Langsung ke konten utama

Ijin Operasi Perusahaan Tambang di Maros Terancam Dicabut

Maros, Green Press-Bupati Maros, Hatta Rahman mengancam akan mencabut izin operasional perusahaan tambang yang beroperasi di Maros.


"Kami akan mencabut izin perusahaan tambang termasuk marmer yang ternyata selama ini tidak memberi kontribusi besar pagi PAD Maros," ujarnya (9/1).

Menurut Hatta,perusahaan tambang yang beroperasi di Maros lebih banyak merugikan karena merusak lingkungan, sementara pendapatan asli daerah (PAD) yang disumbang untuk Butta Salewangang sangat minim.

“Kerusakan infrastruktur jalan yang dilalui truk pengangkut marmer dan batubara memang sangat parah. Padahal dana pembangunan jalan tidak berasal dari investor tambang tapi berasal dari dana APBD dan APBN,”ungkapnya.

Ia menjelaskan, PAD dari tambang termasuk semen yang diperoleh Maros tidak mencapai Rp 4 miliar per tahun. ‎Sementara kerusakan alam dan infrastruktur yang ditimbulkan dari kegiatan itu sangat luar biasa yang kalau ditaksir mencapai triliunan rupiah.

Pekan depan Hatta mengaku akan melakukan inspeksi izin-izin tambang khususnya marmer yang beroperasi di wilayah Kecamatan Bantimurung dan Kecamatan Lau

Mantan legislator PAN ini juga memberi peringatan keras kepada Kepala Dinas pertambangan serta PNS di Dinas pertambangan termasuk kantor pelayanan izin satu atap agar tidak lagi bermain-main dengan investor untuk memberi atau melanjutkan izin tambang."‎Bila ada PNS yang kedapatan melanggar arahan bupati akan diberi tindakan keras," tegas Hatta.‎ (Andi A. Effendy)

Komentar

Pos populer dari blog ini

Potensi Tambang Sulawesi Tenggara dalam Kepungan Investor

Gambar kegiatan eksplorasi tambang nikel di Pulau Lemo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. foto: yoshasrul

Sektor pertambangan provinsi Sulawesi Tenggara cukup potensial dan menjadi perhatian investor nasional maupun asing yang bergerak di bidang pertambangan. Sulawesi Tenggara memiliki kandungan tambang yang sangat potensial dan telah banyak perusahaan yang telah melakukan eksplorasi utamanya kabupaten Buton, Konawe, Konawe Utara, dan kabupaten lain di Sulawesi Tenggara. Hal ini membuktikan bahwa Sulawesi Tenggara memilki potensi pertambangan yang dapat diandalkan, namun belum dioptimalkan pemanfaatannya.

Potensi pertambangan yang dimiliki oleh Sulawesi Tenggara diantaranya adalah Tambang aspal di Kabupaten Buton, Tambang nikel di kabupaten Kolaka, Konawe Utara dan Konawe, potensi tambang marmer, batu granit dan krom tersebar di beberapa kabupaten di Sulawesi Tenggara dan untuk potensi tambang minyak di Kabupaten Buton Utara dan Buton. Khusus untuk tambang aspal, beberapa perusahaan …

ACARA GREEN FESTIVAL 2008

Jalan Masuk

Acara Green Festival 2008 sendiri akan mengambil tempat di Parkir Timur Senayan. Dari layout gambar yang dirilis panitia, pintu masuk Greenfest berada di sisi utara Parkir Timur Senayan, sedangkan panggung utama berada di ujung selatannya (membelakangi jalan raya Sudirman).


Untuk mempermudah akses masuk ke Green Festival, Anda disarankan masuk ke komplek Senayan melalui Century Atlit (Jl Pintu 1) atau TVRI (Jl Gerbang Pemuda) untuk selanjutnya langsung menuju Parkir Timur Senayan.

Pentas Musik
- T ai ko Jepang (alat tabuh): Jumat 16.10
- Choir Kid Purwacaraka: Jumat 16.25
- Capoeira: Jumat 19.05
- Nugie: Jumat 20.10
- Letto: Jumat 20.45
- SD Citra Indonesia : Sabtu 10.30
- Dwiki & The Next Gen: Sabtu 13.25
- SD & SMA Harapan Bangsa: Sabtu 14.25
- Nabila & Smart: Sabtu 15.45
- Ulli Sigar Rusady & Super Bintang: Sabtu 19.05
- Maliq & d'Essentials: Sabtu 19.25
- Marcell: Sabtu 20.15
- Ta ta loe: Minggu 10.30 & 17.00
- Bina Vokalia: Minggu 1…

Negara Kepulauan Tuntut Amandemen Protokol Kyoto

Tuvalu, salah satu negara kepulauan yang rentan terhadap dampak perubahan iklim. Foto : Google.

Kopenhagen, BL-Di tengah negosiasi yang alot COP 15 UNFCCC di Kopenhagen, Tuvalu dan sejumlah negara kepulauan menuntut Amandemen Protokol Kyoto dalam pertemuan Conference of the Parties serving as the Meeting of the Parties to the Kyoto Protocol (CMP) di Bella Center kemarin.

Pertemuan itu membahas amandemen annex B, sebagai bagian dari periode kedua dari komitmen Protokol Kyoto. Tuvalu, salah satu negara kepulauan Pacific yang mendukung pelaksanaan mengusulkan amandemen target menjaga tingkat kenaikan suhu bumi di bawah atau tak lebih dari 1,5 derajat selsius dan konsentrasi gas rumah kaca tak lebih dari 350 ppm. Lebih tinggi dari kesepakatan sebelumnya, yang hanya 2 derajat celcius.

Hal tersebut dilaporkan Siti Maemunah dari Jatam yang juga turut hadir dalam COP 15 UNFCCC. Menurut Maemuna, Tuvalu adalah salah satu negara kepulauan di Asia pasifik yang harus lintang pukang bertahan hidup aki…