Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober 15, 2010

Penggiat Social Media Sesalkan Penolakan Kapal Greenpeace

JAKARTA, GREENPRESS-Pemerhati lingkungan dan penggiat social media sesalkan sikap pemerintah Indonesia yang tidak mengijinkan Kapal Greenpeace Rainbow Warrior masuk ke perairan Indonesia dalam rangkaian perjalanan tur se-Asia Tenggara.

Diantara datang dari aktivis lingkungan yang tergabung dalam Jaringan Hijau Mandiri melalui akun facebooknya menulis, “ini adalah bukti Nyata Ketidak Pedulian untuk suatu hal yang Baik, seiring dengan mumutar baliknya kemudi kapal RW, karna Tidak di perbolehkan RW merapat di Bumi Pertiwi, Ini saatnya pula Kita Anak Bangsa harus cepat memutar balik kemudi Kita (Turn The Tide) dengan memilih para Pemimpin Masa Depan dari golongan Politisi Hijau,”

Jonas Nathaniel M mempertanyakan melaui situs jejaring social mempertanyakan apa alasan pemerintah melarang kapal Greenpeace? “Ini salah satu bentuk yang menunjukkan watak aslinya pemerintah kita. Mereka sebenarnya tidak pernah peduli dengan lingkungan dan alam Indonesia. Yg penting eksploitasi, eksploitasi dan eks…

Greenpeace Kecewa Atas Penolakan Kapal Rainbow Warrior

Seorang fotografer terlihat mengabadikan kapal Greenpeace saat berlabuh di pelabuhan Tanjung Priok, tahun 2007, Foto : Marwan Azis/Greenpress.

JAKARTA,GREENPRESS-Greenpeace mengaku kecewa dengan Pemerintah Indonesia atas penolakan kapal Greenpeace Rainbow Warrior masuk ke perairan Indonesia dengan alasan yang tidak masuk akal.

"Kami kecewa dengan peristiwa ini. Greenpeace adalah Indonesia, juga Kanada, Belanda, Australia, China, atau juga bangsa-bangsa lain yang ada di dunia,”ujarnya.

Seraya menambahkan, Greenpeace adalah organisasi global yang berdedikasi untuk perlindungan lingkungan dan perdamaian dunia. “Kami bisa hadir di dunia karena keinginan masyarakat sipil global,”kata Kumi Naidoo, Direktur Eksekutif Greenpeace Internasional yang berbicara di sebuah media briefing bersama sejumlah aktivis lingkungan di Jakarta (14/10).

Kunjungan kapal Greenpeace kali ini merupakan rangkaian tur Rainbow Warrior yang melintasi lautan Asia Tenggara dan menyempatkan diri singgah disejumlah neg…

Pembukaan Lahan dan Hutan Nyumbang Lima Persen Emisi

Kayu Log Papua, Foto : Telapak

Jakarta, Greenpress-Pembukaan lahan gambut dan hutan memberikan kontribusi signifikan terhadap perubahan iklim,mengancam habitat alami spesies langka serta pelanggaran aturan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam sehingga rentan konflik sosial.

Hal tersebut diungkapkan sejumlah aktivis lingkungan dalam sebuah media briefing di Jakarta setelah kapal Greenpeace Rainbow Warrior ditolak masuk oleh pemerintah Indonesia untuk alas an yang jelas.

Berdasarkan catatan Greenpeace, deforestasi berkontribusi sekitar seperlima emisi gas rumah kaca global.

Menurut Bustar Maitar, Jurukampanye Hutan Greenpeace Asia Tenggara, pemerintah RI harus segera mengimplementasikan moratorium. “Mengakhiri deforestasi harus menjadi strategi global untuk mengatasi perubahan iklim, karena mempunyai potensi besar untuk secara cepat mengurangi emisi gas rumah kaca,”jelasnya.

Hal senada juga disampaikan, Berry Nahdian Forqan, Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (W…