepada pemerintah. negosiasi Norwegia dengan Indonesia untuk mengakhiri kerusakan hutan dan melindungi lahan gambut,”tandasnya.


Komentar

Pos populer dari blog ini

Potensi Tambang Sulawesi Tenggara dalam Kepungan Investor

Gambar kegiatan eksplorasi tambang nikel di Pulau Lemo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. foto: yoshasrul

Sektor pertambangan provinsi Sulawesi Tenggara cukup potensial dan menjadi perhatian investor nasional maupun asing yang bergerak di bidang pertambangan. Sulawesi Tenggara memiliki kandungan tambang yang sangat potensial dan telah banyak perusahaan yang telah melakukan eksplorasi utamanya kabupaten Buton, Konawe, Konawe Utara, dan kabupaten lain di Sulawesi Tenggara. Hal ini membuktikan bahwa Sulawesi Tenggara memilki potensi pertambangan yang dapat diandalkan, namun belum dioptimalkan pemanfaatannya.

Potensi pertambangan yang dimiliki oleh Sulawesi Tenggara diantaranya adalah Tambang aspal di Kabupaten Buton, Tambang nikel di kabupaten Kolaka, Konawe Utara dan Konawe, potensi tambang marmer, batu granit dan krom tersebar di beberapa kabupaten di Sulawesi Tenggara dan untuk potensi tambang minyak di Kabupaten Buton Utara dan Buton. Khusus untuk tambang aspal, beberapa perusahaan …

Jurnalistik Lingkungan : Tantangan dan Kiat

Oleh : IGG Maha Adi
___________________________________________

Lingkungan hidup
• Seluruh benda, daya, keadaan dan makhluk hidup, yang memengaruhi perikehidupan dan kesejahteraan makhluk hidup. (UU No.23/1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup)
• Memengaruhi  Berinteraksi

Jurnalistik Lingkungan
• Kegiatan pemberitaan [mengumpulkan, memproses dan menerbitkan informasi yang bernilai berita] masalah-masalah lingkungan hidup.

Berita Lingkungan
Berita lingkungan hidup memiliki beberapa ciri, antara lain:
• menunjukkan interaksi saling memengaruhi antar- komponen lingkungan
• berorientasi dampak lingkungan
• pemberitaan dapat dari level gen hingga level biosfer

Apa Itu Berita Lingkungan ?
• Berita lingkungan hidup sering tidak dapat dibedakan dari berita-berita masalah sosial seperti kesehatan, kemiskinan, bahkan kriminalitas. Masalah dampak lingkungan hampir selalu berkaitan dengan persoalan lain yang kompleks.
• Patokan yang fleksibel diperlukanKisi-kisi: int…

Negara Kepulauan Tuntut Amandemen Protokol Kyoto

Tuvalu, salah satu negara kepulauan yang rentan terhadap dampak perubahan iklim. Foto : Google.

Kopenhagen, BL-Di tengah negosiasi yang alot COP 15 UNFCCC di Kopenhagen, Tuvalu dan sejumlah negara kepulauan menuntut Amandemen Protokol Kyoto dalam pertemuan Conference of the Parties serving as the Meeting of the Parties to the Kyoto Protocol (CMP) di Bella Center kemarin.

Pertemuan itu membahas amandemen annex B, sebagai bagian dari periode kedua dari komitmen Protokol Kyoto. Tuvalu, salah satu negara kepulauan Pacific yang mendukung pelaksanaan mengusulkan amandemen target menjaga tingkat kenaikan suhu bumi di bawah atau tak lebih dari 1,5 derajat selsius dan konsentrasi gas rumah kaca tak lebih dari 350 ppm. Lebih tinggi dari kesepakatan sebelumnya, yang hanya 2 derajat celcius.

Hal tersebut dilaporkan Siti Maemunah dari Jatam yang juga turut hadir dalam COP 15 UNFCCC. Menurut Maemuna, Tuvalu adalah salah satu negara kepulauan di Asia pasifik yang harus lintang pukang bertahan hidup aki…