Langsung ke konten utama

Jadilah Waterpatrol, Laporkan Pencemaran Air

Bingung kemana Anda hendak mengadu, ketika menemukan lingkungan atau sungai tercemar limbah? Situs web bernama Water Patrol bisa menjadi pilihan yang tepat untuk melaporkan pencemaran air limbah.

Situs  Water Patrol yang beralamat di waterpatrol.greenpeace.or.id, sengaja dibangun Greenpeace Indonesia untuk menggalang partisipasi publik  dalam pelestarian sungai di Indonesia terutama Citarum.
 
Situs ini merupakan tindak lanjut dari Workshop Jurnalisme Warga yang diadakan oleh Greenpeace pada November 2011 lalu. Acara peluncuran situs ini berbarengan dengan acara Car Free Day di Kota Bandung di Dago(19/2).  

Belasan volunteer Greenpeace memanfaatkan momen Car Free Day untuk menyampaikan potret terkini DAS Citarum kepada warga Bandung.  Mereka juga mengajak masyarakat untuk bergabung menjadi water patrol dan turut serta secara aktif melakukan pengawasan dan pelaporan pencemaran air oleh limbah industri dan sumber lain melalui situs web Water Patrol. Ratusan warga bandung, terlihat antusiasi mendatangi stand Greenpeace untuk berpartisipasi dalam kampanye pelestarian Citarum melalui situs Water Patrol.

Situs Water Patrol sangat mudah untuk diakses dan digunakan oleh siapa saja. Situs ini  dapat diakses melalui komputer dengan akses internet dengan alamat  waterpatrol.greenpeace.or.id  atau melalui handphone dengan akses internet dengan alamat waterpatrol.greenpeace.or.id/mobile.

Melalui situs web ini masyarakat dapat melaporkan pencemaran air oleh limbah industri dan sumber lain. “Greenpeace akan memastikan setiap laporan yang sudah disampaikan oleh masyarakat, dengan menggunakan komputer atau handphone, diterima oleh pemerintah terkait. “Selain itu, si pelapor tidak perlu khawatir, karena Greenpeace akan menjaga kerahasiaan data diri pelapor dan tidak akan membuka data pelapor tanpa konsultasi terlebih dahulu dengan pelapor”, ucap Ahmad Ashov, Jurukampanye Air Greenpeace Indonesia saat ditemui disela-sela acara peluncuran situs Water Patrol.

Masyarakat di seluruh Indonesia dapat menggunakan situs web ini untuk melaporkan pencemaran air yang terjadi di sekitar mereka, namun untuk peluncuran pertama ini akan dikhususkan untuk daerah aliran Sungai Citarum, Jawa Barat. Alasan utama mengapa Citarum menjadi daerah sasaran pertama sosialisasi situs ini adalah karena lebih dari 600 industri berdiri di sepanjang sungai Citarum dan berpotensi mencemari Sungai Citarum dengan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun), bahkan tanpa proses pengolahan sekalipun.

Menurut Ashov, setiap orang berhak melaporkan pencemaran atau kerusakan lingkungan hidup akibat limbah B3 dan pemerintah wajib menindaklanjutinya. “Masyarakat juga berhak atas informasi yang terbuka mengenai pengelolaan limbah B3 yang dapat mengancam kesehatan lingkungan”, jelasnya. 

Sementara, Deni Riswandini, Ketua Elingan PKK DAS Citarum, menyambut baik inisiatif Greenpeace membuat situs Water Patrol."Saya berharap dengan dengan situs Water Patrol ini, makin banyak warga yang berpartisipasi dalam pelestarian DAS Citarum, yang kini ditercemar limbah industri,"ujarnya.  

Menurutnya upaya advokasi terkait pencemaran akan terlihat lebih efektif ketika disampaikan oleh media. Hasilnya, memang ada tindak lanjut dari pemerintah setempat serta adanya upaya pengurangan pembuangan limbah walaupun mungkin belum signifikan. "Oleh karena itu, masyarakat di sekitar daerah pencemaran harus diberi pengetahuan dan keterampilan terkait menyampaikan advokasi lewat media", kata Deni. 

Tahun lalu, Greenpeace mengadakan polling opini publik terkait polusi industri di Sungai Citarum. Hasil dari poliing tersebut adalah sebanyak 81% masyarakat setuju bahwa industri harus segera berhenti mencemari sungai Citarum dan 63.5% masyarakat setuju untuk turut serta secara aktif dalam menjaga dan mencegah pencemaran Sungai Citarum dari limbah B3 Industri. 

Greenpeace mengajak masyarakat di seluruh Indonesia untuk bergabung menjadi Water Patrol dan turut serta menjaga Sungai Citarum dan sungai-sungai lain di Indonesia dari pencemaran. “Setiap laporan yang masuk akan diverifikasi kebenarannya, namun identitas pelapor tetap dirahasiakan. Laporan tersebut selanjutnya akan disampaikan kepada pihak terkait untuk ditindak lanjuti,”kata Ahmad Ashov. 

Baik Deni Riswandini maupun Ahamad Ashov setuju dengan adanya pandangan, pemerintah melakukan pembiaran terhadap industri tekstil yang membuang limbahnya  di DAS Citarum."Pemerintah harusnya tidak melakukan pembiaran tapi sebaiknya mengambil langkah-langkah tegas untuk menghentikan pencemaran limbah B3 dan kepada industri untuk segera berhenti mencemari Sungai Citarum dengan limbah B3' tandas Ashov.

Kini kita bisa membantu menyelamatkan Sungai Citarum hanya dengan Satu Klik Saja! (Marwan Azis).

Komentar

Pos populer dari blog ini

Potensi Tambang Sulawesi Tenggara dalam Kepungan Investor

Gambar kegiatan eksplorasi tambang nikel di Pulau Lemo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. foto: yoshasrul

Sektor pertambangan provinsi Sulawesi Tenggara cukup potensial dan menjadi perhatian investor nasional maupun asing yang bergerak di bidang pertambangan. Sulawesi Tenggara memiliki kandungan tambang yang sangat potensial dan telah banyak perusahaan yang telah melakukan eksplorasi utamanya kabupaten Buton, Konawe, Konawe Utara, dan kabupaten lain di Sulawesi Tenggara. Hal ini membuktikan bahwa Sulawesi Tenggara memilki potensi pertambangan yang dapat diandalkan, namun belum dioptimalkan pemanfaatannya.

Potensi pertambangan yang dimiliki oleh Sulawesi Tenggara diantaranya adalah Tambang aspal di Kabupaten Buton, Tambang nikel di kabupaten Kolaka, Konawe Utara dan Konawe, potensi tambang marmer, batu granit dan krom tersebar di beberapa kabupaten di Sulawesi Tenggara dan untuk potensi tambang minyak di Kabupaten Buton Utara dan Buton. Khusus untuk tambang aspal, beberapa perusahaan …

Negara Kepulauan Tuntut Amandemen Protokol Kyoto

Tuvalu, salah satu negara kepulauan yang rentan terhadap dampak perubahan iklim. Foto : Google.

Kopenhagen, BL-Di tengah negosiasi yang alot COP 15 UNFCCC di Kopenhagen, Tuvalu dan sejumlah negara kepulauan menuntut Amandemen Protokol Kyoto dalam pertemuan Conference of the Parties serving as the Meeting of the Parties to the Kyoto Protocol (CMP) di Bella Center kemarin.

Pertemuan itu membahas amandemen annex B, sebagai bagian dari periode kedua dari komitmen Protokol Kyoto. Tuvalu, salah satu negara kepulauan Pacific yang mendukung pelaksanaan mengusulkan amandemen target menjaga tingkat kenaikan suhu bumi di bawah atau tak lebih dari 1,5 derajat selsius dan konsentrasi gas rumah kaca tak lebih dari 350 ppm. Lebih tinggi dari kesepakatan sebelumnya, yang hanya 2 derajat celcius.

Hal tersebut dilaporkan Siti Maemunah dari Jatam yang juga turut hadir dalam COP 15 UNFCCC. Menurut Maemuna, Tuvalu adalah salah satu negara kepulauan di Asia pasifik yang harus lintang pukang bertahan hidup aki…

ACARA GREEN FESTIVAL 2008

Jalan Masuk

Acara Green Festival 2008 sendiri akan mengambil tempat di Parkir Timur Senayan. Dari layout gambar yang dirilis panitia, pintu masuk Greenfest berada di sisi utara Parkir Timur Senayan, sedangkan panggung utama berada di ujung selatannya (membelakangi jalan raya Sudirman).


Untuk mempermudah akses masuk ke Green Festival, Anda disarankan masuk ke komplek Senayan melalui Century Atlit (Jl Pintu 1) atau TVRI (Jl Gerbang Pemuda) untuk selanjutnya langsung menuju Parkir Timur Senayan.

Pentas Musik
- T ai ko Jepang (alat tabuh): Jumat 16.10
- Choir Kid Purwacaraka: Jumat 16.25
- Capoeira: Jumat 19.05
- Nugie: Jumat 20.10
- Letto: Jumat 20.45
- SD Citra Indonesia : Sabtu 10.30
- Dwiki & The Next Gen: Sabtu 13.25
- SD & SMA Harapan Bangsa: Sabtu 14.25
- Nabila & Smart: Sabtu 15.45
- Ulli Sigar Rusady & Super Bintang: Sabtu 19.05
- Maliq & d'Essentials: Sabtu 19.25
- Marcell: Sabtu 20.15
- Ta ta loe: Minggu 10.30 & 17.00
- Bina Vokalia: Minggu 1…