Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni 4, 2010

Warga Kampar Berharap Dapat Dana Moratorium

Jakarta,Greenpress-Masyarakat Teluk Meranti yang selama ini berjuang bersama Greenpeace dalam perlindungan lahan dan hutan gambut di Semanjung Kampar, Provinsi Riau, berharap agar dana perlindungan hutan yang diperoleh pemerintah Republik Indonesia (RI) bisa mensejahterakan masyarakat lokal yang berperan dalam pelestarian hutan.

“Kami mendengar Indonesia menerima dana perlindungan hutan dari negara lain, kami berharap dana itu juga akan memberi kesejahteraan bagi masyarakat lokal terutama yang selama ini berperan dalam pelestarian hutan.”kata Deli Saputra, Ketua Forum Masyarakat untuk Penyelamatan Semenanjung Kampar (FMPKS) melalui siarannya diterima Beritalingkungan.com (3/6).

Moratorium adalah bagian dari kesepakatan Indonesia-Norwegia, dimana Norwegia akan menyediakan dana US$ 1 miliar untuk merancang strategi penurunan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan (REDD) di Indonesia.

Diungkapkan, masyarakat Teluk Meranti telah berkali-kali meminta pemerintah menghentikan operasi per…

Pemerintah Diminta Segera Moratorium

. Hutan Kampar, Foto : Greenpeace.

Organisasi lingkungan, Greenpeace mendesak pemerintah SBY segera melakukan upaya nyata moratorium pengusahaan hutan sebagai tindak lanjut nota pernyataan bersama Indonesia dan Norwegia pekan lalu.
Menurut Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia, Zulfahmi, jika pemerintah Indonesia ingin menurunkan emisi secara cepat dan signifikan, moratorium ini harus diaplikasikan dalam bentuk Keputusan Presiden untuk menghentikan semua konversi lahan gambut dan hutan, baik konsesi baru maupun yang telah ada.

”Untuk konsesi yang telah ada harus dihentikan adalah konsesi yang berada di kawasan gambut dan hutan, dengan alternatif pemindahan lahan ke kawasan nonhutan serta kawasan yang telah terdegradasi, dengan syarat harus mengutamakan kepentingan penduduk setempat,”tandasnya

Kampar

Greenpeace juga meminta Presiden SBY mengambil langkah tegas untuk menghentikan segala aktivitas perusahaan yang saat ini terus melakukan perusakan areal lahan dan hutan gambut di Sem…

Greenpeace Sambut Baik Janji SBY Tentang Moratorium

Jakarta, Greenpress-Greenpeace menyambut baik janji Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono untuk melakukan moratorium hutan disampaikan pada pertemuan iklim dan hutan di Norwegia pekan lalu.

Moratorium adalah bagian dari kesepakatan Indonesia-Norwegia, dimana Norwegia akan menyediakan dana US$ 1 miliar untuk merancang strategi penurunan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan (REDD) di Indonesia.

“Penghentian perusakan hutan selama dua tahun ini penting untuk membenahi regulasi tata kelola hutan dan menyusun program jangka panjang pemanfaatan hutan berkelanjutan,”kata Zulfahmi Jurukampanye Hutan Greenpeace Asia Tenggara (3/6).

Tetapi ini lanjut Zulfahmi, tidak akan bisa menyelamatkan sekitar 1,8 juta hektar hutan yang telah ditetapkan, dari kehancuran tanpa intervensi terhadap konsesi yang telah ada. ”Tanpa itu Presiden tidak akan bisa mencapai komitmennya menurunkan emisi Indonesia hingga 26 persen dengan atau tanpa bantuan internasional,” ujarnya.